Taman Wisata Iman Dairi 'Disulap' Jadi Rumah Singgah ODP Corona, Ini Fasilitas yang Ditawarkan
Pemkab Dairi 'sulap' Taman Wisata Iman jadi rumah singgah ODP Corona. Gubernur Sumut wanti-wanti kepulangan TKI
Taman Wisata Iman Dairi 'Disulap' Jadi Rumah Singgah ODP Corona, Ini Fasilitas yang Ditawarkan
DAIRI,TRIBUN-Taman Wisata Iman (TWI) di Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi adalah lokasi wisata religius yang cukup dikenal masyarakat Sumatera Utara.
Namun sekarang, lokasi wisata itu "disulap" menjadi rumah singgah bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona/Covid-19.
Menurut Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, rumah singgah ini diperuntukkan bagi warga Dairi yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah Covid-19.
• Sepasang Kekasih Berhubungan Intim di Taman, Ahmad Ingatkan Aturan Lockdown dan Social Distancing
"Ada 33 kamar dengan kapasitas 51 orang. Namun, bila sangat diperlukan, kami masih ada hall yang bisa dipakai," kata Eddy saat meninjau kesiapan rumah singgah tersebut, Jumat (3/4/2020).
Ia mengatakan, rumah singgah ini terletak di lokasi Bahtera Nuh.
Nantinya, rumah singgah dikhususkan bagi ODP yang sudah mengalami gejala klinis.
"Di sini adalah tempat bagi mereka yang belum membutuhkan perawatan medis.
Untuk yang sakit, ditaruh di ruang isolasi RSUD Sidikalang," ujar Eddy.
Sesuai prosedur, ODP tersebut akan diisolasi selama 14 hari. Mereka tetap dipantau oleh tim medis.
• Berita Foto: Taman Aktif di Medan Mulai Ditutup Sementara, Guna Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19
Dari amatan Tribun Medan, masing-masing kamar di lokasi berisi ranjang, lemari, dan kamar mandi.
Pada kamar tertentu, dilengkapi pula dengan TV. Menyangkut kasus Corona ini, Eddy meminta masyarakat untuk tetap tenang.
Ia meminta warga tidak panik dan jangan keluar rumah jika tidak ada hal yang dianggap terlalu penting.
Sementara itu, masih terkait virus Corona ini, Dinas Tenaga Kerja Sumut mencatat ada 1.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Tanah Air sejak Januari 2020 kemarin.
Rata-rata, TKI yang pulang ke Sumut itu berasal dari zona merah, seperti Malaysia.
"Kami belum bisa pastikan (apakah TKI yang pulang telag melakukan pemeriksaan kesehatan).
Karena mereka kebanyakan pulang di Riau," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Harianto Butarbutar.
Ia mengatakan, sulitnya mendata para TNI ini lantaran buruh migran itu banyak yang berangkat secara ilegal.
Sehingga, kata Harianto, ketika pulang pun susah untuk didata.
Karena ada juga yang pulang lewat jalur tidak resmi.
"Yang tidak terdata itu, mereka berangkat menggunakan paspor, sampai di sana tahunya mereka bekerja.
Ketika kembali ke Indonesia, mereka hanya memperpanjang masa aktifnya saja.
Kadang sekali sebulan pulang lewat laut," ungkap Harianto.
Soal kepulangan TKI dari zona merah ini, sambungnya, dipantau langsung oleh Kementerian Sosial.
Bagi TKI yang terdata secara resmi, mereka lebih dulu dikarantina di tempat khusus.
Sebut saja seperti TKI yang pulang di Batam kemarin.
• Ini Tips Hilangkan Kepanikan Saat Wabah Corona dari Andrea Dian yang Bisa Dilakukan
"Mereka yang dikarantina boleh pulang jika satu atau dua minggu dinyatakan tidak ada gejala," kata Harianto.
Berdasarkan data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), tahun 2019 ada 17.000 warga asal Sumut yang berangkat ke Malaysia sebagai TKI.
Dan seluruh TKI yang berangkat secara resmi, kata dia, masih berada di Malaysia dan belum pulang ke Sumut.
Sebab, perusahaan yang menampung TKI asal Sumut, kata Harianto, menyiapkan asrama kepada masing-masing warga.
Oleh karena itu, para TKI masih memilih untuk menetap di Malaysia.
• Pulih dari Virus Corona, Ternyata Nenek 99 Tahun Rajin Konsumsi Ini Saban Pagi Setiap Harinya
"Mereka semua masih berada di Asrama," ungkap Harianto.
Terkait persoalan TKI ini, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pernah meminta kepada semua jajarannya untuk memantau kepulangan buruh migran tersebut.
Edy khawatir, TKI yang pulang terpapar atau menjadi pembawa virus Corona.
"Sejauh ini belum ada TKI asal Sumut yang resmi terkontaminasi virus Corona.
Hanya saja, kami harapkan mereka pulang dikarantina.
Tapi anggaran pemerintah tidak cukup," pungkasnya.
• Pelatih Timnas U-19 Indonesia Positif Corona padahal Tak Ada Gejala, Begini Kondisi Terkini Gong Oh
Kena Semprot
Di Kabupaten Asahan, persisnya di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut ada enam orang TKI asal Malaysia yang pulang kampung.
Menurut Kepala Desa (Kades) Silo Baru, Ahmad Sofyan, warganya itu kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.
Dari sana, mereka menumpangi minibus ke kampung halaman.
"Kami dapat info bahwa ada enam warga kami yang selama ini bekerja di Malaysia, pulang lewat Bandara Kualanamu.
Jadi untuk mencegah Covid-19, begitu sampai di desa kami, tubuh mereka diperiksa sesuai SOP," kata Sofyan.
• JANGAN Sepele, Virus Corona Tak Cuma Mematikan bagi Generasi Tua, WHO Mewanti-wanti
Tidak hanya pemeriksaan suhu tubuh, keenam TKI itu juga disemprot menggunakan disinfektan.
Setelah menjalani pemeriksaan fisik, keenam TKI itu tidak terindikasi memiliki gejala Covid-19.
Namun begitu, Sofyan meminta kepada keenam warganya tersebut untuk kembali melakukan pengecekan kesehatan ke puskesmas dan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.
"Warga kami itu kan datang dari daerah pandemi.
Jadi kami minta, setelah ini melapor dan periksa kesehatan ke puskesmas dan berdiam diri di rumah selama 14 hari," tegasnya.
• Simak Cara Menggunakan ATM agar Kamu Terhindar dari Potensi Penularan Virus Corona
Selain enam TKI yang baru tiba, Lanjut Sofyan, di Desa Silo Baru terdapat enam warga lainnya yang berstatus ODP.
Umumnya karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi, seperti Jakarta, Tangerang dan lainnya.
"Kalau sebelum ini, ada enam orang yang ODP, karena baru pulang dari Jakarta ada dua orang, Tangerang, Malaysia, Riau dan Medan," sebut Sofyan. (cr16/wen/ind)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/taman-wisata-iman-akan-dijadikan-rumah-singgah-odp-covid-19.jpg)