Ramadhan 2020
Foto-foto Sepinya Masjid di Negara Islam, Pemandangan Salat Tarawih Ramadan Bikin Raja Salman Sedih
Pemerintah terdesak--mau tak mau--harus mengeluarkan imbauan agar menjaga jarak. Salah satu imbasnya di bulan puasa ini, ibadah salat tarawih sepi.
TRI BUN-MEDAN.com - Marahaban ya Ramadhan. Bulan Suci Ramadan tahun ini tak seperti sebelumnya.
Sebuah virus bernama corona atau Covid-19 menjadi momok bagi warga.
Pemerintah terdesak--mau tak mau--harus mengeluarkan imbauan agar menjaga jarak.
Salah satu imbasnya di bulan puasa ini, ibadah salat tarawih di sejumlah masjid terlihat sepi.
Di Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga melakukan lockdwon secara khusus di 30 kota selama 4 hari mulai 23 April 2020.
Masjid Biru Turki yang selama ini selalu ramai dipadati jemaah, kemarin terlihat sepi.
• Bapak Tua di Timika Kelaparan Minta Makanan. Ada Dugaan Bantuan yang Disalurkan Lewat RT Tak Sampai
Meski demikian, sejumlah negara telah melonggarkan pembatasan pada kesempatan bulan suci Ramadan, demikian laporan dailymail.co.uk.
Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan negara-negara lain mengurangi durasi kuncian (lockdown).
UEA mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mengurangi total lockdown ke jam malam delapan malam dan juga pindah ke sebagian membuka kembali mal dan pasar.
Sementara itu, di Masjid Haram Arab Saudi, hanya beberapa orang saja yang melakukan salat tarawih di sekitar kabah.
• SUBUH TAWURAN, Remaja di Tanjungtiram Perang Batu, Warga Melerai pun Jadi Sasaran Pelemparan
Mereka adalah petugas Masjidil Haram dan beberapa polisi yang melakukan pengamanan.
Susana tarawih di Masjidil Haram benar-benar sepi.
Di Irak, sejumlah keluarga tampak melakukan salat tarawih berjemaah di Rumah.
Susana serupa juga terjadi di Palestina dan negara-negara mayoritas muslim lainnya.
Berikut ini foto-foto suasana salat tarawih hari pertama di beberapa negara.
Di Indonesia, meski pemerintah telah mengingatkan untuk tidak melakukan salat tarawih berjemahaan di masjid, masih ada sejumlah masjid yang tetap menyelenggarakannya.
Meski demikian, secara umum masjid-masjid tidak menggelar tarawih berjemaah.
Masjid Istiqlal pun tidak menyelenggarakan salat tarawih berjemaah.
Seperti terlihat dalam foto di bawah ini.
Meski demikian di Banda Aceh, masih ada masjid yang tetap menggelar salat tarawih berjemaah dan dihadiri umat dalam jumlah banyak.
Sementara itu, Kompas.com melaporkan, malam pertama pelaksanaan ibadah salat tarawih berlangsung seperti biasa di sejumlah masjid di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (23/4/2020).
Masjid ramai oleh jemaah yang melaksanakan shalat tarawih.
Meski demikian, di sejumlah masjid, penceramah tidak berbicara terlalu lama, agar jemaah tidak perlu berlama-lama di tengah keramaian.
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan tausiyah yang memperbolehkan warga di Aceh melaksanakan ibadah shalat tarawih berjemaah di masjid.
Namun, para jemaah diingatkan untuk mengikuti aturan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan membawa sajadah masing-masing.
Wakil Ketua MPU Aceh Faisal Ali mengatakan, kebijakan untuk memperbolehkan shalat berjemaah ini setelah pihaknya mendengar masukan dari MPU kabupaten/kota.
Selain itu juga melihat perkembangan terkini seputar virus corona atau Covid-19 di Aceh.
Faisal Ali menjelaskan, shalat tarawih berjemaah di masjid atau mushala hanya dibolehkan bagi daerah tertentu saja.
"Untuk masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan yang penularan wabah penyakit Covid-19 masih terkendali, maka ibadah salat fardhu, tarawih, witir, dan salat Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid dan meunasah dengan membatasi waktu pelaksanaannya," ujar Faisal Ali.
