Update covid19 Sumut 12 Juni 2020
Daftar Kecamatan dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19 di Kota Medan, Total 35 Meninggal
Angka kematian (mortalitas) akibat terinfeksi corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Medan masih menunjukkan tren peningkatan.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Angka kematian (mortalitas) akibat terinfeksi corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Medan masih menunjukkan tren peningkatan.
Sebagai salah satu wilayah zona merah, jumlah korban meninggal akibat covid-19 di Kota Medan masih jadi yang tertinggi untuk wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Perceparan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, hingga Jumat (12/6/2020), tercatat jumlah korban meninggal akibat virus corona di sudah mencapai 35 orang.
Angka ini bertambah 2 dari sebelumnya 33 orang.
Dari peta sebaran korban meninggal tersebut, tercatat ada tiga kecamatan yang menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di kota Medan.
Tiga kecamatan tersebut adalah Medan Kota, Medan Area, dan Medan Sunggal dengan masing-masing 5 korban meninggal akibat covid-19.
Sementara itu, empat kecamatan lainnya yakni Medan Denai, Medan Selayang, Medan Amplas dan Helvetia tercatat masing-masing Sudah ada tiga orang korban meninggal.
• SAH, Tahun Ini USU Adakan Wisuda Online, Wisudawan Bikin Video Sendiri Pakai Toga Berdurasi 20 Detik
• Plt Wali Kota Medan Dipanggil Ditkrimsus Polda Sumut Terkait MTQ, Akhyar: Saya Hanya Ditanya
Sedangkan 8 korban meninggal lainnya tercatat berasal dari Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur masing-masing 2 orang, serta Medan Tuntungan dan Medan Johor masing-masing 1 korban jiwa meninggal akibat covid positif.
Untuk diketahui, hingga saat ini, 21 kecamatan di Kota Medan seluruhnya sudah berstatus zona merah (red zone).
Artinya, minimal sudah terdapat kasus positif covid di daerah tersebut.
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution sebelumnya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Medan masih belum akan menerapkan new normal.
Akhyar mengatakan pihaknya masih melakukan persiapan. Menurutnya, yang terpenting adalah terbangunnya sebuah kultur baru di tengah masyarakat di tengah pandemi yang masih belum usai.
"Dari semua hal ini, yang terpenting adalah pembangunan sebuah kultur baru. Kultur baru yaitu masyarakat hidup di dalam suasana pandemi Covid-19," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit blak-blakan menyebutkan bahwa Kota Medan tidak bisa menerapkan aturan New Normal.
Menurut dia, ketidakpatuhan masyarakat di Kota Medan untuk menerapkan protokol kesehatan membuat jumlah kasus meningkat, bukan menurun.
"Semua syarat (New Normal) tidak terpenuhi. Bukannya turun (kasus) yang kena malah makin naik positif," kata Alwi belum lama ini.
• Pemuda 19 Tahun Cabuli Balita di Siantar, Terungkap Saat Korban Kesakitan Buang Air Kecil
• Ketua DPRD Sumut Sesalkan Ucapan Gubernur Edy soal KPK Harus Minta Izin untuk Periksa Kepala Daerah
Sementara itu, angka pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara kembali melonjak drastis dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan menginformasikan ada tambahan sebanyak 88 kasus positif baru pada hari ini, Jumat (12/6/2020).
"Pasien positif metode PCR berjumlah 768 dari sebelumnya 680 orang. Penderita covid positif kembali melonjak, hari ini bertambah 88. PDP 163 orang, pasien Covid aktif 506 orang," ujarnya, Jumat sore.
Whiko memaparkan, dari 88 kasus covid-19 baru yang bertambah dalam sehari di Sumut, kota Medan masih menjadi penyumbang terbanyak pasien positif.
Daerah zona merah di Sumut juga kembali bertambah menjadi 9 wilayah, setelah masuknya Kabupaten Langkat terhitung hari ini, Jumat (12/6/2020).
Kabupaten Langkat telah menjadi kawasan zona merah Covid-19 usai mengalami kenaikan pasien positif dimana total menjadi 6 orang. Sedangkan pasien sembuh ada 2 orang dan meninggal 1 orang.
Berikut daftar 9 wilayah dengan Zona Merah di Sumut:
1. Kota Medan dengan 525 kasus positif Covid-19
2. Kabupaten Deliserdang dengan 97 kasus positif Covid-19
3. Kota Pematangsiantar dengan 37 kasus positif Covid-19
4. Kabupaten Simalungun dengan 22 kasus positif Covid-19
5. Kota Binjai dengan 13 kasus positif Covid-19
6. Kabupaten Serdangbedagai dengan 13 kasus positif Covid-19
7. Kabupaten Asahan dengan 7 kasus positif Covid-19
8. Kabupaten Karo dengan 7 kasus positif Covid-19
9. Kabupaten Langkat dengan 6 kasus positif Covid-19.
Bertambah 1.111 Pasien Se-Indonesia
Sementara itu, pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di Indonesia, sehingga kasus Covid-19 terus bertambah hingga saat ini.
Berdasarkan data pemerintah hingga Jumat (12/6/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 1.111 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Penambahan itu menyebabkan kini ada 36.406 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.
Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Jumat sore.
"Kami dapatkan kasus Covid-19 yang positif ada 1.111 orang, sehingga totalnya menjadi 36.406 orang," ujar Yurianto.
Data yang sama juga memperlihatkan bahwa ada penambahan 577 pasien covid-19 yang dinilai sudah sembuh.
Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali tes berdasarkan polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.
Dengan demikian, saat ini ada 13.213 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.
Namun, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Ada penambahan 48 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 11 - 12 Juni 2020.
Total ada 2.048 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia.
(Can/Tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/layanan-rapid-test-drive-thru-gratis-3.jpg)