Tahun Ajaran Baru, SMK Negeri 10 Medan Lakukan Pembelajaran Daring Lewat Aplikasi Zoom

Siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran daring sebelumnya telah mendapatkan roster pelajaran melalui WhatsApp.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PROSES Masa Pengenalan Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Medan melakukan pembelajaran daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran daring sebelumnya telah mendapatkan roster pelajaran melalui WhatsApp.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Saksi Sebayang mengatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran untuk kelas XI dan XII sudah dimulai sejak Senin (13/7/2020). Sedangkan untuk siswa-siswi kelas X dilakukan MPLS secara daring selama tiga hari.

"Pelaksanaan Pembelajaran di SMK Negeri 10 sudah dilakukan sejak hari Senin. Pembelajaran dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom," ujar Saksi Sebayang, Sabtu (18/7/2020).

SMA Negeri 15 Medan Adakan Pelatihan Guru Hadapi Sistem Belajar Daring

Dijelaskannya, pada hari ini pelaksanaan pembelajaran daring masih berlanjut seperti biasa.

Para guru, terangnya melakukan proses belajar daring dari sekolah. Hal ini agar lebih mudah dalam akses internet dan koordinasi antar guru.

"Proses belajar mengajar juga telah dilakukan. Para guru melakukan nya via Zoom. Jadi dalam satu ruangan ada beberapa guru, dengan layar Zoom berisikan kelas masing-masing yang tengah berlangsung," tuturnya.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini, siswa-siswi SMK Negeri 10 Medan diharuskan menggunakan seragam sekolah. Hal ini terangnya untuk mendukung kondusivitas proses belajar mengajar.

"Kita memang menganjurkan untuk menggunakan seragam. Paling tidak siswa itu rapi lah saat sekolah, walaupun belajar nya secara daring," terangnya, Selasa (14/7/2020).

Kata Pengamat Pendidikan Sumut soal Pembelajaran Daring Saat Pandemi

Sebayang menuturkan bahwa meskipun menggunakan seragam namun pihak sekolah tidak ingin memberatkan para peserta didik baru.

Untuk itu para siswa baru meskipun tidak menggunakan seragam SMK, disarankan untuk menggunakan pakaian putih atau seragam SMP sebelumnya yang logonya telah dicopot.

"Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah juga para siswa baru kita minta untuk memakai pakaian rapi. Kita kan bisa pantau itu dari layar nya masing-masing," tuturnya.

Pantauan Tribun Medan, suasana SMK Negeri 10 Medan tampak sepi. Beberapa guru sebagian mengikuti kegiatan MPLS secara daring, dan sebagian lainnya mengajar kelas 11 dan 12.

Dikatakan Sebayang, para guru melakukan proses belajar daring dari sekolah. Hal ini agar lebih mudah dalam akses internet dan koordinasi antar guru.

"Proses belajar mengajar juga telah dilakukan. Para guru melakukan nya via Zoom. Jadi dalam satu ruangan ada beberapa guru, dengan layar Zoom berisikan kelas masing-masing yang tengah berlangsung," tuturnya.

Ia mengatakan sebanyak 358 siswa yang diterima di SMK Negeri 10 Medan. Siswa-siswi ini dinyatakan lulus dari sebanyak tiga sesi seleksi. Yang terbagi ke dalam empat jurusan yakni 107 siswa di jurusan Multimedia, 107 siswa di jurusan tata busana, 72 di jurusan tata boga, dan 72 lainnya di jurusan kecantikan.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved