Sopir Dewan yang Kena Corona Meninggal Sesak Nafas

Sopir anggota dewan yang kena corona meninggal dunia karena sesak nafas. Dokter bilang korban terserang SEPSIS

Editor: Array A Argus
Dailymail dan dreamerb/Shutterstock
Rumah sakit di Brazil penuh. Mayat dan pasien virus Corona jadi 1 ruangan. (Dailymail dan dreamerb/Shutterstock) 

KISARAN,TRIBUN-RD (49) warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabuaten Asahan meninggal dunia karena sesak nafas.

Sebelumnya, RD sempat berinteraksi dengan almarhum SBB, mantan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar yang positif Corona/Covid-19.

Selama ini, RD dikabarkan bekerja sebagai sopir pribadi SBB.

Penemu Virus Corona Pertama di Dunia, Ternyata Seorang Anak Sopis Bus yang Punya Prestasi Cemerlang

"Almarhum dikebumikan sesuai dengan standar Covid-19 di pemakaman umum Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat.

Hal ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Asahan, Rahmat Hidayat Siregar, Jumat (17/4/2020).

Ia mengatakan, RD sempat menjalani perawatan di RSUD H Abdul Manan Simatupang, Kisaran sejak Kamis (16/4/2020).

Namun, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis paru RSUD HAMS, RD didiagnosa menderita penyakit SEPSIS (keracunan bakteri dalam tubuh).

Artis Cantik Seksi Ini Melepas Status Janda saat Virus Corona Mengganas, Dinikahi Aktor Amerika

"Kami akan terus berupaya melakukan pencegahan dan berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dengan mengikuti anjuran, dan melaporkan bila ada pendatang dari luar kota.

Sehingga kita bisa menekan penyebaran Covid-19, di Kabupaten Asahan," imbaunya.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis siang RD ditemukan dalam kondisi lemah di pinggir jalan lintas Sumatera, Kelurahan Sidomukti dengan gejala demam tinggi, batuk dan sesak nafas.

Roy Kiyoshi Sebut Virus Corona Bukan Satu-satunya Penyakit Baru yang Muncul di Tahun 2020

"RD terdaftar di Puskesmas Sidodadi, Kisaran, datang untuk periksa kesehatan karena menderita demam, batuk, dan sesak nafas.

Saat dilakukan rapid tes hasilnya negatif," kata Rahmat.

Namun, sambungnya, dalam perjalanan kembali ke rumah, kondisi kesehatannya menurun, dan sempat istirahat di warung pinggir jalan.

Bukan Suruh Warga di Rumah Apalagi Lockdown, Ini Cara Jitu Hong Kong Kendalikan Virus Corona

"Karena (kondisi RD) semakin melemah, oleh warga melaporkan ke posko gugus tugas," jelas Rahmat.

Setelah petugas yang dilengkapi APD tiba di lokasi, maka RD langsung dibawa ke RSUD HAMS, Kisaran.

Setiba di rumah sakit, RD langsung menjalani pemeriksaan dan terindikasi mengalami gejala covid-19.

"Yang bersangkutan ternyata pernah ada kontak fisik dengan almarhum SBB," tegas Rahmat.

Selanjutnya, tim gugus tugas langsung melakulan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi RD sempat beristirahat, termasuk kendaraan yang ia pakai sebelumnya.(ind)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved