Pedagang yang Tokonya Terbakar di Pasar Tavip Binjai Memilih Tetap Berjualan

Ada tiga toko di Pasar Tavip Kota Binjai yang ludes terbakar. Meski toko hangus, pedagang tetap memilih berjualan

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
Tribun Medan
SEPI-Aktivitas di Pasar Tavip tampak sepi pascakebakaran, Minggu (19/40. Menurut para pedagang, sepinya aktivitas jual beli tak terlepas dari merebaknya wabah Corona.(DEDY) 

BINJAI,TRIBUN-Pada Jumat (17/4/2020) malam, Pasar Tavip di Kota Binjai terbakar.

Penyebabnya masih samar-samar.

Namun, pascakejadian, sejumlah pedagang yang lapaknya terbakar memilih tetap berjualan.

Ini dilakukan agar dapur tetap ngebul.

Kebakaran Pasar Tavip Binjai, Api Diduga Berasal Ruko yang Jual Perabotan

"Sejak wabah Corona melanda, omzet kami turun drastis.

Apalagi ditambah kebakaran ini," kata Silfina (33), adik kandung Robet, pemilik toko pecah belah yang lapaknya terbakar, Minggu (19/4/2020).

Saat diajak berbincang, Silfi masih sibuk membersihkan tokonya yang terbakar.

Dia bilang, ada beberapa barang yang masih bisa dimanfaatkan.

Berita Foto: Kebakaran Besar di Pabrik Mebel Marelan, Atap Bangunan Roboh dan Menghanguskan Mobil

Namun, ketika disinggung mengenai kerugian, Silfi sempat menghela nafas.

Katanya, kerugian akibat kebakaran ditaksir lebih dari ratusan juga.

"Mana sebentar lagi mau Ramadan.

Karyawan pun sudah banyak yang kami kurangi," ungkap Silfi melanjutkan aktivitas bersih-bersihnya.

Dua Karyawan Jadi Korban Kebakaran Pabrik Mebel di Marelan, Satu Orang Terbakar di Bagian Dada

Dari amatan Tribun Medan, aktivitas jual beli di Pasar Tavip tidak begitu ramai sebelum wabah Covid-19.

Terlihat sejumlah pedagang lebih banyak duduk termenung sembari menunggu pembeli.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, ada tiga toko yang terbakar.

Masing-masing milik Robet (42) warga Jalan T Imam Bonjol, Gang Seksama, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota.

Selama ini, Robet membuka usaha penjualan barang pecah belah.

KEBAKARAN DI JALAN PUTRI HIJAU, Tiga Bangunan Dilalap Si Jago Merah

Lalu, Aan Sidikalang (65). Ruko milik Aan dijadikan tempat penjualan barang pecah belah dan kopi.

Selanjutnya milik Berlin Sijabat (30) warga Jalan Percukaian, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.

Berlin selama ini menjual sandal dan sepatu.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini akibat kosrleting listrik.

Dari penuturan penjaga malam bernama Narwan, api pertama kali terlihat dari toko Aan," kata Siswanto.

Ibu Korban Menangis Histeris, Saat Melihat Jasad Keluarganya yang Jadi Korban Kebakaran di Air Batu

Pascakejadian, polisi pun sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk menghindari adanya aksi pencurian atau penjarahan di lokasi, petugas sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Tidak Ada Korban
Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani mengatakan kebakaran di Pasar Tavip diduga karena korsleting listrik.

Meski saat kejadian api begitu besar, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.

Sebab, ketika kebakaran terjadi, tidak ada aktivitas di pasar tersebut.

3 Jasad Korban Kebakaran di Hessa Air Genting Air Batu Diautopsi ke RS Siantar

"Sejauh ini belum ada ditemukan korban jiwa.

Hanya saja, dugaan kerugian mencapai Rp 1,8 miliar," kata Yani.

Ia mengatakan, saat kebakaran terjadi, pihaknya menurunkan sejumlah petugas.

Adapun para petugas itu dikomandoi oleh Rino.

"Ada delapan unit mobil damkar yang dikerahkan ke lokasi.

Karena kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan lain yang ada di sekitar lokasi," pungkas Yani.(dyk)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved