Pemilik Wong Solo Ajak Pengusaha Bantu Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19

Meski diakuinya cukup berat, namun tak menghalangi niatnya mengajak pengusaha lain agar mau gotong-royong membantu pemerintah

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Pemilik Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo, H Puspo Wardoyo (kaus hitam), saat memberikan bantuan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai kontribusi positif di tengah pandemi Covid-19, pengusaha kuliner nasional sekaligus pemilik Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo menunjukkan kepeduliannya, dengan menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Puspo mengaku banyak mengalami kerugian di tengah ketidakpastian seperti saat ini, masyarakat masih ramai tapi lesu dalam bisnis.

Bukan Cuma Terdampak, Ruben Onsu Akui Usaha Kuliner dengan Ribuan Karyawan Terjun Bebas imbas Corona

"Berada dalam kondisi seperti sekarang ini benar-benar tak menguntungkan buat pengusaha. Saya sendiri sebagai pebisnis kuliner, sudah dalam keadaan yang sangat kesulitan. Berbagai upaya efisiensi sudah dilakukan. Namun sampai saat ini saya masih belum ada merumahkan karyawan," kata ujar Puspo melalui video conference bersama awak media di Medan, Sabtu 11/4).

Meski diakuinya cukup berat, namun tak menghalangi niatnya mengajak pengusaha lain agar mau gotong-royong membantu pemerintah menangani pandemi ini agar segera berlalu. Puspo merasa jika selama ini, ia dan pengusaha lain telah menikmati kesuksesan dan kenyamanan berbisnis di Indonesia. Maka sudah saatnya para pengusaha terpanggil untuk peduli terhadap masalah bangsa di situasi genting seperti saat ini.

"Selama ini pengusaha sudah sangat nyaman. Saya sendiri sebagai pengusaha merasakan kenyamanan tersebut. Sekarang pada saat susah seperti ini, mereka (pengusaha) harus ditekan untuk turut bertanggung jawab, ikut menjadi bagian yang menghidupi rakyat," tambahnya.

Pengalaman Puspo sebagai pebisnis tidak perlu diragukan lagi. Jatuh bangun dalam berbisnis telah ia lalui, membangun bisnis dari kaki lima yang berkembang hingga hampir 3 dekade lamanya juga ia lalui.

Mulai dari krisis moneter 98, flu burung yang cukup berimbas besar pada usaha kuliner pada saat itu, dan saat ini pandemic Covid-19 yang berimbas hampir di seluruh sektor perekonomian.

Berkaca pada keadaan saat ini yang penuh dengan ketidakpastian maka jika harus memilih, Puspo akan memilih untuk lockdown. Langkah ini dinilai akan lebih efektif walau merupakan pil pahit bagi dunia bisnis.

Dengan lockdown ia berharap, efek pandemi Covid-19 ini akan lebih terukur. Dunia bisnis mungkin akan sangat terpuruk 1 atau 2 bulan, tapi setelah itu diharapkan geliat bisnis dapat bangkit kembali. Tapi hal ini kiranya tidak akan mudah apabila tidak ada kerjasama antara seluruh komponen yang ada.

Jika memang akhirnya akan terjadi lockdown, Pemerintah diharap bisa merangkul pengusaha untuk turut berpartisipasi menghadapi situasi ini. Tak hanya itu, Puspo juga mengharap peran aktif para ulama dan tokoh agama untuk mengajak umat berbagi sesuai dengan ajaran seluruh agama.

Islam sendiri mengenal zakat dan sedekah, kiranya para alim ulama dapat menyampaiakan kepada umat muslim bahwa bersedekah tidak hanya di waktu lapang, tapi juga di waktu sempit, selain itu sedekah juga dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki yang berlimpah, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Jangan justru "panic buying" yang akan membuat saudara kita yang tidak mampu semakin terpuruk.

Usai video conferense, Tribun bersama awak media lainnya berkesempatan menyaksikan secara langsung persiapan yang dilakukan karyawan Wong Solo menyiapkan ratusan bungkus nasi yang akan dibagian untuk TKI yang sedang diisolasi.

" Distribusi nasi bungkus ini sudah kami lakukan sejak Kamis 9 April 2020, Wong Solo menyediakan konsumsi untuk 3 kali makan setiap harinya, baik untuk posko yang berada di Medan (Lanud Suwondo, Deliserdang, PMI dan yang terbaru tanggal 13 April 2020 pukul 20.00 Rombongan TKI dari Batam," ujar Puspo.

Setiap harinya, di Medan dan sekitarnya sekitar 1.500 hingga 2.500 nasi bungkus didistribusikan oleh Rumah makan Ayam Bakar Wong Solo. Nasi bungkus tersebut lengkap dengan lauk, sayur, sambal dan pelengkap lainnya. Kemarin, menu yang disiapkan terdiri dari nasi putih, lauk ikan lele goreng, sambal tempe teri, tahu goreng, sambal goreng, dan tauco. Puspo pun menyediakan pilihan menu yang bervariasi, agar masyarakat yang dikarantina tidak bosan mengingat waktu karantina yang panjang.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved