Update Virus Corona di Sumut
BPBD Medan Habiskan Ribuan Liter Cairan Disinfektan Setiap Harinya, Pasien Corona Naik 13,2 Persen
Dalam satu hari tim gugus tugas akan melakukan penyemprotan sebanyak dua kali yakni pagi dan sore hari.
TRI BUN-MEDAN.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arjuna Sembiring yang juga Ketua Gugus Tugas Covid -19 Kota Medan mengungkapkan, dalam seharinya BPBD Kota Medan menghabiskan ribuan liter cairan disinfektan yang disemprotkan menggunakan armada mobil BPBD dan P2K Kota Medan.
Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah wilayah Kota Medan, Kamis (2/4/2020).
Langkah tersebut katanya dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.
"Hari ini kita akan melakukan penyemprotan di kawasan Medan Johor, Medan Perjuangan, Jalan SM Raja, Kantor PDAM Tirtanadi dan Pasar Pringgan. Kepada komandan regu, kami minta agar memantau dan mengawasi anggota yang bertugas di lapangan agar semuanya berjalan efektif," katanya.
• GRATIS Seluruh Biaya Rapid Test Corona, Termasuk Perawatan PDP dan Positif COVID-19
Sebanyak 200 petugas gabungan sejak pagi telah bersiap dan berkumpul di BPBD Kota Medan di Komplek PIK Menteng, Jalan Medan Tenggara (Menteng), Kecamatan Medan Denai.
Adapun petugas gabungan terdiri BPBD Kota Medan, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K), TNI-Polri dan Satpol PP Kota Medan.
Sebelum dimulai, kegiatan diawali dengan apel petugas dipimpin langsung oleh Arjuna.
Tampak seluruh petugas telah bersiap lengkap dengan armada dan alat pelindung diri yang telah digunakan selama melakukan penyemprotan dan didampingi oleh komandan regu masing-masing.
Dalam arahannya, Arjuna mengatakan kegiatan penyemprotan akan terus dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan warga Kota Medan, mengingat hingga saat ini kasus Covid-19 di Kota Medan setiap harinya menunjukkan ada kenaikan.
Maka perlu dilakukan langkah-langkah preventif guna menekan penyebaran Covid-19.
Selanjutnya, ia berpesan kepada petugas gabungan untuk tetap memperhatikan prosedur tugas yang berlaku sehingga tetap aman dan terlindungi.
• Fakta Baru Siswi SMK D yang Diperkosa Bergilir Kakak Kelas, Ternyata Ini Otak di Balik Aksi Bejat
"Tetap semangat, jadikan tugas ini sebagai ladang pahala bagi kita," tuturnya.
Untuk menjangkau rumah warga, pihaknya juga berkoordinasi agar penyemprotan dilakukan melalui pihak kecamatan se-Kota Medan.
Selain itu juga, sejauh ini katanya ada 200 titik yang telah dilakukan penyemprotan.
Bahkan untuk seluruh pasar tradisional, rumah ibadah, sekolah dan kampus di Kota Medan juga telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.
Terlebih, dalam satu harinya, tim gugus tugas akan melakukan penyemprotan sebanyak dua kali yakni pagi dan sore hari.
Gratis Biaya Rapid Test Corona, Pasien Positif COVID-19 Naik Jadi 30 Orang
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut menegaskan bahwa seluruh biaya untuk pasien COVID-19 seluruhnya ditanggung oleh pemerintah.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah menegaskan biaya gratis tersebut diberlakukan untuk seluruh daerah di Sumut dalam penanganan pasien COVID-19 baik untuk rapid test, status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif.
"Biaya penanganan pasien Virus Corona dan tes Corona ini gratis bahkan kepada pasien PDP yang sudah dirawat itu semua ditanggung pemerintah. Jadi semua perawatan yang biayanya timbul akibat perawatan PDP dan Positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit semua menjadi tanggung jawab pemerintah," tutur Aris, Kamis (2/4/2020).
• Fakta Baru Siswi SMK D yang Diperkosa Bergilir Kakak Kelas, Ternyata Ini Otak di Balik Aksi Bejat
• Sosok yang Buat Fahrul Rela Dicopot dari Kapolsek, Selebgram Berparas Cantik, Masih Gadis 22 Tahun
Ia menegaskan, agar seluruh rumah sakit-rumah sakit yang dijadikan rujukan pemerintah untuk menangani pasien COVID-19 agar tidak melakukan penyimpangan dengan mengutip biaya.
"Jadi biaya yang timbul terhadap perawatan pasien itu semuanya ditanggung negara, baik di rumah sakit swasta ataupun di rumah sakit negeri. Seandainya memang ada perbedaan pelayanan nanti kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit rumah sakit yang menerima pasien tersebut agar pelayanan ini bisa kita standarisasi," tuturnya.
Jumlah Pasien positif COVID-19 di Sumut terus bertambah, Rabu (1/4/2020) jumlahnya menjadi 30 orang naik 13,2 persen.
Jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya, Selasa (31/3/2020) yaitu berjumlah 26 orang.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Mayor Kes dr. Whiko Irwan D saat konfrensi pers si Gedung Pemprov Sumut.
"Pasien positif COVID-19 dari hasil laboratorium sebanyak 30 orang jadi terjadi peningkatan sebesar 13,2 persen," jelasnya.
• Viral Tukang Gas Berhenti Kerja, Saban Hari 32 Kali Disemprot Disinfektan hingga Basah Kuyup
Peningkatan juga terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu berjumlah 88 orang naik 20,4 persen.
"Sebanyak 88 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terjadi peningkatan 20,4 persen. Dimana hari sebelumnya berjumlah 70 PDP di Sumut," ungkapnya.
Whiko menjelaskan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) relatif stagnan dan hanya naik 1,2 persen.
"Oang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2970 orang terjadi terjadi peningkatan sebanyak 1,2% dari hari sebelumnya 2934," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa di masyarakat saat ini terjadi fenomena dimana pasien ODP, PDP dan para perawat mendapatkan perlakuan berbeda dari masyarakat.
Whiko menegaskan hal tersebut tidak seharusnya terjadi karena ia menjamin para pasien ODP, PDP maupun tenaga medis telah dikakukan sesuai SOP sehingga tidak akan menyebarkan COVID-19.
"Pasien PDP dan ODP ini seringkali mendapatkan stigma negatif di masyarakat demikian juga tenaga kesehatan yang merawat pasien mereka dianggap sebagai orang yang berbahaya dan membawa virus.
Sehingga mereka dikucilkan dijauhi bahkan sampai putus perlakuan terhadap orang-orang yang terpapar atau resiko terpapar COVID-19 sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian.
PDP harus melaksanakan perawatan isolasi di rumah sakit sedangkan orang dalam pemantauan atau akan didata identitasnya. Serta mendapatkan obat-obatan dan menjalani isolasi Mandiri di rumah dengan orang gejala," pungkasnya.
(cr21/vic/tri bunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penyemprotan-cairan-disinfektan-ke-sejumlah-wilayah-kota-medan-kamis-242020.jpg)