Bus yang Ditangkap BNN di Tasikmalaya Bukan Milik PO Putra Pelangi Perkasa
"PO Pelangi Atra Kana tidak ada hubungan apappun dengan PO. Putra Pelangi Perkasa yang beralamat di Jalan Sunggal No.33," ujar Humas PT Putra Pelangi.
Bus yang Ditangkap BNN di Tasikmalaya Bukan Bus Putra Pelangi Perkasa Tapi Bus Pelangi Antra Kana
TRIBUN-MEDAN.com - Badan Nasional Narkotika (BNN) berhasil menangkap seseorang berinisial F yang merupakan pemilik Perusahaan Otobus (PO) Pelangi atau PT Pelangi Atra Kana.
F kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu.
BNN menemukan sabu seberat 13 kilogram yang disembunyikan di dalam salah satu Bus Pelangi milik F di Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020).
Barang bukti yang ditemukan berupa 13 palet sabu berbungkus kemasan teh dalam karung berwarna putih.
Barang haram tersebut disembunyikan di bagian bawah bus yang telah dimodifikasi, tepatnya di bawah lorong jok penumpang dekat sopir.
"F merupakan pengendali sindikat narkoba yang diungkap di Rajapolah, Tasikmalaya. Dia yang diduga pengendali serta pemilik bus," ujar Kepala BNN Perwakilan Jawa Barat Supyan Syarif saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020).
Bus yang membawa sabu tersebut berasal dari Banda Aceh dengan tujuan trayek Medan-Tasikmalaya, yang selama ini rutin tiba di Pool Bus Pelangi.
Tujuan akhir bus di Jalan Ir Djuanda, Rancabango, Kota Tasikmalaya. "Tim mengikuti dari Aceh, Medan, sampai akhirnya di Tasikmalaya. Kita menunggu perkembangan selanjutnya," kata Supyan.
Bukan Bus Putra Pelangi Perkasa
Bus Pelangi yang ditangkap ini bukanlah bagian dari bus PT Putra Pelangi Pelangi. Keduanya adalah perusahaan bus yang berbeda.
Seperti yang disampaikan oleh Managemen PT Putra Pelangi Perkasa kepada Tribun Medan. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut.
"PO Pelangi Atra Kana tidak ada hubungan apapun dengan PO. Putra Pelangi Perkasa yang beralamat di Jalan Sunggal No.33," ujar Humas PT Putra Pelangi Perkasa melalui suratnya ke Tribun Medan.
Banyak orang beranggapan kedua bus ini sama, karena memiliki rute yang sama dan juga nama panggilan yang sama di masyarakat yaitu Bus Pelangi, namun keduanya adalah perusahaan yang berbeda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-foto-penggerebekan-dan-penggeledahan-bus-pelangi-jurusan-medan-tasikmalaya.jpg)