Pansus Covid-19 DPRD Sumut Soroti Dana Fantastis Live Streaming Gugus Tugas Senilai Rp 1,12 Miliar

Kegiatan live streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumut menghabiskan anggaran hingga Rp 1,12 miliar.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
RAPAT Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus COVID-19 DPRD Sumatera Utara dengan Pemprov Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegiatan live streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumut menghabiskan anggaran hingga Rp 1,12 miliar.

Anggaran fantastis ini pun menjadi sorotan Pansus Covid-19 DPRD Sumut.

Hal ini disampaikan anggota Pansus Covid-19 DPRD Sumut, Meryl Saragih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemprov Sumut dan GTTP Sumut.

"Mengenai anggaran alokasi juga bisa dicek dan dievaluasi setiap hari atau tidak. Misalnya ini pak, salah satu contoh mengenai live streaming.

Live streaming ini anggaranya itu di bagian komunikasi dan informasi senilai Rp 1.129.550.000," ungkapnya.

Dengan anggaran sebesar itu, anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengkritisi efektivitas dari streaming dengan jangkauan hanya 159 view.

"Nah, saya cek live streaming gugus tugas ini, dengan biaya segitu sampai termin pertama ini view-nya cuma 159 di YouTube. Dengan anggaran sebesar ini sangat tidak efektif," tuturnya.

Bahkan ia membandingkan, viewer milik akun YouTube keponakannya yang jauh lebih besar dibandingkan akun YouTube Humas Sumut.

"Karena sayang sekali , dengan anggaran sebesar ini yang ngewiev hanya segini. Bahkan keponakan saya lebih tinggi dari 129 ini, bahkan kita tidak tahu ini dari masyarakat atau tidak," tegasnya.

Meryl lebih lanjut menyarankan agar alokasi anggaran live streaming ini bisa dilakukan lebih efektif dengan mengintegrasikan sosial media.

"Bagaimana misalnya saya punya solusi bagaimana kalau untuk mengintegrasikan YouTube dengan website khusus untuk informasi mengenai Covid19 di Sumatera Utara. Jadi salah satu ada portal yang terintegrasi misalnya ada YouTube, Instagram, dan facebook supaya view-nya ini naik," beber Meryl.

Ia bahkan mencontohkan cara BNPB Pusat yang bekerjasama dengan influenser-influencer yang ada dalam sosialisasi di media sosial.

"Mungkin kita bisa mengundang influencer-influencer anak muda untuk bisa digandeng seperti BNPB pusat menggandeng duta-duta untuk Covid-19 ini sehingga bisa membantu, karena menurut saya informasi ini sangat penting untuk diberikan ke masyarakat.

Karena ini sangat penting, karena masyarakat ini sangat tidak peduli, karena saya lihat papan-papan imbauan di Sumut sangat minim dan kurang ditampilkan," tegasnya.

Ia menegaskan apabila nantinya alokasi dana live streaming tidak ada perubahan maka sebaiknya segera dialihkan.

"Apabila terus seperti ini agar alokasi pembayarannya dipindahkan ke yang lebih penting," pungkasnya.

(vic/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved