Pindah ke Rumah Baru, Bocah Alami Penyakit Aneh Rambut Masuk Telapak Kaki Sakit Kayak Ditusuk Duri

Pasien mulai merasakan sakit di telapak kaki kanan saat mereka pindah ke rumah baru. Selama dua minggu ia mengadu sakit pada telapak kaki kanan.

Editor: Tariden Turnip
screengrab
Pindah ke Rumah Baru, Bocah Alami Penyakit Aneh Rambut Masuk Telapak Kaki Sakit Kayak Ditusuk Duri. Rambut kecil dikeluarkan dari telapak kaki 

Masuk Rumah Baru, Bocah Ini Alami Penyakit Aneh Rambut Masuk Telapak Kaki Sakit Kayak Ditusuk Duri

Meski dunia medis sudah maju masih banyak penyakit yang belum terjelaskan secara ilmiah.

Seperti pengalaman unik seorang dokter pendiri Klinik Doktor Bergerak (DOCMOVE), dokter Hanafi Yahya, belum lama ini.

Dokter Hanafi Yahya mengalami kasus unik sepanjang karier selama 12 tahun saat menangani bocah delapan tahun yang mengeluhkan sakit di telapak kaki kanan seperti ditusuk duri.

Rasa sakit ini disebabkan ada rambut kecil yang masuk ke dalam daging di di telapak kaki kanan.

Dokter Hanafi mengatakan pasien ini berasal dari Sungai Siput, Perak, Malaysia, 11 September 2020.

Pasien ini diantar orangtuanya.

Katanya, pasien mulai merasakan sakit di telapak kaki kanan saat mereka pindah ke rumah baru.

"Selama dua minggu pasien itu mengadu sakit pada telapak kaki kanan hingga orangtuanya membawanya ke klinik untuk mendapatkan perawatan.

"Saya diberitahu rambut yang terdapat pada telapak kaki anaknya bisa bergerak.

Saya tak bisa memahami bagaimana sehelai rambut yang lembut dan halus boleh masuk ke dalam telapak kaki pasien tersebut," katanya seperti dilansir harian metro.

Dokter Hanafi melakukan pembedahan kecil kira-kira 15 menit untuk mengeluarkan rambut sepanjang 1.5 sentimeter.

"Inilah pengalaman pertama dan pelik saya hadapi sepanjang karier saya terpaksa mengeluarkan sehelai rambut dalam telapak kaki manusia.

"Syukur selepas rambut itu dikeluarkan pada telapak kakinya, anak-anak tersebut sudah dapat menjalani kehidupan seperti biasa dan normal kembali," katanya.

Ia mengaku sampai sekarang masih bertanya-tanya mengenai kejadian tersebut.

Dan baginya kejadian ini adalah kuasa Tuhan.

Rambut Tumbuh di Gusi

Kisah soal rambut aneh lain juga pernah terjadi di Italia.

Seorang wanita Italia menderita kondisi aneh yakni rambut seperti bulu mata muncul di dalam mulutnya.

Melansir Oditty Central, wanita yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan pernah mengunjungi dokter karena kondisi ini satu dekade lalu.

Saat itu usianya masih 19 tahun.

Dia mengunjungi dokter dan mengeluh kalau ada rambut yang tumbuh keluar dari gusinya.

Kejadian seperti ini jelas bukanlah hal yang biasa.

Hanya ada beberapa kasus dalam jurnal medis.

Uji yang dilakukan saat itu mengungkapkan bahwa si wanita muda juga memiliki kista ovarium, dia kemudian didiagnosis dengan sindrom PCOS.

PCOS ialah gangguan hormon yang relatif umum.

Wanita yang menderita PCOS cenderung menghasilkan lebih banyak testosteron daripada normal, di mana kondisi yang disebut hiruitisme--peningkatan pertumbuhan rambut pada tubuh--adalah efek samping yang diketahui.

Para dokter Italia yang awalnya merawat wanita itu menerbitkan sebuah makalah tentang kasus hiruitismenya yang tidak biasa pada tahun 2009.

Kasus aneh rambut tumbuh di gusi
Kasus aneh rambut tumbuh di gusi (odditycentral.com)

Dokter melaporkan jika si pasien diberi perawatan dengan obat kontrasepsi oral untuk menghilangkan bulu-bulu dari mulutnya.

Setelah empat bulan berlalu dan rambutnya belum tumbuh kembali, wanita ini pun mulai merasa normal.

Namun, enam tahun dari kunjungan pertamanya, wanita yang sekarang berusia 25 tahun itu kembali ke dokter yang sama melaporkan gejala yang lebih buruk daripada sebelumnya.

Rambut cokelat keluar dari gusiOdditycentral.com
Rambut cokelat keluar dari gusi

Dia sekarang memiliki rambut di leher dan dagu serta rambut cokelat yang mirip dengan bulu mata tumbuh dari gusinya.

Wanita itu memberi tahu para dokter bahwa dia telah berhenti minum obat PCOSnya.

Hal ini tentu membuat para ahli medis menyimpulkan bahwa sindrom ovarium polikistik adalah penyebab pertumbuhan rambut yang tidak normal tersebut.

"Karena temuan ini terulang enam tahun setelah pengamatan pertama, hal ini mengarah pada pemahaman kami bahwa ini bukan temuan yang sesekali tetapi bahwa itu mungkin cacat struktural dan ketidakseimbangan hormon yang bertahan, sehingga menimbulkan fenomena ini," ujar Khrystyna Zhurakivska, seorang peneliti gigi klinis di Universitas Foggia, baru-baru ini.

Rambut mulut wanita itu dicabut untuk kedua kalinya, dan wanita itu dirujuk ke ahli endokrin.

Dia seharusnya berkunjung lagi setelah tiga bulan untuk tindak lanjut, namun sang wanita tidak pernah datang untuk diperiksa.

Dia memang kembali setahun kemudian, kali ini dengan lebih banyak folikel rambut yang tumbuh di sepanjang gusi bagian atas dan bawahnya.

Khrystyna Zhurakivska menyarankan wanita tersebut untuk tidak berhenti minum obat PCOS.

Jika tidak, pertumbuhan rambut akan jadi semakin cepat.

Menurutnya, pengobatan PCOS mungkin dapat membantu pasien mengurangi gejala-gejala kondisinya dengan lebih baik.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam edisi Februari tentang Bedah Mulut, Kedokteran Mulut, Patologi Mulut dan Radiologi Mulut, Khrystyna Zhurakivska dan rekan-rekannya menuliskan bahwa mereka dapat menemukan hanya 5 kasus serupa.

Menurut Zhurakivska, secara biologis rambut dapat tumbuh di dalam mulut kita.

Jaringan mulut berkembang di dalam rahim dari jenis sel yang sama dengan yang kulit kita kembangkan, sehingga struktur yang sama yang berkembang pada kulit kita.

Sebagai contoh ialah kalenjar sebaceous dan rambu yang secara teori dapat tumbuh di mulut kita juga.

Untungnya, sebagian besar dari kita tidak perlu mencabut rambut dari gusi kita.

Wah, serem juga ya kalau sampai harus cabut rambut dari gusi!

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved