2 Bulan Saham BRI Syariah Melonjak 2 Kali Lipat, jadi Bank Syariah Terbesar Aset Rp 214.78 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan merger bank syariah ini agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
2 Bulan Saham BRI Syariah Melonjak 2 Kali Lipat, jadi Bank Syariah Terbesar Aset Rp 214.78 Triliun
Di tengah gonjang ganjing politik akibat aksi penolakan UU Cipta Kerja, harga saham PT BRI Syariah Tbk atau Bank BRI Syariah meroket pada perdagangan saham hari ini, Selasa (13/10/2020).
Lonjakan harga saham juga diikuti dengan kenaikan volume transaksi saham dengan kode emiten BRIS tersebut.
Anak perusahaan Bank BRI ini menempati posisi teratas atau top gainer sejak pembukaan perdagangan saham pagi tadi.
Sahamnya sempat menguat 25 persen ke level Rp 1.125 atau nyaris menyentuh batas atas penolakan otomatis (autorejection).
Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia ( BEI), pada sesi perdagangan pertama harga tertinggi saham BRIS mencapai 1.125.
Naik dibandingkan pada penutupan perdagangan sehari lalu yakni sebesar Rp 1.090.
Saham BRIS memang mengalami kenaikan pesat sejak Juli 2020 lalu.
Tren harga saham bank syariah ini selalu naik.
Pada 15 Juli lalu harga sahamnya sebesar Rp 490 dan 3 Agustus sahamnya masih Rp 515.
Tepat pada 2 bulan lalu atau 13 Agustus, harga saham BRIS ditransaksikan Rp 585.
Lalu pada 1 September harga per lembar sahamnya sudah menyentuh Rp 975.
Dan kini harga sahamnya sudah berada di level 1.125 atau sudah naik dua kali lipat lebih sejak dua bulan ke belakang.
Mengutip data BEI pada perdagangan saham sesi pertama, volume perdagangannya tercatat sebesar 631.901.900 dengan nilai Rp 672,45 miliar.
Bahkan pada sesi berikutnya, sempat di atas Rp 900 miliar atau hampir menyentuh Rp 1 triliun.
Ternyata pemicu lonjakan harga saham BRIS adalah bank ini akan menjadi surviving entity dari tiga bank syariah BUMN, yakni BRISyariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.
PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat (Conditional Merger Agreement) sehubungan dengan rencana penggabungan tiga bank syariah anak BUMN.
Melalui penandatanganan perjanjian tersebut maka proses merger resmi dimulai.
Hal ini menjadi tonggak awal bersejarah untuk melahirkan sebuah bank syariah nasional terbesar di Indonesia yang berpotensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.
Direktur Utama BRI Syariah Ngatari mengatakan, pihaknya siap mengemban amanah yang dititipkan pemerintah serta memohon dukungan dan doa restu kepada seluruh pemangku kepentingan dan agar proses ini dapat berjalan dengan sukses, lancar, berkah, dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.
“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah anak perusahaan BUMN yang tercatat di bursa, siap menerima amanah ini.
Merger ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia.
Agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global," kata Ngatari dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2020).
Ngatari menambahkan, rencana merger ini juga merupakan bagian dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional.
Ia berharap bank syariah yang lahir dari proses ini bisa menjadi salah satu mesin utama dalam menggerakkan roda ekonomi umat di Indonesia.
Ia juga menegaskan, selama persiapan merger berlangsung, semua operasional berjalan normal dan layanan kepada nasabah juga tetap optimal.
Padahal, aset BRI Syariah paling kecil dibandingkan dua bank lain peserta merger bank syariah tersebut.
Aset terbesar dimiliki PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 114,4 triliun pada Juni 2020 atau meningkat 13,26% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).
Kemudian, aset bank syariah terbesar kedua adalah dari BNI Syariah dengan senilai Rp 50,78 triliun atau tumbuh 17,8% yoy.
Sedangkan BRI Syariah menyumbang aset sebesar Rp 49,6 triliun, tumbuh 34,7% yoy.
Merger bank syariah ini menjadikan Indonesia memiliki bank syariah yang besar.
Aset bank syariah hasil merger ini akan mencapai Rp 214,78 triliun.
BRI Syariah menjadi induk atau entitas yang menerima penggabungan lantaran menjadi satu-satunya bank yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah anak perusahaan BUMN yang tercatat di bursa, siap menerima amanah ini. merger ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia.
Agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global," kata Ngatari.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan merger bank syariah ini agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
"Menjadi satu keluarga besar.
Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua.
Tonggak pertama persiapan dan tinjauan-tinjauan untuk merealisasikan rencana penggabungan bank bank syariah nasional," kata Erick dalam video yang berdurasi singkat, yang dikutip Selasa (13/10/2020).
Erick Thohir meyakini merger bank syariah ini semakin mendekatkan Indonesia dengan tujuan ekonomi syariah yakni keadilan.
Erick menilai keadilan dan transparansi dinilai telah membuat bank-bank syariah mampu bertahan di tengah krisis pandemik Covid-19, bahkan mampu menorehkan kinerja yang positif.
Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Rekor, Harga Saham BRI Syariah Meroket Dua Kali Lipat dalam 2 Bulan", dari kontan berjudul: Aset paling kecil kenapa BRI Syariah jadi induk merger bank syariah? Ini alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bri-syariah.jpg)