Kondom Bekas Pakai Berserak di Taman, Satpol PP Ucap Milik Waria: Bukan Laki-laki atau Perempuan
Ini terjadi di Solo. Kondom bekas habis pakai berserakan di ruang terbuka publik di Bendung Karet atau biasa dikenal Taman Tirtonadi Solo.
- Penampakan kondom berserakan di taman
- Ditemukan di tempat waria biasa mangkal
- Sengaja dibuang pemakai di taman
- Kondom dibuang saat warga sedang mengisolasi diri
- Saptol PP bilang pemilik bukan laki-laki atau perempuan
TRI BUN-MEDAN.com - Pemerintah mengimbau warga agar berdiam diri di rumah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
Dari sini, banyak kejadian janggal yang terjadi. Salah satunya, fenomena kondom berserakan di taman.
Ini terjadi di Solo. Kondom bekas habis pakai berserakan di ruang terbuka publik di Bendung Karet atau biasa dikenal Taman Tirtonadi Solo.
• Efek Covid-19 Stok Darah Makin Menipis, PMI Medan Ajak Masyarakat Tetap Donor Darah Cara Aman
Realita itu terekam dalam sebuah video yang dibagikan warga sehingga viral di media sosial, Rabu (8/4/2020).
Penemuan kondom di tempat tidak sewajarnya yang berada di taman Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari itu pun mengagetkan publik.
Pasalnya, kondom bekas itu ditemukan saat orang-orang tengah fokus mengisolasi diri di rumah akibat Corona.
Dalam video berdurasi 23 detik itu, kondom bekas pakai tersebut seperti sengaja dibuang pemakainya di sebuah tangga Taman Tirtonadi.
• AKHIRNYA Anggota DPRD Ini Minta Maaf, Tertangkap Mabuk Bareng 3 Wanita Seksi Lalu Amuk Anggota TNI
Tak jauh dari itu, bungkus kondom berwarna merah bermerek Sutra juga ditemukan di lokasi tersebut.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto membenarkan adanya penemuan kondom bekas tersebut.
• Seorang Warga Karo Positif Covid 19, Pasien Sakit di Berastagi setelah Pulang dari Surabaya
"Kondom itu ditemukan di tempat yang biasa digunakan para waria (mangkal)," kata Agus kepada TribunSolo.com, Rabu (8/4/2020).
"Itu yang pakai waria, bukan laki-laki dan perempuan," tutur Agus.
Agus mengungkapkan para waria biasa mangkal di Bendung Karet Tirtonadi sekira pukul 00.00 WIB ke atas.
"Itu tempat mangkalnya para waria," imbuhnya.
• INI Jumlah WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, India Terbanyak Disusul Pakistan, Bertambah 16 Orang
"Mereka biasanya mangkal pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB," ungkap dia.
"Mereka tidak berani mangkal dibawa pukul 00.00 WIB," imbuhnya membeberkan.
Agus menegaskan personel tetap melakukan patroli 24 jam ke semua titik di Kota Solo, termasuk kawasan Bendung Karet.
• Seorang Transgender Bernama Mira Tewas Dibakar Hidup-hidup Setelah Mengakui Curi Ponsel Sopir Truk
"Kalau malam patroli terus, termasuk ke situ, mereka kalau tahu Satpol langsung lari," tegas dia.
"Kami sudah memberitahu mereka tapi tetap saja membandel," tandasnya.
Solo Masih KLB Corona
Sebelumnya, sejumlah kegiatan mingguan di Kota Solo akan ditutup sementara hingga waktu yang tak ditentukan.
• Kompol Zulfadli Meninggal dengan Gejala Mirip Covid-19, Polda Sumut: Hasil Pemeriksaan Negatif
Di antaranya kegiatan Minggu pagi dan sore di Manahan serta Car Free Day (CFD) Solo setiap akhir pekan.
Menyusul status 'Kejadian Luar Biasa' (KLB) Corona Solo yang ditetapkan oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (13/3/2020) malam.
"Kegiatan pagi maupun sore di Manahan ditutup juga," kata Rudy.
Tidak hanya itu, sejumlah tempat wisata di Kota Solo juga akan ditutup selama 14 hari.
Meliputi, Museum Keris, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan lainnya.
• Anak Mayangsari dapat Pesan Ancaman Pembunuhan dari Sosok Misterius
Sementara itu, moda transportasi Batik Trans akan berhenti beroperasi sementara waktu.
Namun KLB Corona diperpanjang hingga diperkirakan pada 14 April 2020 mendatang.
Bahkan tidak hanya mall dan berbagai kegiatan yang dibatasi, tetapi Pemkot Solo akan memberikan sanksi tegas terhadap para siswa yang keluyuran selama mewabahnya virus Corona.
Termasuk masyarakat yang nongkrong-nongrong di jalanan.
• Ashanty Ikut-Ikutan Halu Pamer Foto dengan Idol Kpop Hyun Bin, Netizen Ngadu ke Anang Hermansyah
Pasalnya, Pemkot Solo telah memutuskan untuk mengalihkan proses belajar ke rumah.
Rudy menyampaikan, pihak telah mempersiapkan sanksi tegas terhadap para siswa yang keluyuran.
"Karantina di Kantor Satpol PP semalam, karena sudah disuruh belajar di rumah malah keluar," tutur Rudy.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Serambi Indonesia dengan judul : Diminta di Rumah Aja Cegah Wabah Corona, Kondom Sutra Bekas Pakai Berserakan di Taman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-kondom-yukk_20151123_164057.jpg)