Gara-gara Lockdown, Pemkab Berencana Pulangkan TKI asal Asahan dari Malaysia
Pemkab Asahan telah melaporkan kepada Gubernur Sumut mengenai persoalan tersebut. Bahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.
TRI BUN-MEDAN.com, KISARAN - Sejak Malaysia menerapkan lockdown, membuat TKI TKI ilegal yang bekerja di negeri jiran tersebut memilih pulang ke kampung halamannya.
Salah satu bentuk nyata, hampir setiap hari aparat kepolisian dan TNI mendapati puluhan TKI ilegal hendak masuk ke Kabupaten Asahan melalui jalur tikus.
Bahkan beberapa diantaranya ditelantarkan pemilik kapal terombang-ambing di atas kapal tanpa awak atau diturunkan di hutan bakau.
Mendapat informasi banyaknya warga Asahan yang masih terperangkap di Malaysia akibat lockdown, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berencana untuk memfasilitasi kepulangan warganya.
"Kami masih mendata dan mengurus administrasinya. Kalau jadwalnya belum dapat," kata Kepala Dinas Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar, Sabtu (2/5/2020).
Menurutnya, Pemkab Asahan telah melaporkan kepada Gubernur Sumut mengenai persoalan tersebut.
Bahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.
"Soalnya ini sudah lintas negara, bukan memulangkan dari Jakarta atau dari daerah di Indonesia. Pokoknya kita hanya menunggu proses pengurusan administrasi saja," jelas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Asahan itu.
Terkait pendataan terhadap pekerja yang merupakan warga Asahan dan saat ini terjebak di Malaysia,
• CURHAT Nakes Covid-19 Kecewa Diberhentikan Sepihak, Tak Dihargai Sudah Berjuang Kerja Sebulan Penuh
Pemkab telah menugaskan seseorang di Malaysia.
Penugasan itu ditunjuk Ketua Gugus Tugas Covid-19 melalui staf di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Asahan.
"Ada satu orang yang diminta untuk mendata warga Asahan di sana, Indra Ringo namanya. Memang ditugaskan langsung Ketua Gugus Tugas Asahan," sebut Rahmat.
Diketahui, dalam beberapa hari di media sosial sejumlah warga Asahan yang mencari nafkah di Malaysia sebagai TKI ilegal berharap Pemkab Asahan segera memfasilitasi kepulangan mereka.
Akibat adanya penerapan lockdown di negeri jiran tersebut, membuat mereka tidak lagi memiliki pekerjaan, sehingga memilih untuk pulang kampung. Namun lantaran keterbatasan biaya membuat mereka terperangkap di Malaysia.(ind/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rahmat-hidayat-siregar-asahan.jpg)