Bantu Penanganan Covid-19, Dosen USU Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Puskesmas Padang Bulan

Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh situasi di Indonesia, khususnya Kota Medan yang masih di bawah ancaman pandemi Covid-19.

TRIBUN MEDAN/HO
TIM dosen Universitas Sumatera Utara (USU) saat memberikan bantuan APD pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Dukungan Kinerja Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19 di Puskesmas Padang Bulan Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Dukungan Kinerja Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19 di Puskesmas Padang Bulan Medan.

Bentuk dukungan tersebut antara lain dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa gaun bedah, masker KN95, handspoon, yang diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Padang Bulan Medan, drg Sufania Sukarna, Sabtu (19/9/2020).

Tim dosen diketuai oleh dr Hotnida Sinaga, dengan anggota tim Thomson Sebayang dan Mariati Sinuraya.

Ketua Tim Dosen, dr Hotnida mengatakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh situasi di Indonesia, khususnya Kota Medan yang masih di bawah ancaman pandemi Covid-19, di mana tenaga medis sebagai garda terdepan menghadapi risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan nyawa.

Ruangan Isolasi Pasien Covid-19 di RS USU Sampai Saat Ini Belum Digunakan

"Selama pandemi, banyak tenaga medis yang terpapar virus karena mereka berhadapan dengan banyak pasien. Maka dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19, para nakes diminta untuk semakin ketat menerapkan protokol kesehatan," ujar dr Hotnida.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien terpapar virus Corona juga menyebabkan peningkatan permintaan pelayanan kesehatan yang signifikan ke rumah sakit, klinik kesehatan maupun puskesmas.

Banyaknya pasien dengan berbagai jenis penyakit yang harus ditangani membuat para tenaga kesehatan kerap menjadi korban pertama karena tidak memiliki kesiapan dalam hal fasilitas, terutama APD yang menjadi pelindung pertama bagi kesehatan mereka.

"Beberapa faktor penunjang lain yang menyebabkan penularan adalah ketidakjujuran para pasien. Pasien tidak memberikan informasi yang benar tentang kondisi sebelum mengunjungi puskesmas, sehingga para saat pemeriksaan para nakes dapat tertular virus yang dibawanya," terangnya.

Sementara itu, kelalaian juga mungkin terjadi akibat para nakes kurang mematuhi protokol kesehatan. Pasien yang seperti ini sangatlah berisiko tinggi bagi tenaga kesehatan.

Perempuan Penghuni Gorong-gorong, Kemiskinan Jadi Teman Hidupnya Semenjak Orangtuanya Meninggal

“Dalam menghadapi kesulitan di masa pandemi ini, tenaga kesehatan merupakan pilar paling penting dalam penanganan Covid-19. Mereka memiliki risiko tinggi dalam pekerjaannya. Maka para nakes itu harus dilengkapi dengan standar protokol kesehatan termasuk menggunakan alat pelindung diri lengkap (APD),” tuturnya.

Dengan kondisi demikian, lanjutnya, para akademisi USU terpanggil ikut berperan dalam penanganan Covid-19 yang ditunjukkan melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian bantuan APD tersebut.

Ia berharap bantuan itu dapat menambah kelengkapan fasilitas yang sudah tersedia di puskesmas tersebut, sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved