Update Covid19 Sumut 24 Juli 2020

Penjelasan RS Martha Friska soal Video Viral Pria Marah-marah Tak Terima Ortu Dinyatakan Covid-19

Media sosial diramaikan video viral yang memperlihatkan seorang pria marah-marah di pintu masuk Rumah Sakit Martha Friska di Jalan Multatuli, Medan

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Seorang pria tampak marah-marah karena tidak terima diduga orangtuanya terpapar Covid-19. 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Media sosial diramaikan video viral yang memperlihatkan seorang pria marah-marah di pintu masuk Rumah Sakit Martha Friska di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Pria itu tidak terima karena orangtuanya dinyatakan terpapar Covid-19, oleh pihak RS Martha Friska.

Melalui video yang diunggah akun instagram @teluuur yang beredar di media sosial berdurasi 50 detik, pria tersebut tampak kesal dan emosi sambil menunjuk-nunjuk gedung rumah sakit yang berada di Kota Medan.

"Setelah berkali-kali ditelepon namun tidak direspon, anak dari pasien suspek Covid mendatangi salah satu rumah sakit di Medan untuk mempertanyakan kejelasan status orang tuanya yang divonis Covid padahal hasil swab test-nya negatif," tulis keterangan di video tersebut.

Terkait viralnya video tersebut, pihak RS Martha Friska Medan angkat bicara atas apa yang sudah disampaikan oleh pria tersebut.

"Ya beginilah nasib kami, sudah melayani pasien 24 jam semua berhak memaki kami dan kami harus diam. Pasien dari rujukan rumah sakit swasta dengan diagnosa masuk suspek Covid -19 berat dengan gejala pneumonia berat.

Kami rawat maksimum selama lebih kurang tiga hari dan hasil swab pertama menunjukkan PCR negatif.

Pasien Covid-19 harus dilakukan dua kali swab untuk penegakkan diagnosa, dan bila salah satu (pemeriksaan) positif disebut Covid-19 terkonfirmasi," ucap Direktur RS Martha Friska, dr Fransiscus Ginting, Jumat (24/7/2020).

KISAH DIMAS Siswa SMP Tetap Sekolah, Sendirian di Kelas Saat Covid-19, Karena Tak Punya Smartphone

KRONOLOGI Wanita Dihipnotis dalam Angkot di Medan, Cara Pelaku Pegang Tangan Korban, Gasak Cincin

Penduduk Miskin Baru di Sumut Bertambah 1,2 Juta Akibat Pandemi Covid-19

Lanjut Fransiscus, karena pasien baru satu kali swab yang hasilnya negatif, maka diagnosanya adalah probable Covid-19.

Karena, menurut dia, bisa saja swab yang kedua adalah positif.

"Kita sudah edukasi dan berbicara kepada keluarga pasien sampai tengah malam. Pasien yang masuk ke RS Martha Friska adalah pasien berat rujukan rumah sakit lainnya, dan keluarga pasien telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bila pasien meninggal maka pemakaman sesuai dengan pasien Covid-19," ucap Fransiscus melalui pesan Whatsapp.

Franssiscus juga menjelaskan, begitu juga dengan pasien yang meninggal dengan gejala Covid-19, bila hasil swab belum keluar, maka diagnosanya adalah pasien probable Covid-19 dan pemakaman sesuai alur pasien covid sesuai dengan buku petunjuk pelaksanaan Kemenkes terbaru.

"Semua boleh marah, memaki dan mengancam kami yang bekerja 24 jam merawat pasien, dan kami hanya diam, apakah ini adil, Tuhan yang tahu, kami akan tetap bekerja melayani pasien kami, walaupun saya sangat lelah fisik dan mental, beserta team.

Ini adalah wabah, semuanya serba baru, masyarakat mungkin belum paham, panik, emosional, kami bisa terima, tapi hati kami sebagai manusia juga sakit dan pedih, melihat pasien kami yang meninggal setelah kami rawat maksimum dan kami dimaki- maki, dan kami hanya bisa diam," ucap Fransiscus Ginting.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved