Cerita Wanda Hamidah Tamat Kuliah Tanpa Wisuda, Dulu Tidak Punya Duit tapi Kini Sukses Jadi Pejabat
Artis senior Wanda Hamidah membagikan pengalaman sedihnya tidak sanggup membayar uang wisuda sehingga tidak ikut diwisuda dengan teman-teman kuliahnya
TRI BUN-MEDAN.com- Artis senior Wanda Hamidah membagikan pengalaman sedihnya tidak sanggup membayar uang wisuda sehingga tidak ikut diwisuda dengan teman-teman kuliahnya.
Meski tidak ikut wisuda kini Wanda Wamidah sukses menjadi selebriti sekaligus politikus.
Kisah pilu kehidupannya diceritakan lewat media sosialnya.
"Gw mau cerita nih tentang wisuda, gw belum pernah ceritain siapa2, termasuk anak2, teman2 dan orang tua, mau cerita krn terinspirasi dari kalian angkatan 2020 yang tidak bisa wisuda. Gw engga biasa menceritakan kesusahan dan kesedihan, bukan malu ya lebih karena engga mau orang ikut sedih juga. But this one worth to tell, semoga membesarkan hati kalian yg engga bisa wisuda tahun ini," ungkap Wanda Hamidah.
Kejadian ini berlangsung sekitar 14 tahun silam, saat dirinya lulus S2 dari kampus ternama di Indonesia.
Ia berharap dengan menceritakan hal ini bisa jadi inspirasi dan membesarkan hati para wisudawan tahun ini.
"Tahun 2006 gw lulus S2 Universitas Indonesia, Universitas prestigious dambaan semua insan (emoji)
Gw engga ikut wisudanya. Kenapa ? Gw engga punya uang 600rb.. untuk bayar tetek bengek wisuda," terangnya.
Kala itu, Wanda Hamidah tidak ingin menyusahkan suami dan orangtuanya.
Wanda Hamidah tak bisa ikut wisuda karena tak punya uang
"Ekonomi memang lagi sulit , engga tega bebani suami (pada saat itu), atau bilang ke orang tua, gw tau kalau gw bilang nyokap, nyokap gw pasti dng segala cara mengusahakan nya. Temen gw juga engga ada yg tau, bisa patungan mereka kalau tau (maybe!) (emoji) tapi gw dididik dari kecil utk hidup tidak merepotkan orang lain. Dan perayaan wisuda bukan a matter of live and dead," jelasnya.
Ibu empat anak ini akhirnya memilih untuk tak ikut wisuda kelulusannya.
Namun, menurutnya wisuda bukanlah yang terpenting, melainkan apa yang harus dijalaninya setelah lulus jauh lebih penting.
Seberapa berguna dirinya untuk masyarakat dan ilmunya itu lebih berharga.
"Anyway.. I pretend that wisuda day, just any other of my days.. gw besarkan sendiri hati gw, banyak yang lebih penting dari sekedar perayaan serimonial wisuda.. akan menjadi apa kita nantinya lebih penting, apakah gelar kita akan bermanfaat buat orang banyak lebih penting, 600rb pada saat itu juga lebih penting buat makan dan imunisasi anak gw ( baru melahirkan anak kedua) (emoji)," ucapnya.