Atlet Senam Ritmik, Thasya Valentine Berlatih Gerakan Baru Bareng Ibu

Saban hari, Thasya bersama ibunya, Lusiana Sitanggang, berupaya menghasilkan gerakan baru.

Tribun Medan
Thasya Selivya Valentine, Atlet senam ritmik terus berlatih bareng ibunya selama masa pandemi. Thasya merupakan atlet ritmik yang membawa nama Provinsi Sumatra Utara dalam ajang PON 2020 Papua. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masa pandemi bukan menjadi penghalang bagi Thasya Selivya Valentine. Atlet senam ritmik kelahiran tahun 1996 ini terus mematangkan diri jelang PON 2020 Papua.

Gadis yang masih berusia 24 tahun rutin latihan didampingi ibunya yang juga pelatih senam ritmik. Thasya memiliki keuntungan bisa trerus latihan bareng dengan pelatih.
Saban hari, Thasya bersama ibunya, Lusiana Sitanggang, berupaya menghasilkan gerakan baru.

"Karena pelatih saya ibu saya sendiri, makanya kami gampang untuk melakukan gerakan baru. Seperti gerakan teknik meksipun masih dalam tahap persiapan umum,"ujarnya, Minggu (30/8).

Namun, belakangan ini, Thasya sudah rutin latihan di lapangan Jepta Hutabarat yang lokasinya tidak jauh dari Stadion Teladan. "Setiap pagi kami latihan di sana. Tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi dalam adaptasi kebiasaan baru seperti saat sekarang ini," katanya.

Pengunduran ajang PON menjadi kesempatan untuk, kata Thasya merupakan momentum untuk meningkatkan diri."Pengunduran PON bagi saya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan menjadi lebih baik lagi. Paling tidak gerakan badan lebih elastis lagi," ujarnya.

Selain berlatih dengan ibunya, Thasya juga tengah di bawah asuhan pelatih dari Rusia, Tatiana Kosaeva. Latihan itu dilaksanakan sekali dalam seminggu secara virtual.
Ia membeberkan titik fokus latihan pada flexibility, balance, dan materi gerakan kecil dalam senam ritmik.

"Jadi saat latihan dengan pelatih Rusia, saya diajarkan juga untuk koreografi. Karena nanti saat pertandingan di senam ritmik ada juga koreografi dari gerakan senam yang indah,"ungkapnya.
Thasya mengaku mendapatkan kesulitan ketika meniru gerakan secara virtual ketimbang secara langsung.

"Makanya setelah latihan selalu membayangkan gerakan dan mencobanya lagi sendiri,"imbuhnya.
Putri dari pasangan Aiptu Subandi dengan Lusiana Sitanggang ini telah mewaspadai lawan terberat dalam ajang paling tertinggi di Indonesia. Thasya mengungkapkan atlet yang menjadi lawan yang cukup berbahaya yakni Provinsi Lampung, Jakarta, dan Jawa Timur.

"Saya akan lebih maksimal lagi untuk mengantisipasi mereka saat jumpa di PON," katanya.
Ia tetap optimis agar bisa memberikan yang terbaik. "Saya tetap latihan agar badan saya bisa terus semakin lentur. Karena dalam atlet senam ritmik ini, yang diperlukan hanya fleksibility dari tubuh sang atlet,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved