Tiga Daerah/Kota Ini Dinilai Tak Becus Menangani Penyebaran Virus Corona, Ini Reaksi Gubernur Sumut
Ketiga daerah tersebut, yakni Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang.
TRIBUN-MEDAN.Com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara mengambil alih Gugus Tugas tiga kabupaten/kota karena dinilai tak tuntas tangani penyebaran virus Corona.
Di ketiga daerah itu terus terjadi peningkatan kasus Covid-19.
Ketiga daerah tersebut, yakni Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, sekaligus Ketua Gugus Tugas, mengatakan, bahwa pihaknya akan menangani ketiga wilayah tersebut.
"Kita tahu bahwa tren di Sumut meningkat, sehingga ke depan, yang sudah ditangani ada 3 klaster, 3 zona, Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang," ucapnya, usai melaksanakan rapat bersama dengan ketiga kepala daerah tersebut, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Selasa (4/8/2020).
Usai melaksanakan rapat ini, mantan Pangkostrad ini langsung akan mengambil alih penanganan penyebaran wabah pandemi Covid-19.
"Klaster yang disiapkan, untuk mencegah tren peningkatan wabah. Diambil ahli oleh Gugus Tugas Sumut," ucapnya.
Edy mengatakan, nantinya Gugus Tugas Provinsi akan bekerja sama dengan pihak kabupaten/kota untuk menekan angka peningkatan.
Menurutnya, Gugus Tugas Provinsi bisa langsung mengambil ahli penanganan, apabila lebih dari satu kabupaten/kota mengalami peningkatan terparah.
"Kita ikut di dalam, bersama untuk mengatasi peningkatan. Lebih dari satu kabupaten yang tren peningkatan, provinsi boleh mengambil ahli," ucapnya.
Nantinya, di tiga daerah tersebut, Gugus Tugas Sumut akan melakukan kepastian untuk menekan angka, yaitu dengan mengisolasi pasien dengan kategori ringan dan sedang, dan dilakukanya penyekatan.
Selain penyekatan, tiga wilayah ini nantinya akan dibentuk tim pendisplinan masyarakat untuk mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan.
"Dibentuk tim pendisplinan masyarakat, agar patuh terhadap protokol kesehatan," ujarnya.
Adapun tim pendisplinan masyarakat, yaitu aparat TNI/Polri, Satpol-PP dan relawan dari masyarakat.
Dengan diambil ahlinya ketiga wilayah ini, Edy Rahmayadi berharap angka penularan Covid-19 bisa teratasi.
• Jelang HUT RI 17 Agustus, PDIP Segera Umumkan 75 Calon Kepala Daerah
Data Covid-19 di Sumut
Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Sumut tercatat bertambah 68 kasus baru pada Selasa (4/8/2020) pukul 16.00 WIB.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan menerangkan bahwa total pasien terpapar virus Corona berjumlah 4.261 orang di Sumut.
"Update data Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara hingga 4 Agustus 2020, pasien konfirmasi bertambah 68 kasus baru dengan total berjumlah 4.261 orang," ungkapnya.
Angka positif terkonfirmasi Covid-19 tersebut hasil dari 23.589 spesimen sampel yang telah diuji di laboratorium.
Sampel untuk hari ini dilakukan terhadap 231 orang.
Peningkatan juga terjadi pada pasien sembuh dari virus corona yaitu bertambah sebanyak 64 orang.
"Pasien meninggal dunia akibat positif virus corona bertambah 6 orang menjadi 210 orang. Sementara pasien sembuh total menjadi 1716 orang," tutur Whiko.
Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami pengurangan sebanyak 17 orang dalam sehari.
"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 515 orang," ungkap Whiko
Whiko menyebutkan penyebab dari melonjaknya angka ini disebabkan masifnya pemeriksaan yang dilakukan pihaknya.
"Kita dapatkan beberapa kali melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara yang ada saat ini. Hal ini salah satunya karena masifnya pemeriksaan swab PCR dan rapid test yang dilakukan Gugus Tugas di Sumatera Utara. Yang dilakukan baik di rumah maupun di lokasi lainnya," tuturnya.
Whiko membeberkan masifnya pemeriksaan ini sebagai cara menuju tatanan hidup baru (new normal life) yang akan direalisasi di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
"Hal ini sebagai salah satu syarat formal yang akan dipenuhi yang di antaranya transmisi Covid19 dan kemampuan sistem kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi para penderita Covid19. Pemerintahan provinsi Sumatera Utara ekstra hati-hati menetapkan kebijakan new normal setelah mendapatkan masukan dari para pakar dan akademisi," ungkapnya.(Wen/Tribun-Medan.com)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masyarakat semakin khawatir dengan wabah virus corona atau Covid-19, terutama pada dua pekan terakhir.
Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).
"Yang pertama saya tidak tahu sebabnya apa, tetapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai Covid," kata Jokowi yang dikutip dari Kompas TV.
"Entah karena kasusnya meningkat atau terutama kalangan menengah ke atas melihat karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak semakin sedikit, tapi semakin banyak.”
Karena itu, Jokowi meminta para menteri terkait agar secara masif mengampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Itu seperti mengenakan masker dan menjaga jarak di ruang publik, serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
Menurut dia, sejauh ini kampanye mengenai protokol kesehatan belum massif.
Juga belum apat dipahami masyarakat, sehingga masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya ihwal penggunaan masker.
Jokowi menambahkan, kampanye pelaksanaan protokol kesehatan harus dilakukan perlahan dan terpisah antara penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan agar mudah dipahami masyarakat.
"Saya ingin fokus saja mungkin dalam dua minggu kita fokus kampanye mengenai pakai masker,” ujar Jokowi.
“Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya. Tidak dicampur urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerumun, pakai masker.”
Jokowi menjelaskan, kempanye protokol kesehatan harus dilakukan terpisah, karena ada sejumlah masyarakat yang mungkin baru mengerti jika dijelaskan satu per satu.
“Kalau barengan mungkin yang menengah atas bisa ditangkep dengan cepat, tapi yang di bawah ini menurut saya memerlukan satu per satu," ujar Jokowi.
Peringkat Indonesia di Asia
Seperti diketahui, jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia sampai Minggu (2/8/2020) tercatat sebanyak 111.455 kasus.
Dari jumlah kasus tersebut, diketahui terdapat 68.975 orang telah sembuh, dan 5.236 pasien meninggal dunia.
Dengan jumlah kasus Covid-19 sebanyak itu, menempatkan Indonesia berada di peringkat tujuh di kawasan Asia.
Sedangkan peringkat pertama jumlah kasus Covid-19 masih ditempati India dengan 1.750.723 kasus.
Dari jumlah itu 1.145.629 pasien sembuh dan 37.364 orang meninggal dunia.
Posisi kedua ada Iran dengan 309.437 kasus. Rinciannya, 268.102 orang sembuh dan 17.190 pasien meninggal dunia.
Di posisi ketiga ada Pakistan dengan 279.699 kasus.
Dari jumlah itu, pasien sembuh dinyatakan ada 248.577 orang dan yang meninggal dunia 5.976 orang.
Keempat, Arab Saudi dengan 278.835 kasus Covid-19, 240.081 pasien sembuh dan 2.917 orang meninggal dunia.
Posisi kelima ditempati Bangladesh dengan 240.746 kasus positif, 136.839 pasien sembuh dan 3.154 orang meninggal dunia.
Irak ada di posisi keenam dengan 129.151 kasus positif Covid-19.
Sebanyak 91.886 pasien sembuh dan 4.868 orang meninggal dunia. (Kompas TV)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/edy-rahmayadi-2.jpg)