Pemprov Sumut Tak Bisa Karantina TKI dari Malaysia, Ini Alasannya

Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh jajaran untuk melakukan pemantauan terhadap seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan pulang ke Sumut.

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
HO/tri bun medan
Petugas memeriksa suhu tubuh Posko Kesehatan seorang TKI yang baru tiba dari Malaysia, antisipasi Covid-19 di posko kesehatan depan kantor Desa Silo Baru pada Jumat (3/4/2020) dini hari. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh jajaran untuk melakukan pemantauan terhadap seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan pulang ke Sumut.

Pemantauan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Sumut.

Namun, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Harianto Butarbutar mengatakan, bahwa pemerintah tidak memiliki anggaran untuk karantina TKI asal Sumut, yang akan pulang dari Malaysia. Baik itu, TKI yang pulang secara resmi atau pun melalui jalur tikus (ilegal)

"Kita harapkan mereka pulang dikarantina, tapi anggaran pemerintah Sumut tidak cukup," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (3/4/2020).

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemerintah kabupaten/kota agar dapat berkontribusi bersama dengan Pemprov Sumut melakukan pemantauan hingga karantina, bila ada TKI asal Sumut terpapar wabah virus ini.

"Kita imbau kepada kabupaten/kota. Kalau semuanya diserahkan kepada provinsi tidak sanggup untuk karantina," ucap dia.

Sejauh ini, kata dia, ada 1.000 TKI asal Sumut yang telah pulang dari Malaysia.

Akan tetapi, kepulangan TKI ini tidak seluruhnya melalui jalur resmi yang ada di Sumut.

Ada sebagian dari mereka yang pulang melalui jalur tikus di pelabuhan-pelabuhan kecil.

Kemudian, sebagian dari yang pulang ini juga tidak melalui bandara dan pelabuhan di Sumut, melainkan berhenti di Batam.

"Cuma ada sebagian TKI asal Sumut yang pulang tidak ke langsung ke Sumatera Utara," jelasnya.

Harianto Butarbutar mengatakan, seribu TKI asal Sumut yang telah pulang dari Malaysia itu, tidak satupun ditemukan terpapar wabah virus Corona. Akan tetapi, pihaknya akan terus berupaya mengantisipasi masuknya TKI asal Sumut yang membawa wabah pandemi ini.

"Belum ada ditemukan TKI asal Sumut yang resmi terkontaminasi virus Corona," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada perusahaan penyalur TKI yang ada di Sumut untuk bertanggungjawab terhadap kepulangan pekerja ini.

Artinya, begitu TKI sampai di Sumut, perusahaan wajib melakukan tes kesehatan dan mengecek kondisinya. Ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Imbauan kita sudah berikan, mereka yang resmi begitu TKI pulang wajib melapor ke perusahaan penyalur TKI," ucapnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved