Elsa Menghimpun Rupiah dari Bisnis Pembuatan Masker Kain

Dalam seminggu, ia mampu memproduksi masker lebih kurang seribuan. Ia pun mengaku omzetnya kian meningkat

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Natalin Sybeth
Penjahit di Kota Medan, Elsa Fransiska Dabukke (tengah) bersama tim menunjukkan masker kain. Permintaan masker kain datang dari berbagai daerah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Saat ini masker seolah menjadi barang wajib untuk dimiliki semua elemen masyarakat. Kondisi tersebut terjadi setelah wabah Virus Corona atau Covid-19 mulai meluas di dunia hingga sejumlah daerah termasuk di Kota Medan.

Pemerintah pun mewajibkan penggunaan masker bagi para warga yang keluar rumah demi mencegah Virus Corona. Permintaan masker pun semakin meningkat terutama masker kain.
Seorang penjahit di Kota Medan, Elsa Fransiska Dabukke mengatakan, saat ini ia bersama tim lebih fokus memproduksi masker karena meningkatnya permintaan.

Peduli Korban Dampak Covid-19, Adzkia Bagikan Paket Sembako dan Masker Kain

"Sulit menemukan masker di pasaran bahkan di apotek sekalipun, dan kalau pun ada harganya sangat menjulang tinggi. Sebenarnya kita juga awalnya tidak berpikir untuk produksi masker, kita hanya membuat masker untuk pribadi sendiri dan memposting dengan caption 'akibat tak menemukan masker di mana mana'. Sehingga banyaklah yang mengomentari dan chatting permintaan untuk menjual masker," ujar Elsa.

Dalam seminggu, ia mampu memproduksi masker lebih kurang seribuan. Ia pun mengaku omzetnya kian meningkat.

"Karena kita belum punya pekerja yang cukup banyak dan kita semua juga tahu bahwa tidak boleh mengumpulkan banyak orang di masa sulit seperti ini, jadi kita pakai tenaga kerja orang rumah saja. Permintaan masker meningkat bahkan ada yang kita tolak karena memikirkan sedikitnya orang yang bekerja dan tidak memungkinnya untuk menghasilkan sebegitu banyak masker," jelasnya.

Dikatakannya, permintaan masker berawal dari pelanggan yang pernah jahit baju. Namun, ia sendiri tak menyangka, kini permintaan masker sudah datang dari mana saja, baik permintaan dari dokter, klinik, rumah sakit, dan berbagai daerah.

"Permintaan masker kain kita itu dari Medan, Jambi, Samosir, Parapat, Kalimantan, Surabaya, dan sebagainya," ucapnya.

Diakuinya, dalam memproduksi masker kain ini terkendala bahan-bahan yang susah ditemukan sebab dalam situasi ini banyak toko yang tutup dan bahan yang dibutuhkan sangat terbatas. Meskipun begitu, masker yang dijualnya cukup terjangkau yakni Rp 6.000.

Perempuan kelahiran 17 Januari 1998 ini mengatakan tips agar bisnis berjalan dengan baik yakni bekerja semaksimal mungkin dari pelayanan, tingkat kerapian menjahit, kebersihan tempat kerja dan yang utama jangan sampai mengecewakan konsumen dengan janji-janji buta.

Ke depannya, Elsa ingin membuat usaha jahit ini menjadi sebuah butik. "Semangat selalu untuk semua pengusaha baik yang masih merintis atau yang sudah berjalan lama. Stay healty untuk kita semua," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved