Pakar Kesehatan Menguji Vaksin TB untuk Lemahkan Covid-19 Dalam Tubuh, 1000 Orang Diuji Klinis

Virus Corona atau Covid-19 sudah menginfeksi sebanyak 1.270.854 orang di seluruh dunia dan menyebabkan 69.383 orang di antaranya meninggal dunia.

AP
Petugas medis bekerja terus menerus di tengah perebakan virus corona di rumah sakit kota Brescia, Italia utara (19/3). 

PARA Pakar Kesehatan Menguji Vaksin TB untuk Lemahkan Covid-19 Dalam Tubuh, 1000 Orang Uji Klinis

Virus Corona atau Covid-19 sudah menginfeksi sebanyak 1.270.854 orang di seluruh dunia dan menyebabkan 69.383 orang di antaranya meninggal dunia.

TRI BUN-MEDAN.com-Demi meredam penyebaran virus Corona yang telah buat geger dunia, para pakar kesehatan diberbagai negara tengah menguji vaksi tuberkulosis (TB).

Adapun tujuan uji coba vaksi tuberkulosis untuk mengetahui sistem kekebalan tubuh dan menurunkan gejala gangguan pernapasan bagi yang terinfeksi Covid-19.

Seperti dilansir laman New York Times, vaksin Bacillus Calmette-Guerin masih digunakan di negara-negara berkembang.

LAWAN WHO, Dua Negara Ini Gelar Kompentisi Sepak Bola saat Virus Corona Mengganas di Dunia

Lalu, para ilmuwan menemukan, vaksin ini tidak sekadar mencegah penyakit tuberkulosis.

Vaksin ini juga mencegah kematian pada bayi dari berbagai sebab, dan mengurangi insiden infeksi pernapasan secara signifikan.

Menurut para ahli, vaksin TB seolah melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan merespon berbagai infeksi, termasuk virus, bakteri, dan parasit.

Ada sedikit bukti vaksin akan melemahkan infeksi virus corona, namun serangkaian uji klinis diperlukan selama beberapa bulan untuk membuktikan hal ini.

 Para ilmuwan di Melbourne, Australia, mulai mengelola vaksin BCG dan juga plasebo kepada ribuan dokter, perawat, terapis pernapasan dan petugas perawatan kesehatan lainnya.

Plasebo biasanya hanya berisi serbuk laktosa yang tidak memiliki khasiat apapun sebagai obat, Efek ini muncul karena pasien yang mendapat plasebo tidak tahu,

Tetapi sugesti bisa membuat obat itu benar-benar manjur layaknya obat asli.

Rangkaian itu merupakan uji coba terkontrol acak pertama yang bertujuan menguji efektivitas vaksin tuberkulosis terhadap virus corona.

"Tidak ada yang mengatakan ini obat mujarab," kata Nigel Curtis, peneliti penyakit menular di University of Melbourne dan Murdoch Children's Research Institute, perencana uji coba.

"Apa yang ingin kita lakukan adalah mengurangi masa di mana petugas kesehatan yang terinfeksi berada dalam kondisi kurang baik, agar mereka segera pulih dan kembali bekerja."

Innalillahi, Camat Bekasi Utara Meninggal Akibat Covid-19, Wali Kota: Jenazah Sudah Dimakamkan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved