Cara Mudah Asah Kemampuan Motorik Bayi, Ikuti 3 Langkah Menurut Dokter, Beri Saja Cemilan Balita

Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur mengatakan, sistem saraf dan kontrol otot anak semakin berkembang ketika memasuki 6 bulan

dok
Ilustrasi balita menyisir rambut 

TRI BUN-MEDAN.com- Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur mengatakan, sistem saraf dan kontrol otot anak semakin berkembang ketika memasuki usia 6 bulan, termasuk kemampuan motorik kasar dan halus.

"Bunda dapat melatih motorik si kecil, sekaligus juga memberikan nutrisi yang tepat melalui makanan atau camilannya. Sehingga si kecil bisa belajar menggenggam dan menjimpit camilannya sambil makan makanan bernutrisi tersebut juga," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Seperti, anak mulai bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisi.

Lalu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari dan pergelangan tangan.

Kemampuan ini memungkinkan anak melakukan berbagai hal seperti menggerakan tangan untuk makan, menggambar, mengambil barang-barang berukuran kecil, menggenggam, hingga memasukkan benda ke dalam wadah.

Orangtua bisa membantu anak melatih kemampuan motoriknya dengan berbagai stimulasi, termasuk stimulasi sederhana yang dilakukan sehari-hari. Misalnya, menggunakan camilan berukuran kecil yang bisa dipegang jarinya.

Berikut beberapa contoh aktivitas sederhana yang bisa dilakukan untuk menstimulasi motorik bayi:

1. Bermain Telungkup

Pastikan ibu atau orang dewasa lainnya mengawasi anak ketika melakukan permainan ini. Untuk menstimulasi si kecil lewat aktivitas ini, posisikan tubuh mereka tertelungkup. Ini dilakukan untuk memperkuat otot leher dan punggung anak.

Pancing perhatian anak dengan memegang mainan berwarna-warni serta bunyi yang menarik perhatiannya. Lakukan posisi ini selama 1-2 menit.

2. Main Bola

Gulirkan bola besar ke arah anak dan amati responsnya. Awalnya mungkin dia hanya sekadar menepuk bola tersebut.

Namun, respons anak akan berkembang seiring berjalannya waktu. Misalnya, di waktu berikutnya anak akan berusaha untuk mendorong balik bola tersebut.

Di waktu berikutnya, ayah atau ibu bisa mengajak anak bermain memberi dan menerima.

Letakkan sesuatu yang dapat digenggam anak, lalu coba tarik atau ambil benda tersebit dengan lembut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved