Jasad Olmer Silitonga Tinggal Tengkorak, Polisi Endus Kejanggalan hingga Pengakuan Anak Korban
Ia mengaku melakukan pencarian sekitar 40 meter dari lokasi penemuan tengkorak sehari lalu, namun tak mencium bau bangkai.
Dalam penelusuran itu, polisi berhasil menemukan KTP dan KIS yang diduga milik korban. Kendati demikian, kepolisian mengendus adanya sejumlah kejanggalan.
TRIBUN-MEDAN. com, SAMOSIR - Polisi menemukan kejanggalan dalam kasus penemuan tengkorak manusia di Dusun III Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (19/9/2020) kemarin
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono, kejanggalan itu terkait penemuan tengkorak manusia dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat.
Tilik Sepak Terjang Laeli Atik, Alumnus UI yang Pandai Kimia, Pelakon Mutilasi Rinaldi Harley
Resmi Bercerai dari Pelawak Kiwil, Meggy: Pikiran dan Badan Sudah Lelah Semua Menyita Tenaga
Sila Cek Alasan Kenapa BLT belum Masuk Rekeningmu, Dirut BPJS TK Angkat Bicara
Curhatan Pilu Eks Istri Sah Pelaku Mutilasi Rinaldi Harley yang Viral di 2019 dan Fakta Baru Lainnya
Skandal Baru: Hotman Paris Diamuk Felicia Putri lantaran yang Gadis yang di-DM Ternyata Teman
Dukun Cabul Kabur dan Ponsel Nonaktif tapi Masih Aktif di Medsos dan Sindir Suami-suami Korbannya
"Sesuai informasi yang diperoleh dari masyarakat, ada kejanggalan," ujarnya, Minggu (20/9/2020) di Mapolres Samosir.
Kata AKP Suhartono, warga menyampaikan bahwa Olmer Silitonga pernah bertikai dengan kedua anaknya, Maruba Jonpiter Silitonga dan Juni Silitonga.
Pertikaian tersebut terjadi di ladang mereka sekitar tiga bulan lalu.
Ketika itu, warga melihat ada anaknya membawa cangkul. Dan sejak itulah Olmer tidak pernah lagi terlihat.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, sejumlah personel Satreskrim dipimpin AKP Suhartono kembali menyisir lokasi pada Minggu (20/9/2020).
Dalam penelusuran itu, polisi berhasil menemukan KTP dan KIS yang diduga milik korban.
"Kita menemukan KTP dan KIS di dalam dompet, potongan tulang, rambut dan sejumlah pakaian di semak-semak. Diduga kuat milik korban, jaraknya tidak jauh dari temuan tengkorak semalam," sebut AKP Suhartono.
Bintang Film Panas Rupawan Ini Akhirnya Memilih Cerai selepas Beberapa Bulan Menikah, Ini Alasannya
Jual 2 Mobil Mewah setelah Tinggal di Jogja, Zaskia Adya Mecca: Malu Pakai Mobil Gituan di Sini
Sejoli Mesum di Gunung Memantik Sisi Emosional Fiersa Besari, Mengecam tapi juga Sedih
Pelawak Kondang Malih Tong Tong Nikahi Perempuan 40 Tahun Lebih Muda, Tak Sanggup Menduda
Menilik Potret Wajah Selebriti Top Dunia Tanpa Riasan, Ada Lady Gaga, Madonna hingga Charlize Theron
Tertangkap Satelit Buaya di Nunukan Perairan Mansapa Ukurannya Lebih Besar dari Perahu Nelayan
Ruben Onsu Buka Suara soal Kedekatan Ivan Gunawan dan Bella Aprilia, Dari Temen Jadi Demen
Audi Marissa Resmi Dinikahi Anthony Xie, Lihat Potret Bahagianya di Hari Pernikahannya
Selain itu, AKP Suhartono menyebut ada temuan pesan berbahasa Batak di dalam gubuk yang berjarak 200 meter dari lokasi penemuan tengkorak.
Tulisan itu berada di dinding gubuk, tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak. Namun, ia belum menjelaskan kaitan tulisan tersebut dengan penemuan tengkorak manusia.
"Nunga hubaen pattik-pattik disida, dipudi i ma au, kubur hamu mada!, sebelum buah naga i unang lupa hamuna da! Mauliate, horas! Selamat tinggal ma dihamu, selamat jalan ma di au! Mauliate, horas horas horas! (Sudah kubikin pacak di san ya, di belakang itulah aku, kubur kalianlah aku ya. Sebelum buah naga itu, jangan lupa kalian ya! Terima kasih, Horas! Selamat tinggallah kalian, selamat jalanlah padaku. Horas Horas Horas!)", demikian pesan yang tertulis pada dinding gubuk.
Saat ini, kedua anak dan istri Olmer Silitonga sedang dimintai keterangan oleh Polisi.
"Istri dan kedua anak korban sudah kita amankan ke Polres untuk dimintai keterangan. Sambil melakukan pengembangan dan menunggu hasil autopsi tengkorak dari RS Bhayangkara Medan agar tahu apa penyebabnya," katanya.
Audi Marissa Kenang Masa Pacaran dengan Anthony, Nginap di Kamar Berbeda saat Liburan ke Luar Negeri
Pria Tertimpa Motor Tak Ditolong Warga lantaran Takut Virus Corona, imbasnya Sungguh Tragis
Via Vallen Unggah Potret Kartu Pelajarnya saat SMP, Curhat Dulu Suka Numpang Truk Berangkat Sekolah
Mengulik 5 Fakta Elvy Sukaesih Positif Covid-19, Keluarga Panik dan Awalnya Sempat Dikira Tifus
Momo Ngaku Didepak dari Geisha, Tak Ada Pernyataan Resmi dan Tahu Pergantian Vokalis dari Instagram
Dukun Cabul Kabur dan Ponsel Nonaktif tapi Masih Aktif di Medsos dan Sindir Suami-suami Korbannya
Pengakuan Sang Anak
Sementara itu, wartawan Tribun-Medan.com sempat menemui kedua anak Olmer Silitonga di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Samosir, Minggu petang.
Di sela-sela pemeriksaan kepolisian, kedua anak Olmer menyampaikan seputar pertemuan terakhir dengan ayahnya.
Jonpiter Silitonga mengaku terakhir kali bertemu dengan ayahnya sekitar tiga bulan lalu.
"Ketika itu, aku mengantar Bapak ke loket CKB, dan dia mau ke Siborong-borong. Kuantar bapak karena dia selalu ribut dengan mamak di rumah," sebut Jon Piter.
Disinggung pascahilangnya Olmer, Jon Piter mengakui mereka tidak ada mencari keberadaan ayahnya tersebut.
Bahkan, tidak melapor ke aparat desa atau kepada polisi terkait menghilangnya Olmer Silitonga.
"Karena memang udah biasa bapak pergi. Bahkan lebih dari tiga bulan, makanya enggak kami cari," ucap Jon Piter.
Sesuai informasi warga yang menyebutkan bahwa Olmer berada di perladangan, Jon Piter mengaku sempat pergi ke perladangan untuk mencari korban.
Ia mengaku melakukan pencarian sekitar 40 meter dari lokasi penemuan tengkorak sehari lalu, namun tak mencium bau bangkai.
"Jaraknya 40 meter, memang. Tapi, kami gak ada cium bau bangkai tiga bulan lalu," sebut Jon Piter.
(Tribun-medan.com/ Arjuna Bakkara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ktp-dan-kis-di-lokasi-tengkorak-kepala-manusia.jpg)