Komunitas Turun Tangan Medan Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan dan Melek Politik
Terdapat empat aspek yang menjadi lingkup kegiatan Turun Tangan Medan, yakni sosial, lingkungan, pendidikan, dan politik.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas kerelawanan yang terbentuk sejak 2014 di Medan, Turun Tangan Medan mengajak anak-anak muda di Kota Medan untuk peduli terhadap lingkungan.
Tersebar di beberapa daerah di Indonesia, Turun Tangan memiliki misi mendorong anak-anak muda untuk peduli terhadap politik dan menyiapkan pemimpin yang berkompeten dan berintegritas.
"Sejak 12 Januari 2014 kita sudah bergerak menjadi komunitas kerelawanan yang melaksanakan kegiatan sosial dan politik. Jadi selain melakukan kegiatan sosial kita juga mengajak anak-anak muda di Medan untuk enggak acuh terhadap politik," ujar Rizka Defina, koordinator Turun Tangan Medan, Sabtu (11/4/2020).
Rizka menerangkan terdapat empat aspek yang menjadi lingkup kegiatan Turun Tangan Medan, yakni sosial, lingkungan, pendidikan, dan politik.
Di masing-masing aspek ini, Rizka mengatakan Turun Tangan Medan memiliki kegiatan-kegiatan berdasarkan lingkup tersebut.
"Nah di keempat lingkup itu kita punya kegiatannya masing-masing. Seperti kalau di bidang pendidikan itu biasanya kita mengajar di yayasan-yayasan secara sukarela. Untuk kegiatan di lingkup politik kita pernah adakan diskusi politik dengan tokoh-tokoh politik yang ada di Medan. Terakhir kali kita juga pernah adakan dialog terbuka waktu itu dengan calon Wali Kota Medan," tuturnya.
• 1 Pasien Positif Covid-19 Berusia 35 Tahun dan 1 PDP Berumur 11 Bulan Meninggal
Sementara untuk kegiatan sosial, terang Rizka menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan Turun Tangan, seperti pemberian donasi, penggalangan dana untuk korban bencana, merayakan hari raya di panti asuhan dan lain sebagainya.
Sejauh ini, terang Rizka sudah mencapai ratusan, namun yang masih aktif untuk turun dalam setiap kegiatan sekitar 30 an anggota. Hal ini dikarenakan beberapa anggota lainnya yang sudah bekerja dan pindah ke luar kota, juga beberapa ada yang sudah berkeluarga.
"Anggota sebenarnya lumayan banyak, sampai ratusan, cuma yang aktif kita sampai 30an karena kebanyakan relawan Turun Tangan itu sudah bekerja, ada yang di luar kota, dan ada juga yang sudah berkeluarga jadi kurang aktif, mereka lebih kayak ke donatur gitu. Yang aktif gerak sampai sekarang sekitar 30an orang lah," jelas Rizka.
Rizka mengatakan bahwa berbagai kegiatan Turun Tangan Medan baginya memberi sumbangsih besar terhadap pembentukan karakter.
"Sejauh ini bergabung di Turun Tangan itu bisa ngebentuk karakter untuk bisa lebih sabar, belajar memahami orang lain, bisa belajar jadi pemimpin juga, kita jadi peduli dengan orang-orang di sekitar kita. Terlebih di situasi seperti saat ini kita juga bisa memahami lebih baik, tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang buruk jadi kita memang harus benar-benar jeli," ungkanya.
Rizka berharap ke depan komunitas Turun Tangan Medan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat serta bisa memberikan perubahan baik bagi lingkungan.
"Harapannya semoga Turun Tangan Medan tetap solid, tetap kompak, tetap bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bagi orang terdekatnya kita, dan bisa menjadi komunitas yang memberikan perubahan-perubahan baik bagi Kota Medan itu sendiri," pungkas Rizka.(cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/turun-tangan-1.jpg)