Sekolah di Sumut Sambut Penganti UN
SMAN 1 Medan Sambut Antusias Asesmen Nasional 2021, Kepsek Bilang Kembalikan Nilai Karakter Siswa
Asesmen Nasional resmi dicanangkan menggantikan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 mendatang.
T R IBUN-MEDAN.com - Asesmen Nasional resmi dicanangkan menggantikan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 mendatang.
Dalam tiga poin yang dikaji dalam Asesmen Nasional, di antaranya Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Pencananangan ini turut mendapat respon beragam dari lingkungan pendidikan, diantaranya SMA Negeri I Medan.
Kepala SMAN 1 Medan, Suhairi mengungkapkan bahwa terobosan memprioritaskan nilai karakter akan mengembalikan kembali jati diri karakter siswa.
"Pencanangan dengan memasukkan nilai karakter akan sangat bagus sekali. Karena karakter tergantung kepada orang tua, guru dan siswa terhadap etika yang terjadi di sekolah. Anak sekarang ini berubah nilai karakternya, kalau dulu jumpa guru saja takut dan pasti nunduk kalau lewat.
Kita merasa kehilangan nilai karakter itu semua. Ini jadi hal yang bagus kita bangkitkan kembali oleh pak Nadiem nilai karakter yang hilang itu," ungkap Suhairi kepada Tribun Medan, Sabtu (10/10/2020).
Terkait dengan UN, Suhairi menuturkan bahwa pelaksanaan secara nasional sendiri belum efektif seluruhnya lantaran setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda.
"Soal dan bagaimana cara orang berpikir tentang UN, Jakarta dan daerah dan berbeda. Kembalikan saja ke daerah. Sesuaikan saja dengan karakter daerah, sudah sejauh mana kemampuan kita. Jadi dibandingkan nasional, mau disamakan dengan daerah belum efektif," ujarnya.
Kedepannya, jika Asesmen Nasional sudah mulai diterapkan, Suhairi berharap agar sistem administrasi dapat lebih sederhana. Hal ini dikarenakan bahwa kurikulum yang padat baik RPP maupun Silabus membuat para guru kurang melakukan praktek belajar secara langsung kepada siswa.
"Harapan kita kondisi pendidikan semakin lebih baik. Artinya jangan lagi memberatkan administrasi-administrasi kepada guru. Karena yang penting bagi kita itu praktik bukan teori.
Yang kita lihat sebelumnya administrasi itu terlalu banyak sampai mengajar tidak sempat karena mengurusi administrasi. Dengan pencanangan pak Nadiem mengenai asesmen nasional ini, kita berharap jangan terlalu banyak administrasi kedepannya," pungkas Suhairi.
(cr13/t r ibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sekolah-sma-1-a.jpg)