Nestapa Korban Angin Kencang di Medan Labuhan Batu, Mengungsi ke Rumah Tetangga saat Hujan

Korban angin kencang di Jalan Rawe III Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Misti, hanya bisa meratapi nasib lantaran rumahnya masih rusak.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
KONDISI rumah yang terkena angin puting beliung pada Jumat (25/9/2020) lalu di Jalan Rawe III Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban angin kencang di Jalan Rawe III Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Misti, hanya bisa meratapi nasib lantaran rumahnya masih rusak. 

Rumah Misti bersama belasan rumah lainnya diterjang angin puting beliung yang melanda, Jumat (25/9/2020) lalu.

Angin puting beliung yang melanda membuat atap rumah warga roboh dan terbang dibawa angin.Hingga kini lima hari berlalu, keluarga yang terdampak puting beliung masih membutuhkan bantuan.

Mereka juga telah membuka posko bantuan di depan lokasi kejadian.Misti mengatakan bahwa ia dan keluarga masih kesulitan untuk tidur. Pasalnya atap rumah yang rusak membuat rumah kerap banjir jika hujan datang.

"Masih kesulitan. Tadi malam hujan pula. Jadi basah semua karena saat tidur, tiba-tiba hujan. Jadi harus mengungsi ke rumah tetangga," ujarnya.

Misti tinggal di rumah semi permanen tersebut bersama istri, anak dan cucunya. Kesulitan ekonomi membuat Misti belum bisa memperbaiki atap rumah nya yang roboh.

"Kalau untuk biaya memperbaiki atap ini belum adalah. Untuk bisa makan saja syukur," katanya.

Misti mengatakan sejak hari kejadian hingga kini beberapa bantuan berangsur datang. Seperti sembako dan kayu untuk membangun atap.Sementara itu, untuk bantuan dari pihak pemerintah setempat, Misti mengaku belum ada bantuan yang diberikan."Bantuan sejauh ini dari warga dan dari para dermawan.

Bantuannya materiil dan juga jasa tukang untuk memasang kayu di atap ini. Itu hari minggu kemarin mereka kerja. Tapi hari biasa gini enggak ada," katanya. 

Amatan Tribun Medan, kondisi rumah yang terdampak angin puting beliung masih belum tertutup seng.

Beberapa kayu penyangga atap sudah terpasang, tetapi hanya ditutupi terpal plastik yang jika hujan air akan tetap masuk.Warga yang terdampak tampak duduk di depan rumah Misti yang paling dekat dengan posko pemberian bantuan.Material yang dibutuhkan untuk warga terdampak saat ini adalah seng untuk menutupi atap rumah yang rusak.

"Seng inilah yang paling kami butuhkan, karena ini baru ada kayunya saja. Kalau hujan pun kocar-kacir kami cari tumpangan," tutur Beni, warga yang juga jadi korban. Camat Medan Labuhan Rudy Asriandi mengatakan masih menunggu bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

"Kami masih menunggu dari BPBD terlebih dahulu. Baru rencananya akan kita bantu dari pihak keluarga," tuturnya. (cr14)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved