Pembunuhan Pemuda di Tanjungmorawa

Begini Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan di Tanjungmorawa

Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Husnan (21) di rumah kontrakannya di Tanjungmorawa terus diselidiki oleh pihak kepolisian.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Jasad korban ketika hendak dimasukkan ke dalam mobil ambulans, Kamis (1/10/2020) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Husnan (21) di rumah kontrakannya yang berada di Jl Sultan Serdang Pasar IX Gang Harapan No. 83 Dusun V Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, terus diselidiki oleh pihak kepolisian.

Jasadnya pun sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan Kamis, (1/10/2020) malam.

Dari informasi yang dihimpun www.tribun-medan.com tidak diketahui secara pasti kapan korban dibunuh oleh pelaku.

Sesuai kronologi, peristiwa perampokan disertai pembunuhan ini baru diketahui sekira pukul 17.15 WIB.

Saat itu ayah dan ibu korban, Suzono (50) dan Raswi (49) pulang ke rumah selepas kerja di pabrik.

Saat tiba di rumah seperti biasa mereka pun menggedor pintu dan memanggil anaknya.

Karena sudah berulang kali dipanggili tidak dijawab ia pun meminta bantuan warga.

“ Bapaknya tadi datang ke sini (warung bakso), dibilangnya kalau anaknya enggak nyahut-nyahut di panggil. Pintunya terkunci dari dalam. Ya enggak ada alat apa-apa ya kukasih tang untuk buka pintu. Dibuka lah sama bapaknya,” ucap Irol, pedagang bakso yang ada di depan rumah korban.

Tidak berselang lama setelah membuka pintu Raswi pun menjerit dari dalam rumah.

Ia menjerit sambil minta tolong.

“Nenek (Raswi) menjerit kami ya terkejut. Kenapa nek kami bilang ya baru kemudian kudatangi kulihat anaknya dah meninggal. Nggak ada darah di dalam kamar tapi lehernya kayaknya memar. Kalau rumah bagian dalam udah berserak. Kalau pintu belakang kulihat udah terbuka,” tambah Irol.

Polisi langsung melakukan olah TKP begitu mendapat informasi.

Saat itu tim inafis menemukan fakta-fakta kalau kunci gembok kamar depan dalam keadaan rusak.

Pada laci lemari pakaian ditemukan satu buah palu dan diduga sempat digunakan oleh pelaku.

Sementara itu pada tubuh korban pada bagian leher sebelah kanan mengalami luka memar akibat benda tumpul dan diduga mengalami patah tulang leher.

“Kalau barang yang hilang handpone dua dan uang Rp 600 ribu. Uang itu aku simpan di kantong celana di kamar depan,” kata Suzono.

Saat kejadian korban sedang berada sendirian di dalam rumah.

Sementara itu rumah tetangganya yang juga merupakan rumah kontrakan juga dalam keadaan kosong.

“Kalau kami baru pulang jam 15.30 WIB. Saya dan istri juga baru pulang kampung. Kami tahunya ada kejadian setelah mamaknya pulang lah karena menjerit. Saat kami sudah sampai enggak ada dengar suara apa-apa,” kata Irfan, tetangga korban.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved