Jaga Kesehatan Anak Selama Pandemi, Fakultas Keperawatan USU Beri Penyuluhan Jajanan Sehat
Semasa pandemi, kesehatan menjadi hal utama yang perlu dijaga baik orang dewasa hingga anak-anak.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Semasa pandemi, kesehatan menjadi hal utama yang perlu dijaga baik orang dewasa hingga anak-anak.
Terlebih, anak-anak suka membeli makanan tanpa ada memikirkan makanan sehat atau tidak yang turut membahayakan kesehatan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Reni Asmara Ariga selaku ketua bersama Siti Zahara Nasution dari Fakultas Keperawatan USU berinisiatif untuk melakukan edukasi bertajuk Pemberdayaan Masyarakat, Orangtua, dan Sekolah dalam peningkatan status kesehatan melalui program promosi kesehatan mengenai jajanan sehat dan bahaya Junkfood, Rabu (26/8/2020).
Berada di bawah naungan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Reni melakukan edukasi terhadap SD Muhammadiyah 1 Medan.
Edukasi ini diberikan kepada pihak sekolah, guru, pengelola kantin. Namun untuk orangtua murid dilaksanakan secara daring melalui whatsapp group.
Edukasi mengenai bahaya junkfood menurut Reni penting untuk disosialisakan sejak dini.
Ia menuturkan bahwa anak-anak masih belum paham bagaimana menyaring informasi terkait makanan sehat ataupun makanan berbahaya.
"Kita mengambil tema ini mengingat hampir semua anak-anak terutama SD belum mampu memahami makanan yang sehat atau tidak.
Anak-anak lebih mudah tertarik jika melihat makanan yang memiliki warna yang terang, rasa yang enak, dan harga ya murah namun tidak memperhatikan bahaya dari makanan tersebut," ungkap Reni.
Reni menuturkan bahwa dalam pemberian edukasi ini dilaksanakan secara digital dengan media-media yang dapat dimengerti oleh orang tua dan tidak memberatkan dalam segi beban kuota melalui leaflet, banner, dan grup whatsapp.
"Kita tidak melakukan edukasi melalui video, karena itu akan memberatkan orangtua yang kita tahu tidak semua memiliki ekonomi yang merata.
Sehingga kita berinisiatif untuk membuat media yang dapat dijangkau dan dimengerti semua orangtua seperti leaflet dan grup WhatsApp dengan kita meminta izin dari pihak sekolah untuk dimasukkan ke dalam grup orangtua," ujarnya.
Dalam pemberian edukasi melalui grup WhatsApp dan diikuti oleh 70-an perwakilan orangtua ini, Reni menjelaskan mengenai pengertian jajanan sehat dan tidak sehat, akibat yang ditimbulkan dan bagaimana tips untuk mencegah mengonsumsi makanan tidak sehat.
Reni sendiri menegaskan banyak sekali bahaya saat anak mengonsumsi makanan tidak sehat yang diragukan dari segi gizi yang ada dalam makanan tersebut.
"Banyak bahaya dan penyakit yang ditimbulkan. Nah, yang paling sering terjadi kepada anak seperti muntah-muntah, keracunan, ataupun diare yang dalam jangka panjang bisa menyerang penyakit hati," tutur Reni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dosen-fakultas-keperawatan-usu-beri-penyuluhan.jpg)