Seorang Pria Penyakit Jantung Meninggal, Ternyata Covid-19, Warga Takut Sempat Tahlilan 7 Hari

Tak ada yang menyangka, seperti biasa setiap ada orang yang meninggal , warga menggelar tahlilan di rumah duka.

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi/TRI BUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mobil ambulans membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 

TRI BUN-MEDAN.com - Tak ada yang menyangka, seperti biasa setiap ada orang yang meninggal , warga menggelar tahlilan di rumah duka.

Belakangan baru ketahuan, pria yang meninggal tersebut ternyata positif covid-19.  

Seorang Pria Penyakit Jantung Meninggal, Ternyata Covid-19.  

Kini, warga pun jadi takut.

BREAKING NEWS: POSITIF COVID-19, 5 Pegawai Puskesmas Selayang II Bikin Khawatir Minta Diisolasi

Dinas Kesehatan Medan Tanggapi 5 Petugas Medis Puskesmas Selayang II Positif Covid-19

Kasus meninggalnya seorang laki-laki berusia 48 tahun di Kampung Nengah, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghebohkan warga setempat.

Pasalnya, setelah dilakukan pemakaman oleh warga dan dilakukan acara tahlilan selama tujuh hari, belakangan diketahui penyakit yang diderita bukan serangan jantung melainkan positif Covid-19.

Sekretaris Kecamatan Ciseeng Heri Isnandar mengatakan, proses pemakaman terhadap warganya yang meninggal dunia tersebut dilakukan pada Jumat (3/4/2020).

Karena sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung dan sering melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, warga di sekitar tidak menaruh curiga jika korban positif corona.

Karena itu, dalam proses pemakamannya dilakukan mandiri oleh warga tanpa menggunakan SOP Covid-19.

Sehari 7 Orang Positif Covid-19 di Medan, Pemko Medan Rilis Data Terbaru Covid-19

Usai dilakukan pemakaman itu, tujuh hari setelahnya warga juga mengikuti acara tahlilan yang digelar pihak keluarga korban.

"Informasinya almarhum ini sakit jantung dan memang sejak awal tidak ada SOP Covid-19 pemakaman. Makanya warga tetap ikutan tahlilan karena menganggapnya (meninggal) sakit jantung," ungkapnya, Senin (13/4/2020).

Dinyatakan positif corona

"Warga memang benar-benar tidak tahu (almarhum positif) karena Dinkes tidak cepat menginformasikan hasilnya, usai tahlilan itu ada kabar hasil swab positif. Pada galau (cemas) tuh warga jadi untuk menenangkannya kita lakukan imbauan isolasi mandiri," ucap Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Heri Isnandar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Dari hasil tracing sementara yang dilakukan, sedikitnya ada 25 warga yang mengikuti acara tahlilan tersebut.

Saat ini, pihaknya akan melakukan tes swab terhadap keluarga almarhum.

Perampok Toko Emas Beraksi di Tanggal Khusus, Melawan saat Ditangkap, 3 Pelaku Tewas Tertembak

Bila tes yang dilakukan menunjukkan positif corona, maka secara otomatis warga sekitar akan naik statusnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP) dan interaksi mereka di kampung akan dibatasi.

Sehari 7 Orang Positif Covid-19 di Medan, Pemko Medan Rilis Data Terbaru Covid-19

Evaluasi Dinkes

Atas kejadian itu, Ia berharap kasus tersebut dapat menjadi bahan evaluasi Pemkab Bogor dan Dinkes.

Pasalnya, potensi penularan virus corona bisa dicegah jika Dinkes tidak lamban dalam menginformasikan status pasien positif corona.

"Kami kecamatan dan desa melakukan tugas sesuai kewenangan. Jadi mungkin untuk jajaran Dinkes agar lebih bisa menginformasikan secepatnya apabila ada yang positif meninggal. Sehingga kami juga lebih cepat membantu bagaimana mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai kecolongan begini. Masyarakat jadi parno, takut," katanya

Kaitan Covid-19 dan Penyakit Jantung

Sejumlah kasus kematian akibat covid-19 di antara korban memiliki penyakit penyerta sakit jantung bawaan.

Serangan jantung bisa muncul lebih akut lantaran Covid-19 menyerang saluran organ pernapasan.

Tapi, apakah ada kaitannya Covid-19 dengan serangan ke Jantung? 

//

Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 diketahui menyerang organ manusia terutama paru-paru.

Tetapi dokter semakin banyak melaporkan kasus-kasus di mana jantung juga diserang.

 BERLAKU MULAI HARI INI Pemko Medan Wajibkan Warga Pakai Masker, Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat

Dilansir Live Science (9/4/2020), Direktur Kardiologi di Fakultas Kedokteran John Hopkins Dr Erin Michos mengatakan para dokter melihat kasus orang terinfeksi corona tanpa punya riwayat jantung sebelumnya.

Kerusakan jantung (yang tidak khas) terjadi pada kasus Covid-19 yang ringan.

Kecenderungannya lebih sering terjadi pada pasien yang memiliki gejala parah dan dirawat di rumah sakit.

 BERLAKU MULAI HARI INI Pemko Medan Wajibkan Warga Pakai Masker, Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat

 Dinyatakan Positif Covid-19, Hasil Uji Swab Mantan Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Golkar

Virus menyerang secara langsung

Michos mengatakan virus corona bersirkulasi dalam aliran darah.

Artinya virus itu dapat secara langsung menyerang organ-organ lain termasuk jantung.

Baik sel-sel jantung dan sel-sel paru-paru ditutupi dengan protein yang dikenal dengan angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 ini menjadi pintu masuk bagi virus, termasuk virus corona.

Enzim itu bagai pedang bermata dua, karena di satu sisi sebagai pintu masuk virus, tapi di sisi lain berfungsi sebagai pelindung.

 Ketika jaringan dalam tubuh rusak (baik oleh virus yang menyerang seperti virus corona atau dengan cara lain) respons penyembuhan alami tubuh adalah melepaskan molekul-molekul inflamasi ke dalam aliran darah.

Molekul tersebut termasuk protein kecil yang disebut sitokin.

Sementara itu enzim ACE2 bertindak sebagai anti-imflamasi, yaitu menjaga sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan pada sel-sel tubuh sendiri.

Tetapi ketika virus menempel pada protein ACE2, protein ini tersingkir dan mungkin mengurangi perlindungan anti-inflamasi yang mereka berikan.

Jadi virus dapat merusak sel secara langsung dan mencegah tubuh melindungi jaringan dari kerusakan peradangan.

Jika otot jantung meradang dan rusak oleh virus, maka jantung tidak berfungsi.

Baca juga: Kenali Skinny Fat, Tubuh Kurus dengan Tingkat Lemak Tinggi yang Berpotensi Serangan Jantung

Virus menyerang secara tidak langsung

Virus juga bisa menyerang secara tidak langsung. Michos menjelaskan Covid-19 bisa saja tidak menyerang jantung, tapi menyerang sistem kekebalan pasien.

Skenario ini telah terjadi pada beberapa pasien dengan gejala parah yang memiliki penanda inflamasi tinggi atau protein penanda tingkat peradangan yang tinggi dalam tubuh.

Jika itu yang terjadi maka disebut badai sitokin. Badai itu merusak organ di seluruh tubuh, termasuk jantung dan hati.

Tidak jelas mengapa beberapa orang memiliki respons yang lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya, tetapi beberapa orang mungkin secara genetik rentan terhadapnya

Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, berisiko terkena Covid-19 lebih parah daripada lainnya.

"Bisa dibayangkan, jika jantung mereka sudah kesulitan bekerja, mereka tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan ini. Karena tidak memiliki cukup oksigen dan paru-paru mereka tidak berfungsi juga," kata Michos.

 Dilarang Glenn Fredly, Rahasia tentang Penyakit Glenn Akhirnya Dibocorkan Tompi, Ternyata . . .

Perawatan dan komplikasi

 Kerusakan jantung bisa dideteksi menggunakan tes darah untuk protein yang disebut troponin.

Ketika sel-sel jantung terluka, mereka membocorkan troponin ke dalam aliran darah.

Jika virus menyerang jantung secara langsung, pasien mungkin memerlukan obat antivirus.

Jika bukan sistem kekebalan yang menyebabkan kerusakan jantung, pasien mungkin memerlukan obat imunosupresan.

Saat ini tidak ada pengobatan langsung yang menargetkan Covid-19.

Sebagian besar pengobatan saat ini melibatkan perawatan suportif seperti menyediakan lebih banyak oksigen.

Ada juga obat yang masih diperdebatkan para ahli jantung, yaitu angiotensin receptor blockers (ARBs) dan ACE inhibitor.

Selain itu ada obat hydroxychloroquine yang dinilai para pakar dapat menyebabkan kerusakan jantung.

(*)

 BERLAKU MULAI HARI INI Pemko Medan Wajibkan Warga Pakai Masker, Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat

 Dinyatakan Positif Covid-19, Hasil Uji Swab Mantan Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Golkar

 Dilarang Glenn Fredly, Rahasia tentang Penyakit Glenn Akhirnya Dibocorkan Tompi, Ternyata . . .

kompas.com

Kronologi Pasien positif Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved