PENYEBAB Gaya Rambut Virus Corona Jadi Tren di Afrika, Dilambangkan Cabang Kepang

Saat dunia masih bergelut dengan pandemi corona, model virus penyakit itu malah jadi model rambut.

Editor: Salomo Tarigan
Youtube
Gaya rambut virus corona di Afrika yang lagi tren 

TRI BUN-MEDAN.com -  Saat dunia masih bergelut dengan pandemi corona, model virus penyakit itu malah jadi model rambut.

Virus corona menciptakan gaya rambut baru di Afrika Timur.

Dilambangkan dengan beberapa cabang kepang yang mengarah ke atas seperti bentuk virus.

Sebelumnya, gaya rambut kepang sudah mulai ditinggalkan penduduk Afrika.

5 Khasiat Kunyit, Cegah Kanker, Mengobati Sakit Lambung hingga Mencegah Diabetes

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka lebih tertarik pada rambut palsu yang diimpor dari India, Tiongkok, dan Brasil.

Namun kini, di salon kecil di jalan yang sibuk di Kibera, Kenya, seorang penata rambut, Sharon Refa, mengepang rambut anak-anak perempuan seperti antena dan warga setempat menyebutnya ‘gaya rambut corona virus’.

“Beberapa orang dewasa tidak percaya bahwa virus corona nyata. Sebaliknya, anak-anak muda justru terlihat rajin mencuci tangan mereka dan mengenakan masker. Melihat hal tersebut, muncul ide gaya rambut corona ini,” kata Refa.

Syarat Mike Tyson vs Tyson Fury, Pertandingan yang Diajukan Promotor Bob Arum

Gaya rambut coronavirus populer karena berkaitan dengan kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Menurut para ibu di Afrika Timur, model rambut ini bisa didapat dengan membayar harga murah, sekaligus menyebarkan kesadaran bahwa virus corona itu nyata.

Margaret Andeya, seorang ibu yang mengalami kesulitan selama pandemi ini, mengatakan bahwa gaya rambut virus corona ini sangat cocok untuk anaknya, juga uang yang dia punya.

Pembatasan-pembatasan yang berlaku akibat virus tersebut telah ‘melumpuhkan’ oang-orang yang mengadalkan kehidupan pada pekerjaan sehari-hari.

Mike Tyson Jelang Naik Ring Tinju Lagi, Jalani Terapi Pemulihan Otot Rusak

“Gaya rambut ini jauh lebih terjangkau untuk orang-orang seperti saya yang tidak mampu membayar lebih, tapi tetap ingin anak kami terlihat bergaya,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan gaya rambut corona virus, hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp7 ribu.

Sementara, model rambut umumnya memerlukan biaya Rp45 ribu hingga Rp75 ribu.

Kebanyakan warga Kibera tidak bisa mengeluarkan uang sebanyak itu saat ini.

Teknik yang digunakan dalam gaya rambut coronavirus adalah threading--menggunakan benang bukan kepang rambut sintetis. Ini lah rahasia yang membuat harganya terjangkau.

Seorang Pria Ngamuk, Dinyatakan Positif Covid-19, Peluk Sejumlah Orang dan Menolak Dijemput Petugas

 “COVID-19 telah menghancurkan ekonomi, mengambil pekerjaan kami sehingga uang sangat langka."

"Saya memutuskan memilih gaya rambut ini untuk anak saya karena harganya murah. Di saat yang bersama, membantu mengomunikasikan tentang virus corona pada masyarakat umum,” cerita Miriam Rashid, salah satu ibu di Kibera.

Sebelumnya, Dilansir Oddity Central Senin (11/5/2020), warga Kenya mencoba gaya rambut berdasarkan bentuk virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu jika dilihat dari miskroskop.

5 Khasiat Kunyit, Cegah Kanker, Mengobati Sakit Lambung hingga Mencegah Diabetes

Namun, yang membuat gaya itu menjadi tren di Kibera, daerah kumuh terbesar Kenya, adalah harga yang ditawarkan, yakni kurang dari 1 dollar AS, atau Rp 14.901.

Jelas, harga itu begitu masuk akal bagi para pelanggan yang tidak punya cukup dana untuk bergaya di tengah merebaknya penyakit ini.

" Model rambut ini begitu terjangkau bagi orang seperti saya, yang tak mampu membayar mahal namun anak kami harus tetap bergaya," kata seorang ibu kepada Reuters.

Untuk menciptakan tampilan spiky (bentuk runcing), si penata pertama akan membagi rambut pelanggan mereka menjadi sejumlah bagian.

Kemudian, rambut pelanggan akan dipuntir dan dibungkus dengan benang hitam daripada kepang rambut sintetis, yang membuat harganya jauh lebih murah.

Anggota TNI Praka AF Dikeroyok 4 Pemuda Mabuk, Kronologi hingga Polisi Lakukan Penangkapan

Hasilnya adalah bentuk rambut yang "menantang gravitasi".

Mirip dengan virus yang "membuka" sel tubuh manusia dan mulai bereplikasi.

Potongan rambut lain di Kibera berharga hingga 5 dollar AS (Rp 74.450). Sementara gaya "Covid-19" hanya 0,5 dollar AS, atau Rp 7.500.

Menurut penata gaya Sharon Refa, pihaknya mempunyai maksud lain dari terciptanya gaya rambut tersebut, terlepas agar tetap menerima pemasukan.

Dia menuturkan, banyak orang dewasa di tempatnya yang tidak percaya jika wabah yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, itu nyata.

 

Namun, berbeda dengan kalangan dewasa, anak-anak cenderung lebih teredukasi dengan mencuci tangan dan mengenakan masker ketika mereka berada di luar.

"Banyak orang dewasa tak melakukan hidup bersih. Karena itu, kami muncul dengan ide membentuk model rambut corona," papar Refa.

Dia mengatakan, melalui model rambut virus corona, mereka ingin mengingatkan akan betapa berbahayanya wabah tersebut ke semua orang.

Artikel ini telah tayang di hype.grid.id dengan jucul Ekonomi Negaranya Lumpuh, Tren Rambut Model Virus Corona di Afrika Timur Ini Justru Punya Maksud Terntentu

5 Khasiat Kunyit, Cegah Kanker, Mengobati Sakit Lambung hingga Mencegah Diabetes

Syarat Mike Tyson vs Tyson Fury, Pertandingan yang Diajukan Promotor Bob Arum

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved