Philep Hansen Setuju Turnamen agar Pemain PSMS Tetap Gaji
Pelatih PSMS Philep Hansen terbuka dengan wacana digelarnya turnamen jika liga musim ini dihentikan total.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih PSMS Philep Hansen terbuka dengan wacana digelarnya turnamen jika liga musim ini dihentikan total.
Akibat krisis Covid-19, PSSI menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 sampai 29 Mei. Namun, saat ini sudah bermunculan wacana tentang alternatif pengganti liga.
Philep Hansen mengaku masih berharap Liga 2 musim ini akan disambung kembali. Namun, ia cukup realistis melihat perkembangan wabah saat ini.
Karena itu, ia berpendapat turnamen dapat digelar untuk mengisi kekosongan, sembari menunggu kompetisi musim depan.
"Menurut saya enggak masalah PSSI buat turnamen. Dibuatkan saja semacam Piala Liga 2. Dari situ juga kan nanti pemain bisa jalan lagi gajinya sambil menunggu kompetisi musim 2021 tahun depan. Sifatnya untuk menjaga pemain saja biar gajian lagi," katanya, Kamis (23/4/2020).
Hanya saja, menurut Philep adanya turnamen ini kurang menarik. Mengingat tidak adanya promosi dan degradasi.
"Sementara, PSMS kan fokus naik ke Liga 1 tahun ini. Tapi, paling enggak ya memang mengisi kekosongan sajalah dengan situasi seperti ini," ungkapnya.
Philep mengaku prihatin melihat kondisi pemain saat ini, terutama yang bergaji kecil dan hanya mengandalkan gaji sebagai pemain bola.
"Kalau saya lihat inikan sebenarnya juga buat pemain yang memang fokus mencari nafkah di sepak bola. Ada pemain yang tidak punya kerja di luar sepak bola, dia hanya mencari nafkah dari bola ini. Dari main bola ini dia dapat uang," bebernya.
"Nah kalau pemain yang ada kerjanya, dia pasti santai-santai saja menunggu kompetisi dimulai lagi. Seperti Legimin. Atau yang berprofesi sebagai tentara. Mereka tentu tinggal tunggu saja kabar dari PSSI," pungkasnya.
Jika nantinya turnamen digelar, pelatih asal Riau ini menyarankan agar digelar di satu tempat yang netral.
"Kalau memang PSSI mau menutup kompetisi dan akhirnya buat turnamen, saya sarankan buat turnamen di satu tempat saja. Karena satu tempat lebih bagus. Jika sudah ada tempat yang pas dan netral, ya sudah jalankan saja," katanya.
"Main di satu tempat lebih terjaga kualitas turnamennya. Karena di situ bisa dilihat semua orang. Dari situ nanti bisa ketahuan ada curang enggak wasitnya. Terus tidak ada berpihak pada tuan rumah dan sebagainya. Jadi lebih terjamin kualitas sepak bola kita," tambahnya.
Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengatakan, manajemen masih merundingkan opsi dari operator liga di Indonesia itu.
"Kemarin ada dibahas, apabila wabah Corona masih berlanjut, maka kemungkinan diadakan semacam turnamen. Itupun harus terlebih dahulu dilakukan pencabutan Maklumat Kapolri (kepatuhan terhadap pembubaran kumpul). Karena terkait masalah perizinan. Ini juga terkait dengan sponsor Liga 1 Shopee," kata Raja, pekan lalu.
Menurutnya, PSMS belum dapat menyetujui pilihan itu karena perlu menghitung dampak perubahan itu pada sponsorship atau kontrak pemain.
"Semua ini tentu akan dibahas secara seksama. Harus ada pertemuan khusus kalau mau dilaksanakan turnamen," ujarnya. (lam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelatih-psms-philep-hansen-2.jpg)