Ibunya Meninggal Kena COVID-19, Keluarga Tidak Terima, Labrak dan Tikam Dokter yang Merawat

Sekitar pukul 7.00, dr Verma didatangi Natwar Hiralal Sakat dan tiga kerabat lainnya yang mempertanyakan kematian ibunya pukul 5 subuh.

Editor: Tariden Turnip
moneylife.in
Ibunya Meninggal Kena COVID-19, Keluarga Tidak Terima, Labrak dan Tikam Dokter yang Merawat. Dokter Verma mengalami luka di dada, leher dan tangan 

IBUNYA meninggal kena COVID-19, keluarga pasien labrak dan tikam dokter yang menangani korban hingga bersimbah darah.

Aksi penyerangan dokter yang sudah bertaruh nyawa melawan COVID-19 terjadi di rumah sakit terkenal Rumah Sakit Alpha Superspeciality, Latur, Maharashtra, India, Rabu (29/7/2020) pagi.

Dr Dinesh Verma mengalami luka di dada, leher, dan di tangan setelah ditikam Natwar Hiralal Sakat, 35, setelah ibu pelaku meninggal dunia pukul 5 pagi.

Ibu pelaku yang berusia 70 tahun dirawat di rumah sakit ini sejak 25 Juli 2020 setelah dinyatakan positif COVID-19, kata seorang petugas polisi.

Pasien ini yang juga menderita penyakit penyerta kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dan meninggal Rabu subuh.

Setelah bertugas semalaman, sekitar pukul 7.00, dr Verma didatangi Natwar Hiralal Sakat dan tiga kerabat lainnya yang mempertanyakan kematian ibunya pukul 5 subuh.

Saat pembicaraan berubah menjadi debat panas, tiba-tiba Natwar Hiralal Sakat mengambil senjata tajam dan menyerang dr Verma.

Dr Verma mencoba menyelamatkan dirinya dari serangan itu dengan menangkis tikaman pisau.

Akhirnya dr Verma mendapat luka tikaman di dada, tangan dan leher.

Sedangkan staf rumah sakit berupaya mengendalikan kerabat pelaku saat Natwar Sakat menyerang dr Verma.

Melansir moneylife.in, Ketua Asosiasi Medis India (IMA) Latur dr Vishwas Kulkarni mengatakan kondisi dr Verma sudah stabil dan menjalani perawatan di rumah lain.

Natwar Sakat langsung ditangkap polisi.

Asosiasi Medis India mengutuk insiden itu dan mengumumkan bahwa Departemen Pasien Rawat Jalan (OPD) di distrik itu akan tetap tutup selama sehari sebagai protes.

Mereka juga menuntut perlindungan polisi sepanjang waktu kepada dokter.

Kasus penyerangan petugas medis seperti yang dialami dr Verma oleh keluarga pasien COVID-19 di India ini bukan lah yang pertama.

Sebelumnya, seorang dokter muda di RS Gandhi, Hyderabad, Telangana, diserang keluarga pasien COVID-19 saat bertugas 1 April 2020 malam. 

Empat anggota dari keluarga pasien, termasuk seorang wanita, dirawat di ruang isolasi COVID-19 dan semuanya dinyatakan positif COVID-19.

Namun satu pasien berusia 49 tahun, meninggal pada Rabu malam.

“Salah satu pasien, seorang lelaki tua, berada dalam kondisi kritis dalam dua hari terakhir.

Kami telah memberi tahu dua anggota keluarganya tentang kondisinya, tetapi mereka tidak memberi kami izin untuk intubasi (untuk menyediakan oksigen) pasien.

Setelah dia meninggal, kedua anggota keluarga menampar dokter dan menyerang penjaga keamanan, ” kata seorang dokter junior dari rumah sakit.

Dokter umum demo setelah diserang keluarga pasien COVID-19
Dokter umum demo setelah diserang keluarga pasien COVID-19 (the hindus times)

Segera setelah kejadian pada hari Rabu malam, dokter junior berkumpul di pintu masuk gedung utama sebagai protes.

Pejabat senior dari kepolisian dan departemen kesehatan mengunjungi rumah sakit untuk mengendalikan situasi.

Akhirnya, pada 10 Juni 2020, sekitar 200 dokter umum junior dari Rumah Sakit Gandhi Hyderabad melakukan pemogokan sejak Selasa malam untuk memprotes serangan terhadap satu rekan mereka oleh kerabat pasien COVID-19. (moneylife.in/the hindus times)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved