Bagi-bagi Sembako Berujung Ricuh, Para Driver Ojol dan Warga Saling Rebut hingga Terjerembab

Bukannya menjaga jarak aman, warga yang ingin mendapat bantuan sembako justru berdesakan dan saling dorong.

YouTube/KompasTV
Pemberian bansos berujung ricuh di Kota Malang, Kamis (23/4/2020). (YouTube/KompasTV) 

Mereka berkumpul untuk menunggu pemberian bantuan bahan pokok dari kerabat sang gubernur.

TRI BUN-MEDAN.com - Aksi pembagian bantuan sosial di sejumlah daerah berujung ricuh.

Bukannya menjaga jarak aman, warga yang ingin mendapat bantuan sembako justru berdesakan dan saling dorong.

Di Kota Malang misalnya, puluhan ojek online dan warga saling berebut sembako berisi beras, nasi kotak dan masker.

Deretan Artis yang Banting Setir Jadi PNS, Jabatan Tinggi selepas Tinggalkan Panggung Hiburan

Ekonom Rizal Ramli Menyasar Prabowo Subianto yang Diam-diam Menghemat Uang Negara Rp 50 Triliun

Deretan Fakta Han So Hee Sang Pelakor The World of Married yang Semakin Tenar, Beredar Foto SMA

Sering Disebut Settingan, Atta Halilintar Ungkap Status Hubungannya dengan Aurel, Irfan Hakim Kaget

Ahmad Dhani Beri Julukan Baru untuk Istrinya saat Masak Bareng, Mulan Jameela Lontarkan Protes

Foto Jadul Ashanty Tersebar, Bentuk Bibirnya Disoroti dan Dianggap Berbeda dengan Sekarang

Dikutip dari KompasTV, bahkan sampai ada ojol yang jatuh saat rebutan bantuan yang dibagikan dari mobil pickup itu, Jumat (24/4/2020).

Ojol yang tidak tertib antrean menyebabkan kericuhan, sampai orang yang sudah mendapat kupon menjadi tidak dapat bagian.

"Ya tolong lah dibantu, ini solusinya bagaimana," ujar driver ojek online, Yoyok.

Ia mengaku lama antre tapi tidak mendapat bansos, padahal memiliki kupon.

Putuskan Mualaf, Ini Deretan Artis Indonesia yang Melakoni Ibadah Puasa Pertama Kalinya

Ariel NOAH Potong Rambut Sendiri Pakai Cukur Kumis dan Gunting Mie, Tantang Ari Lasso dan Sule

Viral Kisah Reporter Unggah Tutorial Potong Poni, Tak Sengaja Rekam Suami yang Sedang Mandi

Nekat Kawin Muda Berujung Janda seusai 2 Bulan, Salmafina Blak-blakan Bongkar hendak Dipoligami

Deretan Selebriti Cantik yang Perankan Pelakor di Drama Korea, Aktingnya Bikin Penonton Murka

Mengundang Air Mata Netizen, Aksi Pemulung Melindungi Anaknya dari Wabah Virus Corona

"Teman-teman sudah antre, membuang waktu, sudah enggak kerja, enggak narik."

"Demi satu kupon tapi enggak dapat semuanya, bagaimana ini?," imbuhnya.

Yoyok mengaku mendapatkan kupon tersebut ketika dirinya sedang melintas di jalan.

"Bagi kupon tadi di situ (sambil menunjuk ke arah depan), tahu pembagian kupon saat saya lewat," ungkapnya.

"Jadi cara semacam ini menurut saya tidak benar," sambung Yoyok.

Nikita Mirzani Kaget, Tak Menyangka Ternyata Hal Ini Penyebab Lesty Kejora dan Rizky DAcademy Putus

IDI Akhirnya Buka Suara karena Keberatan atas Data Pemerintah soal Kematian Pasien Covid-19,

Suami dan Mertua Berselingkuh hingga Hamil, Harmonisnya Kisah Cinta Rumah Tangga Cuma Dua Bulan

Rumah Putra Asuh Terbakar dan Tak Ada Barang yang Tersisa, Ashanty Curhat Sedih Tak Bisa Datang

Ingatkah Kamu dengan Adik Pasha Ungu yang Pernah Tergabung di Duo Yangseku, Lihat Kabarnya Kini

Penampakan Rumah Sederhana Artis Tersohor Lesty Kejora meski Berbayar Ratusan Juta Sekali Manggung

Di sisi lain, kericuhan juga terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Polisi bahkan sampai membubarkan kerumunan warga di depan rumah Gubenur Kaltim Isran Noor.

Dalam video KompasTV, tampak warga berkerumun dan berdesakan di depan gerbang.

Sementara petugas mengatur  situasi yang mulai tidak kondusif.

Warga diketahui berkumpul di depan rumah Isran Noor pada Kamis (23/4/2020) sejak pukul 13.00 WITA.

Mereka berkumpul untuk menunggu pemberian bantuan bahan pokok dari kerabat sang gubernur.

Bahkan ada beberapa warga yang tidak memakai masker dan membawa anak-anak kecil saat mengantre.

"Ada pembagian sembako, pasti antusias masyarakat," ujar Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman.

"Kita sebagai kepolisian mengamankan jalannya ini," sambungnya.

Arif Budiman lantas memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan kerumunan warga tersebut, lantaran berbahaya di tengah pandemi Virus Corona.(*)

Seorang Pria Korban PHK Kelaparan Nekat Tikam Dada Sendiri setelah Tak Dapat Sembako dari Pemerintah

Virus corona atau Covid-19 memang betul-betul menghujam jantung perekonomian masyarakat Indonesia.

Mereka tak bisa lagi mencari nafkah lantaran tempat mencari nafkahnya terimbas.

Kabar kali ini datang dari seorang pria yang putus asa tak mendapatkan sembako dari pemerintah di tengah badai Covid-19

Sementara bantuan sembako dari pemerintah yang dinanti-nanti tak jua kunjung tiba.

Karena kalut akibat kelaparan dan tak punya uang, seorang warga di Batam melakukan percobaan bunuh diri.

Beruntung aksinya tersebut ketahuan, dan warga Sekupang ini berhasil diselamatkan.

Ditolak Balikan, Kronologi Pria Gelap Mata Tikam Leher Mantan & Bunuh, Diri Disaksikan 3 Orang Teman
korban (Tribun Sumsel)

Ketua RT 03, RW 15, kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Batam, Didi mengatakan, warganya yang hampir bunuh diri akibat kondisi ekonomi yang sudah makin terpuruk selama covid-19.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini cukup banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Batam.

Banyak yang kena imbas PHK, dirumahkan, dikurangi jam kerja hingga tak ada lagi penghasilan.

“Ada yang sampai hampir bunuh diri kemarin,"

"Kemarin datang ke rumah, datang bilang 'sudah tidak makan', lalu saya berikan Rp 50 ribu,” ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (23/4/2020).

Keesokan harinya, Didi mengaku orang tersebut justru merasa putus asa lalu memecahkan kaca di rumahnya dan pecahan kaca ditancapkan ke dadanya.

980 Paket Sembako dari ASN dan Pegawai Pemkab Siak Terkumpul untuk ODP Covid-19 yang Kurang Mampu
980 Paket Sembako dari ASN dan Pegawai Pemkab Siak Terkumpul untuk ODP Covid-19 yang Kurang Mampu (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra)

Menyaksikan hal itu, keluarganya pun berteriak hingga warga datang.

Kisah itu merupakan satu di antara kisah pilu korban pandemi covid-19 yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan uang.

Sehingga, bantuan sembako gratis dari pemerintah maupun relawan menjadi harapan satu-satunya mereka bertahan sambil menunggu wabah mereda.

Sayangnya, kata Didi, kadang kalangan yang masih mampu pun mendadak merasa layak mendapatkan sembako, sehingga membuat warga yang layak mendapatkan pun bisa jadi tak kebagian.

"Kadang kalau pembagian sembako begini susah jelaskan kepada warga, semua mengaku layak dapat sembako," katanya.

Sementara itu, Sunaryo, Ketua RT 01 RW 13, Kelurahan Patam Lestari Sekupang mengatakan, pembagian sembako gratis dari pemerintah yang dibagikan melalui ketua Rukun Tetangga (RT) justru membuat Pak RT mengaku pusing.

"Gimana tidak pusing, sembako yang didapat tidak sesuai jumlah KK yang tinggal di satu RT," kata seorang ketua RT 01 RW 13 keluarahan Patam Lestari, Sekupang, Sunaryo, Kamis (23/4/2020).

Bahkan, Sunaryo mengaku hampir diserbu warganya.

"Kemarin saya hampir diserbu warga sesaat setelah membawa sembako, agar mereka mendapat sembako duluan, sebagian di antara mereka sudah nunggu," kata Aryo sapaan akrab pak RT itu.

Aryo mengungkapkan, di RT yang dia pimpin ada 95 KK.

Namun yang mendapat sembako 43 KK.

Akhirnya warga pun komplain dan mengatakan saya tidak dapat tapi si anu dapat, dan mereka mengaku layak untuk mendapatkan sembako.

“Hampir 90 persen warga saya tinggal di Ruli, makanya mereka komplain dan merasa layak mendapatkan sembako,” ucapnya.

"Beberapa warga saya datang ke rumah menanyakan kenapa ia tidak mendapat sembako, sementara tetangga sebelah yang tinggal di komplek perumahan RW sebelah dapat."

“Lalu saya bilang apa kepada mereka?” kata Aryo.

Dia mengatakan, sesuai aturan, hanya yang sudah terdata yang akan mendapat, jumlah sembako juga terbatas di tiap RT.

"Mendengar itu mereka malah marah kepada saya," katanya.

Dia mengusulkan, seharusnya pembagian sembako tidak dilihat per RT, karena akan ada kecemburuan jadinya.

Aryo mencontohkan, dii RW 13 hampir 600 KK namun yang dapat sembako sebanyak 172.

Pembagiannya ini pun hampir pukul rata tiap RT ada 43 hingga 45 paket.

"Sementara warga RT saya dengan RT sebelah berbeda kelas ekonomi, RT sebelah tinggal di kompleks perumahan."

"Lah, warga saya 90 persen tinggal di ruli yang kondisi ekonominya bisa dikatakan menengah ke bawah,” ujarnya.

Dia mengaku bingung harus bagaimana apalagi ada warga yang bilang dia pilih kasih.

"Dibilang ketua RT tidak adil, sementara kita sudah sampaikan kondisi ini ke kelurahan."

"Kan melalui pendataan lalu diajukan, walau memang ada pengumpulan KK namun tidak semuanya dapat sembako,” katanya.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Pekanbaru dengan judul : Tak Kebagian Sembako dari Pemerintah, Pria di Kepri Tikam Dada Sendiri Karena Takut Mati Kelaparan dan Tribun Wow dengan Judul Pembagian Bansos Berujung Ricuh, Ojol Berdesakan Saling Dorong Berebut Sembako hingga Jatuh

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved