VIDEO VIRAL Orang Asing Bawa Senjata Celurit Dijegal, Pria Peronda Malah Jadi Tersangka
Tapi gak disangka orang asing itu terbentur kepalanya ke aspalsaat dijegal, tak sadarkan diri hingga meninggal.
TRI BUN-MEDAN.com - Kehawatian pada orang asing bawa senjata celurit meresahkan hingga seorang pereonda berhasil menjegalnya.
Tapi gak disangka orang asing itu terbentur kepalanya ke aspalsaat dijegal, tak sadarkan diri hingga meninggal.
//
Berikut kronologi tragedi maut ronda malam di Tulungagung untuk menghalau orang asing saat pandemi COVID-19 ( virus corona).
Untuk menjaga orang asing masuk desa saat pandemi COVID-19, warga di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melakukan ronda malam.
Namun, tragedi ronda malam itu berakhir nahas setelah salah satu warga desa secara tidak sengaja membuat orang asing yang dihalau meninggal dunia setelah kena jurusnya.
Peristiwa itu terungkap dalam video yang beredar di media sosial.
Orang asing itu meninggal dunia setelah diserang warga berinisial AP (38) alias Gaguk, Rabu (13/5/2020) malam.
Berikut kronologi lengkapnya seperti yang dilaporkan reporter SURYA.co.id :
Kejadian nahas itu berawal saat sejumlah warga berusaha mengepung orang asing yang masuk ke desanya sambil membawa pisau.
• Seorang Anggota TNI AD Serda Baso Tewas Ditikam Pemuda, Polisi Ungkap Kronologi, Foto Pelaku Disebar
• Pemprov Sumut Dituding Ambil Untung Miliaran Selisih Harga Sembako, Ini Penjelasan Kepala BPBD
Salah satu yang ikut mengepung adalah AP (38) alias Gaguk.
Dalam rekaman video pendek yang beredar, Gaguk sempat membawa celurit untuk berjaga-jaga.
Dari arah belakang ia menyerang orang asing itu, dengan cara menjegal dan menjatuhkannya ke aspal jalan.
Terdengar suara yang sangat keras saat kepala bagian kanan orang itu membentur aspal.
• MALAM INI Jadwal Bola Borussia Dortmund vs Schalke 04, Liga Jerman (Bundesliga) dan K-League
Saking kerasnya benturan kepala Sarto dengan aspal membuat laki-laki nahas ini tidak sadarkan diri.
Karena kondisinya memburuk, ia dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Namun tidak lama kemudian Sarto meninggal dunia.
Belakangan diketahui, orang itu adalah Sarto (54), warga Dusun Jati, Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
"Malam itu korban berjalan kaki dari rumahnya sampai masuk wilayah Desa Demuk," terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Jumat (15/5/2020).
Setelah kejadian itu AP alias Gaguk lalu ditangkap polisi.
"AP kemudian kami amankan karena telah melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," sambung EG Pandia.
Sementara Gaguk hanya menunduk saat dibawa kelaur dari ruang tahanan Polres Tulungagung.
Kepala polisi ia mengaku tidak sengaja telah mengakibatkan Sarto meninggal dunia.
Menurutnya, saat itu dirinya bersama sejumlah orang tengah berjaga malam.
"Selama pandemi corona kan jaga supaya tidak ada orang asing yang masuk ke desa," ujar Gaguk.
Saat melihat Sarto menenteng pisau, warga pun khawatir ia melakukan kejahatan.
Atas inisiatifnya sendiri, Gaguk menyerangg Sarto dari belakang saat yang lain mengalihkan perhatiannya.
Namun ia tidak menyangka dampak serangannya sangat fatal bagi Sarto.
"Saya tidak berniat membunuhnya," ucapnya.
Sementara informasi dari warga, Sarto mempunyai keterbelakangan mental.
• MALAM INI Jadwal Bola Borussia Dortmund vs Schalke 04, Liga Jerman (Bundesliga) dan K-League
Namun ia dikenal tidak pernah membuat keonaran atau melakukan kejahatan.
Aktivitasnya sehari-hari menjadi kayu bakar di hutan.
Seperti diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di Tulungagung cukup banyak.
Saat ini ada 27 pasien yang masih menjalai karantina.
Sementara lima pasien positif virs corona sudah dinyatakan sembuh pada Senin (11/5/2020).
Salah satu yang sembuh adalah Imam Junaris (51) dari klaster calon petugas haji 2020.
Kemudian dokter Andi Irawan (44), Kepala Puskesmas Simo, juga dari kaster yang sama.
Tiga lainnya adalah paramedis, masing-masing Wasito Adi (29), Monica Yusfiana Indiarta (32) dan Rika Dwi Peni (35).
"Hari ini mereka menerima surat keterangan sembuh. Mereka sudah bisa beraktivitas seperti semula," terang wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro.
Galih menegaskan, secara medis mereka dijamin sudah tidak menularkann virus corona.
Karena itu masyarakat diminta bisa menerima mereka tanpa rasa takut.
Jangan sampai ada stigma negatif, karena mantan pasien ini sepenuhnya sehat dan tidak membahyakan orang lain.
"Mungkin mereka akan memulihkan psikis karena sudah lama tinggal di tempat karantina. Tapi mereka sudah tidak perlu karantina mandiri lagi," tegas Galih.
Dengan tambahan lima pasien sembuh, maka sudah ada 11 pasien terinfesi virus corona yang sudah sembuh.
Selain itu tidak ada pasien positif Covid-19 di Tulungagung yang meninggal dunia.
• Seorang Anggota TNI AD Serda Baso Tewas Ditikam Pemuda, Polisi Ungkap Kronologi, Foto Pelaku Disebar
• Anggota TNI Praka AF Dikeroyok 4 Pemuda Mabuk, Kronologi hingga Polisi Lakukan Penangkapan
• Tiga Kota Besar di Sumut Sarang Penularan Covid-19, Tindak Cafe tak Penuhi Protokol Kesehatan
VIDEO VIRAL Orang Asing Bawa Senjata Celurit Dijegal, Pria Peronda Malah Jadi Tersangka