Sistem Belajar Online di Sumut

SMP Negeri 10 Medan Wajibkan Siswa Pakai Seragam Selama Jalani Sistem Belajar Daring

Sistem pembelajaran online yang dilakukan oleh SMP Negeri 10 Medan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.45 WIB.

Editor: Salomo Tarigan
T R I B U N MEDAN/Rechtin Hani Ritonga
Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Medan di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan 

T R I B U N-MEDAN.com - Menjalankan sistem belajar daring Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Medan mewajibkan siswa-siswi untuk mengenakan seragam selama pembelajaran berlangsung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 10 Medan, Nurhaida mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan siswa menjalankan proses belajar online secara efektif.

"Kita wajibkan siswa-siswi itu mengenakan seragam sekolah untuk memastikan mereka mengikuti pembelajaran online ini dengan tertib," ujar Nurhaida, Senin (20/7/2020).

Nurhaida menerangkan, sistem pembelajaran online yang dilakukan oleh SMP Negeri 10 Medan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.45 WIB.

Dengan diwajibkan nya, siswa-siswi menggunakan seragam selama belajar di rumah, ia mengatakan agar siswa-siswi dapat belajar dengan cara kondusif.

"Ada beberapa alasan kenapa kita wajibkan mereka mengenakan seragam selama belajar. Yang pertama agar mereka tidak pergi ke mana-mana misalnya ada orangtua yang menyuruh anaknya ke warung dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu, terang Nurhaida juga agar setiap siswa-siswi yang memulai pembelajaran dengan daring tetap bersiap seperti layaknya pergi ke sekolah.

"Nah yang ke dua supaya mereka mandi pagi. Tetap melakukan kebiasaan seperti sekolah tatap muka pada umumnya," tuturnya.

Nurhaida juga menuturkan bahwa selama satu minggu pembelajaran jarak jauh secara online dilakukan, pihaknya juga mendata siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti pembelajaran karena keterbatasan ekonomi.

Bagi siswa-siswi yang kurang mampu, diberlakukan sistem luring atau luar jaringan. Setiap dua minggu sekali siswa mengambil bahan ajar dan tugas yang sudah dicetak di sekolah.

Kemudian dikembalikan pada minggu selanjutnya.

"Sejauh ini, menuju hampir dua minggu pembelajaran ya, kita data ada kurang lebih sepuluh orang siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring. Itu caranya kita berikan mereka bahan ajar dan tugas yang bisa diambil langsung di sekolah," katanya.

(cr14/t r i b u n-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved