Dampak Corona, Munawir Terpaksana Hentikan Produksi Pernak-pernik Lebaran, Pemesan Turun Drastis

Untuk tahun ini, jumlah pemesannya sangat berkurang drastis. Jumlah penurunanya mencapai setengah dari penjualan tahun sebelumnya.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/MAURITS
MUNAWIR Al Hamdani, seorang pengrajin sekaligus penjual pernak-pernik Lebaran sedang membuat karya yang bakal dijual. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Munawir Al Hamdani (33), seorang pengrajin sekaligus penjual pernak-pernik Lebaran yang di Jalan Polonia Medan mengeluhkan tingkat pemesanan yang turun drastis akibat pandemi Covid-19.

Ditemui di tempat penjualannya, Rabu (29/4/2020), Munawir mengakui, setiap tahun dirinya membuat pernak-pernik Lebaran. Dan tahun ini, terpaksa memberhentikan produksi karena ada wabah Corona.

"Kami tidak memanggil karyawan atau anggota-anggota lagi. Tapi, apa yang sudah kami buat, cuman inilah yang ada," sambungnya.

Untuk tahun ini, jumlah pemesannya sangat berkurang drastis.

Jumlah penurunanya mencapai setengah dari penjualan tahun sebelumnya. 

"Saat ini, saya mengalami penurunan dari tahun semalam. Saya hanya dapat 44 persen penjualan, padahal sebelum-sebelumnya, kami bisa dapat 70 hingga 80 persen," katanya. 

"Semenjak ada virus Corona ini, susahlah kita bilangnya," tuturnya.

Pantauan Tri bun, pernak-pernik Lebaran masih bergantungan di tempat penjualan tersebut.

Bahkan, jumlah karyawan pun berkurang dari 15 menjadi 3 orang.

"Jumlah karyawannya sebelumnya itu ada 15 orang, sekarang cuman ada tiga saja," terangnya.

Pendagang Keluhkan Penjualan Pernak-pernik Lebaran Turun Drastis

Munawir menjelaskan, jenis pernak-pernik yang biasanya dia sajikan bagi pengunjung terdiri dari lampion, bulan bintang, menara, beduk, ketupat. 

"Ada sekitar 25 unit, macam-macamlah. Kalau ketupat itu. produksi sekitar 8000, kalau bulan bintangnya itu sekitar 2000, kalau lampion nya itu sekitar 50, kalau beduknya sekitar 20. Itu kalau tahun semalam," terangnya.

"Kalau sekarang, cuman sedikit ajalah, ketupatnya cuman 2000, lampionnya cuman 10, beduknya cuman lima saja, bulan bintang cuman 30. Penurunannya sangat drastis sekali, tidak bisa berkata-kata lagi saya," urainya.

Soal harga, Munawir mengatakan, ketupatnya dihargai mulai dari Rp 5 ribu, 10 ribu, 25 ribu, dan 50 ribu. Bulan bintang Rp 10 ribu, bulan masjidnya Rp 10 ribu, kalau menaranya Rp 1 juta, beduknya Rp 500 ribu, lampionnya ada empat macam, dan dekorasi taman sekitar Rp 2 jutaan.

Di saat pandemi Covid-19 ini, Munawir hanya berharap agar segera berakhir.

"Harapan saya, semoga virus Corona ini cepat selesai supaya semuanya bisa beraktivitas. Dagangan saya bisa seperti tahun kemarin. Saya sudah lima tahun di sini. Dan, kalau dari mall atau supermarket sudah tahu ambil barangnya ke sini. Saat ini enggak ada, karena mereka kan tutup, pokoknya susahlah," pungkasnya. (cr3/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved