Update Covid19 Sumut 22 Juli 2020

BREAKING NEWS, Pejabat Pemko Medan Meninggal Dunia, Diagnosa Dokter Disebut-sebut Indikasi Covid-19

Edison Sagala sejak lama sakit typus stadium-4 tetapi disebut-sebut diagnosa dokter ada indikasi juga Covid-19.

Istimewa
Pejabat Pemko Medan Edison Sagala meninggal dunia, Selasa (21/7/2020) 

T R I B U N-M E D A N.com - Kepala Bidang Pengendalian, Pengembangan dan Keselamatan (PP&K) Dinas Perhubungan Kota Medan, Edison Sagala meninggal dunia, Selasa (21/7/2020) malam.

Edison Sagala sejak lama sakit typus stadium-4 tetapi disebut-sebut diagnosa dokter ada indikasi juga Covid-19.

Seorang pejabat Pemko Medan yang menolak identitasnya dipublikasi menyampaikan, sangat terkejut mendengar kabar bahwa rekan kerjanya meninggal dunia.  

"Kabar yang saya dapat masuk rumah sakit pukul 16.00 WIB atau jam 4 sore dan meninggal dunia pukul 19.00 WIB atau jam 7 malam," ujarnya kepada Tri bun-Medan.com, Rabu (22/7/2020).

Dia menambahkan, Edison Sagala sudah dimakamkan sesuai prosedur pasien Covid-19 pada pekuburan Covid-19 Pemko Medan

"Tadi malam pukul 00.00 WIB atau Rabu dini hari sudah dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 atas persetujuan keluarga," ujarnya.

Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane membenarkan Edison Sagala meninggal dunia, tetapi ia tidak mengetahui penyakitnya.

"Saya kurang tahu sakitnya apa. Mungkin bisa langsung ke dinas kesehatan apabila ada kabar indikasi Covid-19," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan bahwa almarhum yang positif covid-19 telah dikuburkan.

Penguburan dilakukan pada Rabu (22/7/2020) dini hari.

"Sudah dikuburkan," ujarnya singkat saat dikonfirmasi T r i b un-Medan.com, Rabu siang.

Edison Sagala awalnya dikabarkan sempat juga mengalami sakit tifus.

Berdasar informasi yang dihimpun , almarhum Edison Sagala meninggal di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Medan setelah menjalani perawatan.

Terkait kondisi meninggalnya Edison, selaku Kepala Dinas, Iswar Lubis turut mengucapkan rasa belansugkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Dia berharap keluarga tabah dan Ihklas.

"Kalau kita tetap (berbelasungkawa ). Ini adalah musibah namun yakinilah bahwa kita semua harus Ihklas. Kita yakini bahwa di sana Tuhan lebih sayang terhadap beliau daripada kita," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan yang dikonfirmasi Rabu siang juga mengatakan bahwa mendapat kabar almarhum Edison Sagala positif covid.

Pihak GTPP covid kota Medan juga akan melakukan pengecekan data lebih lanjut sebagai langkah penanganan selanjutnya.

Juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (SGTPP) Covid-19 Mardohar Tambunan
Juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (SGTPP) Covid-19 Mardohar Tambunan (T R I B U N-MEDAN/Maurits)

"Saya baca secara sekilas dia (almarhum) covid positif terkonfirmasi.

Inilah mau saya cari tahu lagi (detailnya).

Karena tadi saya rapat di Bapeda, jadi saya belum tahu pasti berapa, apa, kenapa dan siapa, walaupun sudah beredar gambarnya," kata dr Mardohar.

Langkah Pencegahan

Kepala Dinas Perhubungan Pemko Medan Iswar Lubis mengatakan telah mengambil langkah penanganan untuk pencegahan penularan.

Ia mengatakan telah memerintahkan setiap jajarannya terkhusus staf yang ada melakukan kontak dengan almarhum selama 14 hari terakhir untuk melakukan isolasi mandiri sementara waktu.

"Kami mengumumkan kepada staff, bagi mereka yang ada merasa kontak dengan almarhum 14 hari terakhir, saya perintahkan untuk isolasi mandiri," ujarnya, Rabu (22/7/2020).

Iswar menjelaskan, isolasi mandiri bagi semua pegawai yang pernah kontak dengan almarhum Edison Sagala akan dilakukan selama 14 hari ke depan.

Selain mereka yang pernah kontak dengan almarhum, para staf yang juga sempat kontak dengan orang di sekitar Edison juga diminta melakukan isolasi mandiri sementara.

"Yang merasa kontak dengan orang di sekitarnya (almarhum) juga kita perintahkan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan," tambahnya.

Lebih lanjut Iswar menambahkan, para staf yang lebih tahu apakah selama 14 hari terakhir ada melakukan kontak dengan almarhum Edison.

Dia pun mempersilakan bagi staf yang melakukan isolasi mandiri bekerja dari rumah (work from home/wfh).

"Kan masing-masing (staf) kan bisa mengetahui. Silakan tidak masuk kantor dan isolasi Mandiri selama 14 hari ke depan," katanya.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved