5 Fakta Riwayat Penyakit yang Diderita Aktor Senior Henky Solaiman sebelum Meninggal Dunia
Meninggalnya Henky Solaiman ini menambah daftar kabar duka dari industri hiburan Tanah Air.
"Disuruh operasi, kemo (terapi) itu sudah biasa, tapi kalau (operasi) dekat rektum, 80 persen sudah pakai kantonglah," kata Henky Solaiman.
"Enggak bisa disambung lagi, tiga bulan, ya sudah kantong seumur hidup.
Ya itu bukan hidup namanya saya bilang. Saya nolak operasi, enggak mau kemo," ucapnya lagi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
• POTRET Kemewahan Rumah Mamah Dedeh yang Berlapis Emas, Bandingkan dengan Kesederhanaan Rumah Aa Gym
Jalani terapi magnet
Tak lantas pasrah atas penyakitnya, Henky Solaiman memilih menjalani terapi magnet yang dia percaya bisa membuat kondisinya jauh lebih baik.
Meskipun, kala itu, Henky tidak tahu pasti apakah itu akan berpengaruh pada kanker yang diidapnya.
Setidaknya, dia merasa kondisinya jauh lebih baik dan lebih lancar Buang Air Besar (BAB) setelah menjalani terapi magnet.
"Setelah berapa lama tidur di magnet ini lumayan, tiap hari ada beberapa teman dokter (bilang), setiap ada masuk ada keluar, bagus. Bertahanlah (dengan terapi magnet)," ujar Henky.
• VIRAL Video Detik-detik ABK Indonesia Disiksa, Jasadnya Dibungkus Lalu Dibuang di Laut Somalia
Menjalani operasi
Sekitar bulan Maret 2020, akhirnya Henky Solaiman menjalani operasi kanker usus.
Operasi saat itu berjalan lancar, hanya saja Henky membutuhkan transfusi darah karena kekurangan hemoglobin.
"Karena sebelum operasi juga HB-nya (hemoglobin) enggak tinggi.
Salah satu kekhawatirannya adalah akan terjadi kekurangan darah dan pas malam itu sudah stabil.
Tapi HB-nya masih rendah, jadi tetap transfusi darah," ucap putra Henky Solaiman, aktor Verdi Solaiman.
• TONTON Video ABK Indonesia Disiksa di Kapal Lu Qing Yuan Yu 623, Mayatnya Dibuang di Laut Somalia
Mengalami pendarahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/henky-solaiman_kanker-usus.jpg)