PSMS Medan
Wacana Kompetisi Liga Indonesia Dihentikan Makin Santer, Kiper PSMS Abdul Rohim Berharap Kabar Baik
Jika sudah diputuskan ya mau bagaimana lagi. Makanya sekarang sebagai pemain tetap fokus latihan saja jaga kebugaran
Penulis: Ilham Fazrir Harahap | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa Liga di Benua Eropa mulai menunjukkan kabar baik.
Di tengah pandemi Covid-19 yang belum stabil saat ini, ada yang segera memutar kompetisi kembali. Seperti Bundes Liga di Jerman bakal diputar lagi dalam waktu dekat.
Selain itu beberapa klub di Spanyol seperti Real Madrid dan Barcelona mulai bangkit.
Mereka mengumpulkan semua pemainnya untuk menjalani tes positif atau tidak Covid-19 dan mewacanakan latihan kembali.
Berbeda dengan Liga Indonesia. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dikabarkan akan dihentikan musim ini.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sudah melayangkan surat kepada PSSI untuk menghentikan kompetisi.
Namun PSSI belum memutuskan penghentian kompetisi. Mengingat masih menunggu arahan dari pemerintah terkait kondisi tanggap darurat di Indonesia.
Sementara para pemain klub Liga 2, PSMS Medan mulai was-was.
Mereka pun hanya bisa pasrah akan keputusan dari PSSI berhenti atau tidaknya.
"Ya seandainya kompetisi distop ya mau gak mau harus ikutin keputusan dari PSSI. Karena ini urusan dengan kemanusian. Enggak etis juga dilanjutkan kalau kondisinya masih parah. Tapi ya kita berharap dilanjutkan lagi kalau kondisi sudah stabil," kata Kiper PSMS Abdul Rohim saat dihubungi, Jumat (8/5/2020).
Rohim sendiri tak mau terlalu ambil pusing dengan apa yang terjadi ke depannya.
Mau lanjut atau tidak kompetisi, pemain yang juga berprofesi sebagai prajurit TNI INI tetap fokus berlatih menjaga kebugarannya.
Walaupun latihan sambil berpuasa tak jadi halangan buatnya bermalas-malasan.
"Jika sudah diputuskan ya mau bagaimana lagi. Makanya sekarang sebagai pemain tetap fokus latihan saja jaga kebugaran. Jadi kalau nanti diputuskan PSSI untuk melanjutkan kompetisi saya sebagai pemain sudah siap," ungkapnya.
"Cuma ya imbasnya, kita sebagai pemain pasti tidak gajian. Apalagi kita cari nafkah dari sepak bola. Ini yang sedikit berat dengan keputusan itu nantinya," tambah Rohim.
(lam/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kiper-psms-medan-abdul-rohim-2.jpg)