Sementara itu, bagi daerah yang berstatus zona merah virus corona, para jemaah diminta agar tidak mengikuti aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak.
MPU juga mengingatkan untuk tidak menyelenggarakan buka puasa bersama dan sahur on the road.
Raja Salman Sedih
Muslim di seluruh dunia tahun ini merayakan Ramadan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Perayaan Bulan Suci Ramadan 1441 H atau 2020 dimulai di tengah pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah Virus Corona atau Coronavirus (Covid-19).
Negara-negara di seluruh dunia telah menerapkan penguncian (lockdwon) dan penerapan aturan jarak sosial atau social distancing dan physical distancing yang ketat.
Pembatasan itu dilakukan untuk menekan penyebaran Virus Corona yang mematikan itu.
• Koleksi Jam Tangan Bunga Citra Lestari, Berharga Fantastis Hampir Setengah Miliar
Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengaku sangat bersedih melihat perayaan Ramadan di sejumlah negara tahun ini yang sangat tidak seperti sebelumnya.
Arab Saudi adalah tempat Kabah di Masjidil Haram yang merupakan tempat suci dan kiblat umat Islam sedunia.
Raja Salman mengatakan bahwa dia sedih karena umat Islam tidak bisa Shalat Tarawih atau Salat Tarawih bersama di masjid-masjid.
"Saya sedih bahwa bulan suci tiba di tengah-tengah keadaan yang membuat kami tidak dapat melakukan doa bersama dan tarawih di masjid karena tindakan pencegahan untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Virus Corona," kata Raja Salman.
• BERAS GRATIS dari Posko Beras Kandas Diterima Warga Penderita Stroke di Sunggal
Dia mengatakan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh SPA sebagaimana ditulis dailymail.co.uk.
Namun demikian, tradisi sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menandai dimulainya perayaan.
Muslim yang taat melakukan puasa atau menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga senja selama Ramadan dan berkumpul dengan keluarga untuk berbuka puasa di malam hari.
Ramadan juga merupakan bulan doa di mana umat Islam secara tradisional berkumpul dalam jumlah besar di masjid-masjid, terutama di malam hari.
Tetapi karena Coronavirus, hampir semua negara mayoritas Muslim telah menutup masjid dan meminta orang untuk salat di rumah selain memberlakukan jam malam untuk membatasi penyebaran virus yang mematikan itu.
Perang di Yaman
Di Yaman, delegasi Komite Palang Merah Internasional di Sanaa mencatat bahwa Ramadhan datang ketika negara itu berjuang dengan perang dan penderitaan.
"Orang-orang di seluruh Yaman akan menandai bulan suci Islam tahun ini di tengah-tengah konflik yang sedang berlangsung, penyakit musiman, banjir dan kenaikan harga, di sebuah negara di mana situasi ekonomi tidak memungkinkan dua pertiga populasi mengakses atau membeli makanan yang cukup," kata ICRC, dalam sebuah pernyataan.
Utusan Khusus PBB untuk Yaman menyerukan penghentian permusuhan dalam perang yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil.
"Kepada para pihak yang terlibat konflik, saya katakan: dibimbing oleh semangat bulan Suci dan mengakhiri penderitaan rakyat Anda," kata Martin Griffiths.
"Letakkan lengan. Bebaskan semua yang kehilangan kebebasan karena konflik. Koridor kemanusiaan terbuka. Fokus pada mengoordinasikan upaya Anda untuk membantu negara Anda menanggapi wabah pandemi dan kebutuhan darurat lainnya," tambah Martin Griffiths.
Sebagian besar negara-negara Arab termasuk Suriah, Mesir, Tunisia, Yordania dan Bahrain telah mengumumkan Jumat sebagai hari pertama Ramadan.
Indonesia pun memulai hari pertama puasa di hari Jumat.
(dailymail.co.uk/afp)
Artikel ini sudah tayang di Warta Kota dengan judul : FOTO-foto Salat Tarawih di Sejumlah Negara Islam, dari Masjid Haram sampai Palestina, Juga di Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suasana-salat-tarawih-di-banda-aceh-dan-pakistan.jpg)