Breaking News

Terungkap 600 Cewek Muda Prostitusi Online Berbagai Latar Belakang, Dari SPG, Mahasiswi, dan Pegawai

Ada 600 Cewek-cewek muda dari latar belakang beragam, mulai SPG event, mahasiswi, model, dan pekerja kantor yang dijual

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Kolase Tribun Manado/INEWS TV
Polisi amankan sejumlah cewek cantik yang terlibat bisnis prostitusi online. Mereka promo dan jaring pelanggan via WhatsApp (WA). 

Polisi menangkap Mami Lisa, Kusmanto, dan Dewi Kumala yang diduga menjadi muncikari bisnis esek-esek ini.

  • *Cewek-cewek muda dari latar belakang beragam, mulai SPG event, mahasiswi, model, dan pekerja kantor.
  • *Para korban terlibat bukan hanya karena kebutuhan. Tapi, latar belakang hidupnya memang borjuis, dan mewah.
  • *Mayoritas mereka yang menawarkan diri ke muncikari ini.

polisi-saat-menunjukkan-600-foto-cewek-dari-berbagai-kota-dari-tiga-mucikari.jpgPolisi saat menunjukkan 600 foto cewek dari berbagai kota dari tiga mucikari Lisa, Kusmanto dan Dewi Kumala yang ditetapkan sebagai tersangka.| Foto:Firman Rachmanudin.

****

TRIBUN-MEDAN.COM - Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, menemukan fakta terbaru di kasus bisnis esek-esek yang melibatkan 600 wanita muda.

Rupanya bisnis ini memiliki pelanggan pengusaha dan pejabat.

Di kasus bisnis esek-esek ini, polisi telah menangkap tiga muncikari yakni Lisa Semampow, Kusmanto dan Dewi Kumala.

Bisnis ini terbongkar awalnya ketika polisi menggrebek kamar hotel di Surabaya Selatan, pada 24 Februari 2020.

Saat itu polisi menciduk dua cewek yang melayani pria hidung belang.

Kemudian, polisi menangkap Kusmanto dan Dewi Kumala yang diduga menjadi muncikari bisnis esek-esek ini.

Berdasarkan pemeriksaan, polisi lalu menemukan nama dan foto 600 cewek muda yang terlibat dalam bisnis haram ini.

"Pola perekrutannya adalah dari mulut ke mulut, dan ada yang menawarkan diri karena butuh uang," kata AKP Iwan Hari Purwanto, Kanitjatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dilansir dari SuryaMalang.

Cewek-cewek dari latar belakang beragam, mulai SPG event, mahasiswi, model, dan pekerja kantor.

"Para korban terlibat bukan hanya karena kebutuhan. Tapi, latar belakang hidupnya memang borjuis, dan mewah.

Jadi kebanyakan mereka yang menawarkan diri ke muncikari ini," tegas Iwan.

Iwan memaparkan, Lisa Semampow memiliki grup khusus bagi para member yang sudah lebih dari sekali memesan jasa.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved