Ramadhan 2020
Sala Bulek Khas Padang, Cemilan Pilihan Saat Berbuka Puasa di Medan
Sala Lauak ini merupakan makanan khas Pariaman Sumatera Barat. Kebanyakan makanan ini ditemui di daerah Pariaman yang terletak di kawasan pesisir.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya penganan khas Melayu saja yang populer di Medan untuk cemilan berbuka puasa.
Penganan khas Padang, ranah Minangkabau atau Sumatra Barat, Sala Bulek juga populer sebagai cemilan berbuka puasa di Medan.
Seorang pedagang Sala Bulek di Kota Medan, Ibu Sri mengatakan, penganan atau gorengan ini memiliki nama sangat unik.
Sala Bulek adalah sebutan bagi orang Minang yang merantau ke Medan. Sementara, nama aslinya ialah Sala Lauak.
"Ya, itulah nama aslinya. Tapi bagi kami perantauan Minang ke Medan, menyebutkannya Sala Bulek. Waktu kecil-kecil kami di Jalan Utama Medan ini sudah begitu," ujarnya.
Dikatakannya, Sala Lauak ini merupakan makanan khas Pariaman Sumatera Barat. Kebanyakan makanan ini ditemui di daerah Pariaman yang terletak di kawasan pesisir.
Secara harfiah, kata Sala dapat diartikan sebagai 'goreng', artinya istilah ini digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan yang diolah dengan cara digoreng.
Karena itulah, selain jenis sala lauak ini, terdapat hidangan lain yang juga mendapat sebutan sala, seperti nasi sala, sala udang, dan sala kepiting.
"Sementara kalau lauak secara sederhana berarti ikan. Walaupun, secara artinya bermakna 'ikan goreng'. Jadi Sala lauak ini juga merupakan hidangan berbentuk gumpalan sebesar ibu jari yang terbuat dari adonan daging ikan yang dihaluskan dan dicampur tepung," pungkasnya.
Lanjutnya, Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi gumpalan dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Gumpalan-gumpalan bertekstur renyah ini memiliki citarasa yang dominan asin dan gurih dengan aroma rempah berasal dari beberapa jenis bumbu yang ditambahkan didalamnya.
" Kalai Sala Lauak yang paling umum bentuknya itu bulat sebesar bola pingpong atau sala keras. Sala berbentuk bulat ini terbuat dari bahan ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan tepung beras yang dibumbui bawang putih," ujarnya.
• Berbagi Berkah Ramadan, Kolaborasi Komunitas Pecinta Alam di Medan Bagi Sembako untuk Anak Yatim
Kalau untuk teksturnya bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak.
Karena teksturnya yang keras di bagian luar, sala jenis ini disebut sala keras.
Kemudian, Sala Lauak di Kota Medan dapat ditemukan di Jalan Utama, simpang Jalan Cemara, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Koat.
Dari simpang Jalan Cemara tersebut sampai Jalan Utama terlihatlah para pedagang Sala Lauak.
"Biasanya para pedagang yang menjual Sala Lauak ini menggunakan steling. Kebanyakan pedagang yang menjual Sala Lauak sambil berjualan Lontong Sayur dan Nasi Gurih khas Padang," tuturnya.
Wajar saja banyak penjual Sala Lauak di Jalan Utama Kota Medan ini.
Karena, di Jalan Utama ini hampir rata kebanyakan orang bersuku Minangkabau yang merantau dari Negeri Padang atau Sumbar dan menetap di kawasan Jalan Utama Kota Medan.
"Biasanya anak-anak kecil dan remaja di Jalan Utama ini menyebutkan Sala Lauak dengan sebutan Sala Bulek. Para anak-anak di daerah kawasan tersebut jika ingin membeli Sala Lauak dengan nyanyian gitu," katanya.
Sala Lauak atau Sala Bulek ini dijual perbiji dengan harga Rp 1000. Namun ada juga yang dijual tiga buah dengan hargaRp 2500.
Di Jalan Utama ini, biasanya para Pedagang Sala Bulek atau Sala Lauak berjualan pada sore hingga malam hari. (cr22/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sala-nbule-ramadan.jpg)