Ramadhan 2020

Es Merah Ahong Sejak Tahun 1985, Laris Manis Jadi Menu Berbuka Saat Ramadan

Selama 35 tahun berdiri, Es Ahong ini tidak pernah mengubah resep es miliknya dan mempertahan keaslian dari minuman tersebut.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
ES Merah Ahong menjadi primadona kuliner minuman khas berbuka sejak tahun 1985. Es Merah Ahong dapat ditemukan di Gang Rel Jalan Bustamam, Tembung, Minggu (3/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Minuman dingin turut menjadi incaran sebagai kuliner berbuka puasa.

Beragam kuliner minuman berbuka puasa dapat dengan mudah kita temukan selama bulan Ramadan tiba.

Diantara beragam kuliner minuman berbuka, ada satu minuman legendaris yaitu Es Merah Ahong yang sudah ada sejak tahun 1985 atau 35 tahun yang lalu.

Es Merah Ahong ini terletak di Gang Rel Jalan Bustamam, Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Usaha kuliner ini sendiri, kata Ahong merupakan usaha turun temurun dari orang tua Ahong.

"Es Merah ini sudah turun temurun sejak tahun 1985. Dari orang tua saya kemudian turun kepada saya. Mereka yang memulai resepnya kemudian diberikan kepada saya. Jadi memang tidak ada yang berubah," ungkap Ahong, Minggu (3/5/2020).

Selama 35 tahun berdiri, Es Ahong ini tidak pernah mengubah resep es miliknya dan mempertahan keaslian dari minuman tersebut.

"Ini resep orang tua, jadi memang tetap dari dulu seperti ini. Yang penting kita jaga kebersihan. Kita juga mencari makannya dari sini," ujar Ahong.

Es Merah Ahong dijual seharga Rp 4000.

Selain menjual es merah, Ahong juga turut menjual kuliner es lainnya seperti es campur dan es kolak dingin.

"Disini kita ada jual es merah, kolak dingin, dan es campur. Memang menunya ini kita dari dulu seperti ini. Yang paling laris ini es merah dan kolak dingin," katanya.

Es Merah Ahong sendiri sudah terkenal oleh warga Tembung dan sekitarnya.

Campuran antara buah-buahan segar ditambah tape dan roti tawar manis membuat kenikmatan es merah ini menjadi primadona di Tembung.

"Kalau es merah ini yang paling favorit. Karena disini kita gunakan semuanya tanpa pengawet. Disini kita ada campurkan buah-buahan segar, ada tape dan roti juga pakai es serut. Untuk berbuka ini segar kalau kata pelanggan kita," ujar Ahong.

Es Merah Ahong buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

Pada bulan Ramadan omset Ahong naik dibanding hari biasanya.

"Kalau di hari biasa kita bisa habiskan sekitaran 100 sampai 200 porsi es merah beda dengan es lainnya, kalau di bulan Ramadan mau berbuka puasa biasa mau habis 300-400 porsi per harinya," jelasnya.

Selain berjualan kuliner minuman, keluarga Ahong juga turut berjualan aneka ragam jajanan kuliner makanan berbuka puasa.

"Disini kita usahanya keluarga. Selain saya ada juga yang bantu, seperti adik, abang, keponakan. Selain jualan es juga kita jualan gorengan. Ya ini usaha keluarga yang kita jaga dari dulu, ya kerja samanya," ungkap Ahong.

Sejak siang, Es Merah Ahong sudah diburu masyarakat. Diantaranya ada Adrian yang rutin tiap tahun membeli Es Merah Ahong.

"Kalau saya sebelum menikah rutin beli ini tial Ramadan. Rasanya itu berbeda dari es lainnya. Selain ada cita rasa manis, juga ada rasa segar dari buahnya. Pas banget sih ini untuk berbuka puasa. Harganya juga sangat terjangkau," ujar Adrian.

Senada dengan Adrian, Susi juga sering membeli es merah. Ia menuturkan bahwa jika kuliner tempat Ahong ini rasanya enak dan terjangkau.

"Jadi kalau berbuka kita sering beli disini. Walau banyak menu berbuka, tapi dari dulu orang tua saya ya langganannya disini. Enaknya disini tidak ada penyedap instan atau tambahan ya. Jadi ya udah nagih aja," tutur Susi.

Dimas Setiya Darma Tak Bisa Lepas dari Air Putih Saat Sahur Tiba.

Bagi Ahong, Ramadan tahun ini sedikit berbeda dari Ramadan sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Ia mengaku bahwa selama pandemi ini, penjualan mengalami sedikit penurunan.

"Semenjak corona ini agak berkurang, karena banyak warga yang memilih tidak keluar rumah, lumayan terasa dampaknya ini. Tapi kita tetap berjualan ya. Ya untuk tahun ini kita buat gak sebanyak tahun lalu," ungkap Ahong.

Tutupnya, Ahong berharap agar wabah ini cepat berakhir agar para pedangang kuliner dapat berjualan seperti biasa.

"Ya kita berharap ya agar wabah ini cepat berlalu, biar bisa berjualan seperti biasa. Kita berharap agar pemerintah juga turut membantu perekonomian ya. Tidak dibiarkan begitu saja. Kita berharap yang terbaik," pungkasnya.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved