Wanita Disabilitas Buat Masker untuk Dibagikan kepada Warga Secara Gratis, Perjuangan Stop Corona

Seorang gadis disabilitas, Nuri Wulandari (18) berjuang untuk hentikan wabah virus Corona yang mengganas dengan cara membuat masker.

Shutterstock
Masker N95 dan masker bedah 

Wanita Disabilitas Buat Masker untuk Dibagikan kepada Warga Secara Gratis, Polisi Dukung Perjuangan Stop Corona

Seorang gadis disabilitas, Nuri Wulandari (18) berjuang untuk hentikan wabah virus Corona yang mengganas dengan cara membuat masker. Lalu, masker itu dibagikan secara gratis kepada warga sekitar rumahnya.

TRI BUN-MEDAN.com-Seorang gadis disabilitas, Nuri Wulandari (18) berjuang untuk hentikan wabah virus Corona yang mengganas dengan cara membuat masker. Lalu, masker itu dibagikan secara gratis kepada warga sekitar rumahnya.

Keterbatasan fisik tidaklah menjadi rintangan bagi Nuri Wulandari untuk berbuat kebaikan di tengah wabah virus corona.

Dia menjahit masker di rumahnya di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kemudian bagikan kepada warga yang saat ini sangat membutuhkan.

KKB Papua Berondong Mobil Patroli, Serangan Balas Dendam untuk TNI/Polri yang Membunuh Rekan Mereka

Aksi sosial Nuri mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepolisian Resort (Polres) Inhu. 

Polisi membantu Nuri untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat untuk mengantisipasi virus corona.

"Saat ini, Nuri memanfaatkan waktu luangnya dengan menjahit dan membuat masker. Kamudian, masker itu kami bagikan kepada masyarakat Kabupaten Inhu," ucap Kapolres Inhu AKBP Efrizal melalui Paur Humas Aipda Misran, kepada Kompas.com, melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2020).

Misran mengatakan, Nuri adalah anak dari pasangan Mulyono (48) dan Mujiyanti (50). Mereka tinggal di sebuah rumah berdinding papan di Desa Seberida.

Meski memiliki keterbatasan fisik, anak ketiga dari empat bersaudara itu memiliki keterampilan dalam menjahit pakaian.

"Melalui keterampilannya menjahit pakaian, Nuri ikut andil dalam melawan virus corona dengan membuat masker," ujar Misran.

Nuri mengalami cacat akibat kecelakaan tunggal pada awal Januari 2020 lalu.

Kecelakaan itu menyebabkan kaki kanannya terpaksa diamputasi.

Proses pengobatan Nuri saat itu sepenuhnya dibantu oleh Polres Inhu. Sebab, kedua orangtuanya tidak memiliki biaya untuk berobat.

3 Polisi Meninggal Diberondong TNI-AD, Kapolda Papua Tarik Senjata Personel Polres Mamberamo Raya

"Nuri kami bawa berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru. Hingga akhirnya pihak medis mengatakan bahwa kaki kanan Nuri harus diamputasi," kata Misran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved