Raditya Dika: Berinvestasi Saham untuk Mencapai Tujuan Keuangan, Bukan Cari Kaya

Raditya Dika telah menginspirasi masyarakat dengan berbagi pengalaman pertama berinvestasi reksa dana saham serta memberikan tip dan trik

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Penulis, Komedian, Sutradara dan Aktor, Raditya Dika dalam Webinar Series IPOT Investar 2020 bertema Kaya Tapi Maya. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari mengatakan, pihaknya mendukung penuh target pertumbuhan inklusi keuangan di atas 90 persen pada tiga tahun mendatang (2023) yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Melalui berbagai program edukasi dan literasi keuangan secara digital di masa pandemi Covid-19, konkretnya dengan gelaran IPOT Investar 2020 di BIK 2020, pada Oktober ini," ujar Paramita.

Ia menjelaskan, investasi di pasar modal adalah salah satu tanda nyata berjalannya inklusi keuangan, karena hal ini pada dasarnya merujuk pada jumlah orang yang menjadi investor, karena memang sudah memahami pentingnya mengelola keuangan dengan baik, salah satunya dengan berinvestasi. Kendati demikian, inklusi tanpa literasi mumpuni tidak akan bermakna signifikan.

Baca juga: Raditya Dika Bongkar Rahasia di Balik Pemotretan Maternity Anak Kedua, Anissa Aziza Ungkap Kekesalan

"Strategi yang kita ambil di tengah pandemi Covid-19 adalah penguatan edukasi digital dengan IPOT Investar. Webinar series ini menghadirkan para pembicara ternama yang diharapkan bisa menginspirasi masyarakat dalam investasi di pasar modal," ucapnya.

Paramita mengatakan, pada Oktober ini masyarakat umum melalui IPOT Investar bisa berguru secara gratis tentang perencanaan keuangan, analisis fundamental dan analisis teknikal dari para bintang tamu yang tidak asing lagi, mulai dari Raditya Dika (penulis, komedian, sutradara, dan aktor), Rivan Kurniawan (Indonesia Value Investor) hingga Ryan Filbert (praktisi dan inspirator investasi No 1 di Indonesia).

Raditya Dika telah menginspirasi masyarakat dengan berbagi pengalaman pertama berinvestasi reksa dana saham serta memberikan tip dan trik untuk investasi untuk investor pemula pada Sabtu (10/10/2020).

Kemudian, Rivan Kurniawan akan membahas analisis fundamental untuk menilai harga wajar suatu saham menggunakan metode valuasi untuk membantu investor memilih perusahaan yang tepat pada Sabtu, (17/10/2020) dan Ryan Filbert akan membahas mengenai pengenalan dasar analisis teknikal dan membaca grafik saham dengan mudah pada Sabtu (24/10/2020).

Dalam Webinar Series IPOT Investar 2020 bertema Kaya Tapi Maya, Raditya Dika mengaku tertarik dengan investasi di pasar modal karena compound interest (bunga berbunga) yang luar biasa untuk berbagai tujuan keuangannya.

Ia mengatakan bahwa keputusannya berinvestasi bukan untuk kaya, tetapi untuk mencapai berbagi tujuan keuangan yang dimilikinya, seperti dana darurat, dana pendidikan anak, dana resepsi pernikahan hingga dana pensiun.

"Saya investasi bukan untuk kaya. Saya kaya bukan dari investasi. Investasi adalah sarana untuk mencapai tujuan keuangan saya," kata Raditya Dika.

Ia menceritakan perjalananan investasi pertamanya di deposito saat berumur 21 tahun dan baru 2 sampai 3 tahun kemudian meramu sendiri portofolionya di reksa dana dan saham, seiring dengan bertambahnya tujuan keuangan yang dimilikinya.

"Satu hal yang menarik dari tema Kaya Tapi Maya ini, mau artis, pejabat, ibu rumah tangga dan siapa pun yang kita kenal, punya mobil 3 M atau 2 M, buat kita itu asetnya doang. Ketika lihat di IG seperti itu, kita lihat asetnya doang. Kita tidak tahu cash atau utangnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved