Pasar Melati Medan Lockdown

BREAKING NEWS: Seorang Pedagang Meninggal, Pasar Melati Lockdown, Camat dan Lurah Bertindak

Pascameninggalnya seorang pedagang, Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan akhirnya dilockdown

T R IBUN-MEDAN.com/Victory Arrival
Kondisi di kios sayur dan ikan Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat kosong usai satu orang Pedagang dinyatakan positif Covid19, Selasa (22/9/2020) 

Laporan Wartawan T r ibun-Medan.com, Victory Arrival Hutauruk

T R IBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascameninggalnya seorang pedagang, Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan akhirnya dilockdown sementara oleh pihak pemerintah Kecamatan Medan Tuntungan.  

Melalui surat tertanggal 21 September 2020 nomor 140/901 yang dikeluarkan Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan berbunyi:

"Bersama dengan ini kami mengimbau pada seluruh pedagang Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan untuk tidak berdagang/beraktivitas di Pasar Melati berhubung dikarenakan ada salah seorang pedagang yang meninggal dunia akibat terpapar Covid19 dan untuk berjualan/beraktivitas akan kami informasikan kembali. Demikian hal ini kami sampaikan kepada pedagang agar menjaga kesehatan diri dan keluarga, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih," yang ditandantangani Lurah Tanjung Selamat, Ubudiah.

Saat dikonfirmasi Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting membenarkan hal tersebut bahwa benar terdapat satu orang pedagang di kios sayur yang meninggal terkonfirmasi Covid19.

"Jadi terkait dengan meninggalnya salah satu pedagang dan status konfirmasi positif. Jadi pedagang tersebut berjualan di salah satu blok di Pasar Melati jadi kita mengambil langkah cepat, pihak lurah langsung mengimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat yang berbelanja di blok tersebut untuk sementara menghentikan aktivitas," ungkapnya kepada T r ibun, Selasa (22/9/2020).

Ia menyebutkan bahwa para pedagang yang tidak berjualan sementara ada di blok sayur dan ikan dimana tempat korban meninggal.

"Jadi makanya untuk menghindari penyebaran lebih luas kita himbau kepada masyarakat dan itu dipatuhi oleh masyarakat pedagang dan mereka terimakasih sekali sudah diberitahukan. Jadi satu blok itu saat ini mereka tidak jualan, satu blok yang berjualan sayur sama ikan aja,' ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan mulai hari ini.

"Kita sampaikan semalam, mulai hari ini di mulai," cetus Topan.

13 Dokter Meninggal di Medan

 Sebanyak 13 dokter di Medan dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19.

Data tersebut berdasarkan yang dihimpun IDI Medan selama 7 bulan terakhir yakni sejak 17 Maret hingga 11 September 2020.

UCAPAN belasungkawa IDI Cabang Medan terhadap dokter di Medan yang meninggal akibat Covid-19.
UCAPAN belasungkawa IDI Cabang Medan terhadap dokter di Medan yang meninggal akibat Covid-19. (T R I BUN MEDAN/HO)

“Terakhir yang meninggal adalah rekan kita dr. Sutrisno setelah satu Minggu dirawat di RS Bunda Thamrin,” kata Ketua IDI cabang Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL.

Wijaya juga menuturkan bahwa saat ini tercatat sebanyak lima orang dokter yang tengah menjalani perawatan baik di Rumah Sakit ataupun isolasi secara mandiri di rumah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved