Kabid Kesmas Imbau Jangan Paranoid Hadapi Covid-19, Hindari Droplet dan Rajin Cuci Tangan

Kabid Kesmas Imbau Jangan Paranoid Hadapi Covid-19, Hindari Droplet dan Rajin Cuci Tangan

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petugas medis membawa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 ke dalam ruang infeksius RSUP Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Rabu (18/3/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bertambahnya jumlah pasien positif Covid 19, membuat masyarakat paranoid dan terlalu khawatir sehingga muncul penolakan pemakaman korban Covid-19 di berbagai tempat.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan, mengungkapkan, berdasarkan penelitian dan analisis sejumlah ahli, virus corona tidak akan bisa berkembang biak selama setiap individu selalu disiplin.

"Sesuai anjuran WHO, di antaranya dengan menghindari keramaian, cuci tangan pakai sabun, gunakan masker. Sebaiknya semua orang menggunakan masker medis maupun yang buatan sendiri. Karena masih banyak masyarakat kita berkumpul dan tidak menjaga jarak, artinya penularan itu melalui droplet yang keluar dari yang terpapar Covid-19 masih rentan," ungkapnya, Minggu (5/4/2020).

Ia mengatakan, setiap orang bisa saja tidak mengetahui bahwa ia telah terpapar virus Corona.

"Kuncinya masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat. Memang kalau menggunakan hand sanitizer cukup baik. Tapi jangah salah, WHO merekomendasikan cuci tangan cukup pakai sabun saja, mau merek apapaun bisa dilakukan dan bilaslah dengan air mengalir. Jangan terpengaruh siapa-siapa, harus sabun inilah, itulah, karena jenis Covid-19 akan mati jika kena sabun jenis apa saja," ungkapnya.

Dan satu lagi, sambungnya, semua masyarakat harus memahami, bahwa induk semang dari Corona adalah droplet (uap air atau percikan air ludah ).

"Catatan, hindari bersalaman. Bila kita yakini droplet (Covid-19) jatuh di tangan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Bila di benda meja kursi, droplet yang basah tadi akan mengering bisa karena panas matahari atau angin, virusnya akan mati. Dia tidak bertahan lama bila di benda mati, rentang waktunya antara 15-20 detik. Kemudian bilas tangan yang benar, ada caranya selama 15 atau 20 detik," tuturnya.

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan ini menuturkan, bahwa virus yang awalnya menular dari kelelawar ke kelelawar ini sudah ada sejak lama. Karena Covid-19 sendiri merupakan turunan ke-6.

"Penyakit berasal dari Wuhan ini awalnya menyebar dan menular dari kelelawar ke kelelawar, kemudian ke mamalia sampai kemudian menular ke manusia hingga akhirnya menular dari manusia ke manusia hingga meluas menjadi pandemi atau berkembangnya suatu wabah dari kecil menjadi skala besar hingga akhirnya jadi tanggungjawab internasional," urainya.

Belakangan, pria yang akrab disapa Edo ini mengaku, sebagai orang yang berkecimpung di dunia medis, ia mengaku cemas dengan seliweran informasi yang beredar terkait Covid-19 ini, sehingga membuat kinerja gugas tugas turut terganggu.

"Saat ini semua orang mengaku paling tahu tentang Corona, semua jadi ahli corona, semua takut dan semua rancu. Harusnya kalau membaca berita atau share group baca sampai selesai, tidak usah diamati apalagi ditanggapi kalau tak valid, cukup pahami dari apa yang disampaikan sumber yang jelas dan pas infonya," tegasnya.

Edo menegaskan, masa bertahan virus ini hanya sekitar 15 detik jika bukan di medianya. Karena Corona cuma bisa hidup di media yang hidup. Artinya, jika di tempat kering, virus itu akan mati dan jatuh ke tanah dalam bentuk kristal.

Dikatakannya, Covid-19 tidak bisa menular lewat udara, karena sampai saat ini memang belum ada penelitian yang bisa menjelaskan secara pasti. Untuk itu para ahli juga masih melakukan penelitian.

"Corona ini jenis virus dengan ukuran 20 mikron. Dengan ukuran demikian, virus gampang mati jika terkena air asin, cuka atau air asam lain," bebernya.

Tapi satu hal terpenting, kata Edo, ada 3 tempat di bagian wajah yang menjadi pintu masuk penularan Corona, di antaranya mulut, hidung, dan mata.

"Karena itu jaga kebersihan mulut dan hidung. Jangan suka masukkan apa pun selain yang higienis ke mulut dan mata. Jangan sering kucek-kucek mata. Ini kebiasaan yang tidak kita sadari, sehari bisa berkali kali kita kucek," sebutnya.

Edo juga menyebutkan, corona merupakan jenis virus memperburuk penyakit bawaan orang yang diserangnya. Misalnya bagi pemilik riwayat penyakit hipertensi, diabetes, asma, kanker.

Nah, selama masa inkubasi 14 hari itu, Covid-19 ini akan memperburuk penyakit lama itu dan serangannya membuat kondisi penderira semakin parah.

"Tapi ingatlah, tubuh kita punya sistem imunitas yang cukup bagus untuk menahan virus itu, apalagi bagi anak muda yang imumnya lebih kuat 2 sampai 3 kali lipat dibanding manula. Corona bisa musnah jika kita tertib menjaga kebersihan khususnya rajin cuci tangan dengan sabun, apalagi jika habis berjabat tangan. Dan penderita corona juga bisa sembuh. Jadi jangan terlalu khawatir atau paranoid berlebihan. Dan bagi yang pernah terkena dan sembuh, mudahan sudah aman karena sistem imun dalam tubuh kita akan membentuk pertahanan sendiri terhadap virus yang pernah diidapnya," pungkasnya.

(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved