5 Kegiatan Mandiri selama Karantina Mandiri Rekomendasi Pojok Baca Medan

Pojok Baca Medan memberikan rekomendasi kegiatan-kegiatan yang tetap bisa dilakukan selama masa karantina di rumah.

TRIBUN MEDAN/HO
KOMUNITAS Pojok Baca Medan saat menggelar acara Kumpul Komunitas beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tetap berada di rumah merupakan usaha dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Merespon hal ini, komunitas yang peduli terhadap perkembangan literasi di Kota Medan, Pojok Baca Medan memberikan rekomendasi kegiatan-kegiatan yang tetap bisa dilakukan selama masa karantina di rumah.

Kegiatan-kegiatan sederhana ini selain bisa mengusir kebosanan juga tentunya bermanfaat untuk menambah wawasan.

"Kami memiliki beberapa rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan selama karantina diri. Jadi sebagai orang-orang yang bookish (penggemar buku), kami sudah rundingkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu di rumah," ujar Cindy Yosita Putri, Rabu (1/4/2020).

Beberapa kegiatan tersebut, terang Cindy, adalah proyek bersama One Day One Book di mana secara kolektif bisa membuat sebuah buku dihabiskan dalam waktu satu hari. Rekomendasi kegiatan yang pertama ini bisa jadi solusi bagi kita yang selama ini kesulitan untuk menyelesaikan bacaan karena kesibukan sehari-hari.

"Konsep One Day One Book dengan melakukan tadarus buku. Satu buku bisa dibaca dan dibedah secara berkelompok, buat group chat via WhatsApp atau Telegram, bukunya berupa ebook jadu semua bisa miliki bersama. Dikasih limit waktu sesuai kesepakatan. Nah setelahnya bisa diskusi via chat atau video call dan hasilnya bisa disiarkan ke sosmed," ujar Cindy.

Cindy menerangkan rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan selama di rumah selanjutnya adalah mengikuti kelas daring yang bisa menambah wawasan selama menghabiskan waktu di rumah.

"Yang kedua, kita bisa mengikuti kelas daring. Selama penerapan karantina diri, banyak kelas-kelas pembelajaran dilakukan secara daring yang sifatnya bisa berbayar dan gratis seperti kelas menulis blog, artikel, serta puisi yang bisa didapat informasinya di sosial media melalui komunitas baca atau tokoh dan pakar literasi," terangnya.

Menurut Cindy, terkadang karena kesibukan kerja, banyak penggemar buku yang sulit untuk fokus membaca buku. Sebagai solusi, Pojok Baca Medan menyarankan untuk mendengarkan podcast yang mengulas buku dan dapat ditemukan di Spotify atau Google Podacast.

"Mendengarkan podcast-podcast tentang review buku juga bagus kalau sedang mengerjakan kerjaan kantor dari rumah," ujarnya.

Cindy mengatakan bahwa peran media sosial sangat penting selama masa physical distancing ini. Satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat postingan-postingan bermanfaat terutama yang berkenaan tentang literasi.

"Kan semua orang pasti kepo medsos setiap hari kan. Pasti ada bikin postingan minimal Instastory. Kita sarankan untuk buat aktivitas sederhana dengan cara mengedukasi netizen tentang literasi. Bebas materi postingnya apa, yang penting postingan berfaedah dan membangkitkan minat baca netizen dan nambah wawasan mereka seputar literasi," katanya.

"Postingan tersebut bisa dalam bentuk tulisan, audio visual, foto, jurnal, infografis, mau live, mau jokes, pokoknya informasi faedah seputar literasi," tambah Cindy.

Yang terakhir yang bisa dilakukan selama masa karantina, terang Cindy adalah membersihkan rak-rak buku yang selama ini telah berdebu. Kegiatan bersih-bersih sering dilupakan selama melakukan kesibukan sehari-hari.

"Terakhir, jangan lupa rapi-rapi dan bersih-bersih rak buku. Mana tahu selama ini belum punya waktu merapikan meja baca dan sudut rak bukunya," pungkasnya. 

Manfaatkan Perpustakaan Digital

Komunitas Pojok Baca Medan memberikan rekomendasi situs-situs perpustakaan digital dimana kita bisa mendapatkan buku digital secara gratis.

Situs-situs membaca buku secara online itu dipublikasikan melalui akun instagram @pojokbacamedan.

Situs pertama adalah iPusnas. Situs ini merupakan situs aplikasi perpustakaan digital persembahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan Aksamaraya selaku pengembang aplikasi.

Situs kedua adalah ePerpus adalah aplikasi perpustakaan digital yang dapat meminjam dan membaca buku, majalah, dan koran sesuai kebutuhan internal maupun publik.

Ketiga, situs Project Gutenberg, yakni perpustakaan yang berisikan lebih dari 60 ribu buku elektronik gratis yang bisa diunduh atau dibaca secara online.

Yang keempat adalah situs Z-Library, yakni sebuah perpustakaan online terbesar di dunia yang berisikan lebih dari empat juta buku dan 77 juta artikel.

Situs selanjutnya adalah Library Genesis, yang merupakan perpustakaan daring yang menyediakan berbagai macam buku dan jurnal yang bisa diakses secara gratis.

Yang keenam adalah situs Galeri Buku Jakarta. Galeri Buku Jakarta berisi berita-berita literasi seperti ulasan buku, cerpen, puisi, esai, serta interview dengan tokoh-tokoh publik terkait dunia membaca, kebangsaan maupun budaya.

Beberapa situs legal lainnya bisa dilihat di akun instagram komunitas Pojok Baca Medan. (cr14)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved