Belasan TKI Ilegal dari Malaysia Kedapatan Lagi Masuk Lewat Jalur Tikus

Gugus Tugas Covid-19 Kota Tanjungbalai kembali mengamankan belasan TKI ilegal yang masuk lewat jalur tikus

Editor: Juang Naibaho
HO/Gugus Tugas Covid-19 Tanjungbalai
Ke-16 TKI ilegal yang kedapatan masuk melalui jalur tikus kini dikumpulkan di Posko Induk Karantina Sementara Kota Tanjungbalai, Rabu (22/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRI BUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tanjungbalai untuk kesekian kali dalam sebulan terakhir, berhasil mengamankan belasan TKI ilegal yang masuk melalui jalur tikus pada Rabu (22/4/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Para TKI ilegal itu sebelumnya berangkat dari Malaysia dengan menumpangi kapal nelayan negeri jiran dan di tengah laut berganti kapal menaiki kapal milik nelayan Indonesia.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tanjungbalai, M Syahrial menyebutkan para TKI ilegal ini diamankan dari sebuah lokasi di Dusun I, Desa Sei Tempurung, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan.

Adapun TKI ilegal yang berhasil diamankan sebanyak 16 orang dan langsung dievakuasi dengan menggunakan empat unit truk milik Satpol PP dan BPBD Pemko Tanjungbalai ke gedung Posko Induk Karantina Sementara Kota Tanjungbalai.

"Tim gugus tugas dapat laporan didapati sebanyak 16 orang TKI ilegal masuk lewat jalur tikus. Kemudian sesampai di lokasi, tim gugus tugas langsung membawa para TKI ilegal itu ke posko," ucap Syahrial, Rabu.

Setelah dilakukan pengecekan kesehatan dan suhu tubuh, ke-16 TKI ilegal ini dinyatakan tidak terindikasi memiliki gejala covid-19.

Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan barang bawaan para TKI tersebut, tidak satu pun ditemukan barang berbahaya maupun narkotika.

"Hasil pengecekkan, seluruhnya sehat. Setelah itu kami minta mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat sampai ada jemputan dari pemerintah daerah asal para TKI ini," sebutnya.

Berdasarkan data, ke-16 TKI ilegal ini berasal dari Kabupaten Asahan sebanyak delapan orang, Provinsi Aceh tiga orang dan Provinsi Banten dua orang.

"Yang berasal dari Tanjungbalai, Batubara dan Labura masing-masing satu orang," pungkas Syahrial.

(ind/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved