Pemerintah Sumut Fasilitasi Pemulangan 547 TKI dari Malaysia ke Kabupaten dan Kota Masing-masing

Pemulangan ini dikoordinasikan dengan Pemprov asal TKI masing-masing apakah akan dikarantina atau pemeriksaan kesehatan lagi.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara mengawasi proses ketibaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di ruang karantina di Pangkalan Udara Militer (Lanud) Soewondo Medan, Jumat (10/4/2020). Sebanyak 389 TKI yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan sekitarnya yang dipulangkan dari Malaysia tersebut, akan menjalani proses karantina sementara waktu guna mengantisipasi penularan COVID-19 sebelum dipulangkan ke daerahnya masing-masing. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memfasilitasi pemulangan 547 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke daerah masing-masing, yang selama ini menjalani karantina, pascakepulangan dari Malaysia, Senin (13/4/2020).

Saat ini, seluruh TKI ini telah dikarantina di beberapa tempat di Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan.

Nantinya, pemulangan ini akan dilaksanakan di Apron Pangkalan Udara Soewondo, Kota Medan.

“Mereka ditampung di Sumut ini bisa dibilang transit atau karantina sementara. Kita sudah cek kondisi semua TKI yang datang, semua sehat. Dari Malaysia mereka sudah diperiksa dan membawa surat tanda sehat. Masuk di Bandara Kualanamu juga dilakukan pemeriksaan lagi melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan, begitu pula saat di karantina sementara di sini (Lanud Soewondo) melalui Dinkes Sumut,” ujar Wakil Sekretaris Gugus Tugas Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Adapun rincian data dari 547 TKI yang ditampung di Sumut, kata Riadil, terdiri dari 144 orang masyarakat Sumut dan 403 dari 22 provinsi lain.

Sebanyak 136 ditampung di Gedung Cadika Lubukpakam Kabupaten Deliserdang dan ditangani oleh Pemkab setempat.

Sisanya, ditampung di Gedung Andromeda Lanud Soewondo Medan.

“Pemulangan ini juga kita koordinasikan dengan Pemprov asal TKI masing-masing. Setibanya di daerah asal nanti kebijakan wilayah masing-masing, apakah akan dikarantina atau pemeriksaan kesehatan lagi. Tetapi sebenarnya saat dipulangkan dari Malaysia mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Pemerintah Malaysia dan juga ketika tiba di sini. Mudah-mudahan mereka sehat-sehat,” jelasnya.

Riadil mengungkapkan bahwa hari ini, masyarakat Sumut sudah dipulangkan dan dijemput oleh Pemkab/Pemko masing-masing. Begitu pula dengan TKI asal provinsi lain, dipulangkan dengan bus di antaranya Aceh, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu.

Sedangkan yang akan menyusul untuk dipulangkan Minggu (12/4) yakni dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kepri, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, Kalimantan Timur dan Yogyakarta.

Tiba di Asahan, Dua TKI dari Malaysia Tak Ingat Lagi Alamat Rumah

“Jumlahnya sekitar seratusan, kita harapkan rampung pada hari Selasa mendatang,” terang Riadil.

Selama dikarantina di Gedung Cadika Deliserdang dan Gedung Andromeda Lanud Soewondo Medan, kata Riadil, segala kebutuhan TKI diperhatikan, mulai dari jadwal makan, perlengkapan sandang dan lainnya.

“Karena kita lihat ada yang datang hanya membawa baju di badan. Jadi pemulangan ini juga kita berikan bantuan pakaian, peralatan mandi, kelengkapan wanita dan anak,” ungkapnya.

Adapun protokol kesehatan yang dilaksanakan di Lanud Soewondo di antaranya para TKI akan dites dengan thermoscan (pendeteksi panas tubuh), mengisi formulir kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan tanda-tanda demam, batuk dan sesak nafas, maka mereka akan diperlakukan sebagai PDP, untuk selanjutnya dirujuk ke RS rujukan.

Prihatin Nasib TKI Perempuan dan Anak

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut Nurlela yang juga turut hadir di Apron Pangkalan Udara Soewondo Medan turut menyampaikan rasa prihatin dengan nasib para TKI perempuan yang membawa anak-anak yang pulang dari Malaysia.

Sebelum dipulangkan, Nurlela menyempatkan memberikan arahan serta memberi bantuan kepada perempuan dan anak-anak.

“TKI yang dipulangkan ini ada 77 perempuan dan 3 anak-anak. Tadi bahkan ada yang masih bayi. Mereka pulang seadanya, hanya membawa baju di badan. Jadi, kita berikan bantuan sandang, pangan, produk kewanitaan dan sanitasi, keperluan nutrisi bayi seperti susu dan lainnya,” ucap Nurlela.

Nurlela mengaku sudah berkoordinasi dengan Kadis PPPA provinsi lainnya untuk memberi kabar kepulangan kaum perempuan dan anak.

Sehingga, saat tiba di wilayah dan provinsi masing-masing, mereka mendapatkan perhatian dan dukungan.

“Tetap semangat Ibu-Ibu. Kita jadikan ini pelajaran berharga. Berangkat untuk bekerja ke negara tetangga harus melalui prosedur yang jelas dan resmi. Kasihani anak-anak kita yang ikut bersama kita,” pesan Nurlela.(wen/tri bun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved